Category Archives: Travelling

Station Master

NITAMA CAT MASTER K1Kishi Station Master (Wakayama Prefecture, Japan) is Tama, a calico cat. Wakayama Electric Railway promoted Tama as a Station Master on January 5th 2007. Tama is the first cat in private railway companies who became a Station Cat. Exactly on the fifth anniversary as a Station Master, Tama was given an assistant. A calico named Nitama. Tama career’s dashed because she can make the number of foreign tourists who come to Wakayama doubled.  In 2014, traveler number in 14 stations at Kishigawa Line increased more than 240%.

Travelers who come to Kishi Station aren’t just coming to see Tama, but also happy to ride Tama Train. This train are favored by the visitors, especially the children’s because the design, attractive both of interior and exterior. All corner is full by cat theme like sofa, wall neither ceiling of the train. There is a cat cage made from wood inside the train, and a library filled with children’s books and manga.

Versi Bahasa Indonesia

Kepala Stasiun

Kepala Stasiun Kishi, Prefektur Wakayama, Jepang adalah Tama, seekor kucing betina. Wakayama Electric Railway mengangkat Tama sebagai kepala stasiun pada 5 Januari 2007. Tama adalah kucing pertama di dunia yang menjadi kepala stasiun. Tepat di ulang tahun kelima sebagai kepala stasiun, Tama diberi asisten. Seekor kucing betina bernama Nitama. Karir Tama melesat karena mampu melipatgandakan jumlah turis asing yang berkunjung ke Wakayama. Tahun 2014, jumlah pelancong di 14 stasiun di Kishigawa Line naik lebih dari 240%.

Pelancong yang datang ke Stasiun Kishi bukan sekedar ingin melihat Tama, tetapi juga senang naik Tama Densha. Kereta api ini digemari pengunjung, terutama anak-anak karena desain, baik eksterior maupun interior yang menarik.  Semua bertemakan kucing baik sofa, dinding mapun langit-langit kereta. Di dalam kereta terdapat kandang kucing dari kayu serta perpustakaan yang berisi buku anak-anak serta manga.

Museum Toyota Nagoya: Melihat Mobil James Bond

Toyota Bond Car Saat memasuki museum Toyota di kawasan Nagoya, Jepang, pada Kamis (11/12/2014) perasaan saya biasa saja. Paling direktur museum yang menemani rombongan jurnalis asal Indonesia ini akan menjelaskan sejarah berdirinya Toyota, dari awal hingga kini.

Toyota Bond Car K2Deskripsi mengenai pendiri Toyota, Sakichi Toyoda yang memulai dari memproduksi mesin tenun sebelum menjadi pengusaha otomotif adalah hal yang sudah biasa. Termasuk bagaimana museum ini dibangun pada bulan September 1974 tepatnya saat produksi Toyota mencapai 10 juta unit.

ToyotA F1Kami pun diajak berkeliling, menelusuri sejarah otomotif dunia mulai awal hingga saat ini. Jadi, bukan hanya melihat sejarah perkembangan mobil Toyota dan Jepang saja. Sayang, waktu yang tersedia sangat terbatas. Belum sempat melihat detail mobil mobil kuno itu, kami harus berpindah ke lokasi lain.

TOYOTA KOLEKSI RAHASIANamun, yang paling menarik adalah ketika kami diizinkan masuk ke ruang khusus yang berada di basement. “Ruang ini tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Karena ini spesial, Anda saya izinkan masuk,” ujar sang direktur.

Di ruang ini, ada koleksi spesial produk Toyota. Ada mobil Toyota 2000GT Bond Car tahun 1966. Mobil inilah yang dipakai oleh agen rahasia James Bond 007 . Ternyata, tahun 1960-an Toyota sudah mengincar pasar mobil di Amerika dan Eropa sehingga berani menjadi sponsor untuk film James Bond.

MUSEUM TOYOTAA (K2Selain mobil James Bond, kami juga melihat mobil balap Formula One keluaran Toyota. Ada pula mobil balap lainnya. Uniknya, Toyota Land Cruiser (Hard Top) keluaran tahun 1980-an dipajang di tempat ini. Mobil ini sangat dekat dengan kehidupan di Indonesia. Hard top adalah mobil dinas tentara, yang tenaganya luar biasa.

Setelah puas melihat koleksi mobil di museum, kami masuk ke toko souvenir yang menjual berbagai macam aksesori unik yang bisa dijadikan buah tangan untuk keluarga. (foto:  Joko Harismoyo)

Mengemas Cerita, Mendongkrak Wisatawan

NITAMA CAT MASTERCara Jepang untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke negaranya patut ditiru. Dengan mengangkat seekor kucing menjadi kepala stasiun kereta api, jumlah pelancong, baik domestik maupun pengunjung asing, melonjak tajam.

Kucing itu bernama Tama (kepala stasiun Kishi) dan Nitama (kepala stasiun Idakiso) di Prefektur Wakayama, Jepang. Menurut informasi, saat akan dibangun stasiun, di daerah itu ada seorang yang memelihara banyak kucing. Dia keberatan dengan pembangunan stasiun karena kasihan dengan nasib kucing-kucing itu.

KISHI STATIONMelalui negosiasi, akhirnya disepakati, pembangunan stasiun tetap berjalan sesuai rencana. Kucing diakomodir dengan menjadi kepala stasiun, yang bekerja layaknya manusia. Tentu juga mendapatkan gaji. Ternyata, ide tersebut menjadi kunci dari pemda setempat untuk ‘menjual’ cerita kepada pengunjung.

TAMA TRAIN K2Tama dan Nitama menjadi kucing pertama di dunia yang menjadi kepala stasiun kereta api. Banyak pengunjung yang datang karena terpikat dengan cerita tersebut. Padahal, apa yang dikerjakan Tama dan Nitama di dalam kandangnya? Apakah dia bisa memantau perjalanan kereta api Ichigo (Strawberry), kereta api Omocha (Mainan) dan kereta api Tama (Kucing) yang melewati rute KRL Kishigawa? Tentu tidak! Namun, keunikan itu memiliki nilai jual kepada wisatawan. Mereka ingin melihat kucing yang menjadi kepala stasiun.

TAMA TRAIN KYang perlu diingat, selain ‘menjual’ cerita, infrastruktur di sana juga mendukung cerita tersebut. Kereta Tama, bermotif kucing semua dari tempat duduk, lantai, langit-langit hingga eksterior. Bahkan Tama cafe yang ada di stasiun Kishi, baik interior maupun eksterior menggunakan tema kucing.

TAMA TRAIN K3Ide kreatif yang patut kita tiru, terutama untuk menarik wisatawan. Ingat, tahun 2014, jumlah turis di Jepang mencapai 13 juta. Jumlah tertinggi dalam sejarah Negeri Sakura. (foto: Joko Harismoyo)

BELITUNG: NEGERI LASKAR PELANGI

Keindahan Belitung (Belitong) yang memiliki laut yang jernih dengan pasir putih dan bebatuan granit  mulai terekspose sejak pulau tersebut menjadi latar film fenomenal Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Daerah yang dulu dimiliki Britania Raya (1812) ini pun menjadi tujuan wisata baru.

Belitung adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Akses menuju daerah ini sangat gampang. Dari Jakarta, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam penerbangan. Lokasi mana saja yang wajib dikunjungi saat berada di Belitung?

Pulau Lengkuas

Di Pulau Lengkuas terdapat mercusuar setinggi 60 meter dengan 299 anak tangga yang dibangun Belanda tahun 1882. Wajib naik ke atas menara karena pemandangan dari atas mercusuar sangat indah. Setelah puas melihat panorama dari atas menara, Anda bisa menyeberang melalui laut dangkal ke pulau kecil berbatu lainnya yang berjarak 100 meter. Sambil menyeberang, Anda bisa berenang atau snorkeling. Air lautnya sangat jernih. Anda serasa mandi di kolam renang. Lokasi snorkeling terbaik adalah di sisi Barat Laut pulau Lengkuas dengan hamparan karang hidup dan ikan-ikan kecil yang menarik.

Gantung (Gantong)

Perjalanan ke Gantung, dari pusat kota Tanjung Pandan, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan melewati hutan-hutan kecil, kebun kelapa sawit, serta perbukitan. Ada juga tanah-tanah yang rusak akibat penambangan timah. Tempat ini menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Anda bisa melihat replika gedung SD Muhammadiyah. Bangunan asli sekolah itu sudah tidak ada. Anda pun bisa melihat perumahan pejabat PN Timah pada masa itu yang disebut Gedong. Sebagian bangunan tua terlihat terlantar seperti SD PN Timah, Wisma Ria, dan pusat bengkel PN Timah.  Tempat lain yang layak dikunjungi adalah Pice, sebuah bendungan besar peninggalan Belanda di Sungai Linggang yang membelah desa Gantong. Bendungan ini digunakan untuk mengatur permukaan air hulu sungai Linggang sehingga Emmer Bager (kapal keruk) dapat beroperasi (mengambil timah) dari dasar sungai Linggang. Tetapi, sebelum ke Gantung, sebaiknya Anda mencicipi Mie Belitong di Tanjung Pandan.

Tanjung Kelayang

Pulau batu granit ini disebut Tanjung Kelayang karena bentuknya mirip dengan burung kelayang (salah satu jenis burung yang banyak ditemukan di sana). Ada tiga pulau kecil, yang kira-kira berukuran 50 meter persegi.  Letaknya tak jauh dari bibir pantai. Di sebelah timur pulau, terdapat pantai berpasir putih sepanjang 4 km hingga ke Tanjung Tinggi. Cocok untuk berenang atau sekedar bermain di pantai. Sedangkan di sisi barat pulau, banyak ditemukan batu-batu granit berbagai ukuran. Pemandangan yang sangat menawan, terutama saat matahari terbenam. Anda bisa naik ke atas batu-batu itu untuk melihat keindahan Tanjung Kelayang.

Tanjung Tinggi

Tempat ini disebut juga Pelabuhan Bilik karena dahulu menjadi pelabuhan bagi nelayan di desa Keciput. Pantai Tanjung Tinggi diapit oleh dua semenanjung granit. Batu-batu granit berukuran besar tersebar di mana-mana. Airnya jernih. Indah dan menawan. Pastikan Anda membawa baju ganti karena pengunjung selalu mencebur ke laut. Tempat inilah yang menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Sehabis berenang, Anda bisa singgah ke beberapa resto seafood segar yang menyajikan menu khas Belitung, yaitu Gangan kepala ikan Ketarap atau ikan Ilak. Gangan mirip dengan gulai yang berwarna kuning.

Pulau Pasir

Pulau kecil di tengah laut ini hanya muncul saat air laut surut. Berupa hamparan pasir putih yang lembut. Pulau pasir dikelilingi oleh pulau-pulau kecil seperti pulau Babi, pulau Pegadoran, pulau Kelayang, dan Baru Berlayar. Di Pulau Pasir, Anda bisa melihat bintang laut merah yang berukuran besar. Bintang laut itu bertebaran di antara pasir putih. Ingat, Anda tak boleh membawa binatang tersebut. Hanya boleh berfoto saja.

Tanjung Binga

Bagi penggemar kuliner, tempat ini wajib dikunjungi. Mayoritas penduduk di desa yang terletak 8 km di sisi barat Tanjung Tinggi ini adalah nelayan. Beberapa restoran, seperti Bukit Berahu, menyajikan seafood segar. Jika Anda penyuka ikan bakar, datanglah pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, saat di mana nelayan tiba. Anda bisa memesan ikan segar untuk disantap. Setelah itu, berjalanlah ke rumah penduduk. Tengok kiri-kanan, sebagain dari mereka menjual durian matang pohon. Pemandangan di tempat ini juga memukau dengan batu-batu granit. Ketika sunset, batu granit tambah memesona. Banyak fotografer yang mengabadikan sunset di Tanjung Binga.

Batu Berlayar

Pulau ini unik karena hanya terdiri dari pasir dan batu granit yang menjulang tinggi, menyerupai sebuah layar. Karena itu, penduduk setempat menyebut daerah ini dengan nama Pulau Berlayar. Pulaunya tidak besar. Hanya lima perahu yang bisa parkir di pulau tersebut. Tekstur batu menarik sehingga bisa menghasilkan foto-foto artistik jika Anda menyukai dunia fotografi.

Sebenarnya, masih banyak lokasi lain yang bisa dikunjungi di Belitung bagian barat seperti Pulau Babi, serta Tanjung Pandan. Di Belitung Selatan juga terdapat beberapa lokasi wisata seperti Pantai Batu Belah, Pantai Batu Bantan, Batu Kodok, Pantai Awan Mendung serta Teluk Gembira. Namun, Belitung bagian timur, dengan ibukota Manggar,  juga memiliki lokasi-lokasi yang menawan sehingga sayang untuk dilewatkan. Di kota Seribu Warung Kopi ini , ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi.

Burung Mandi

Gunung di sebelah timur laut Belitung ini menjadi tujuan utama wisata di daerah Manggar. Banyak lokasi menarik di tempat ini. Pertama, Pantai Burung Mandi. Berbeda dengan pantai lain di Belitung karena tak memiliki batu-batu granit. Pantai ini hanya terdiri dari pasir putih yang landai dan pohon pinus laut sebagai pembatas antara pantai dan daratan. Keunikan lain, pantai ini adalah satu-satunya pantai yang memiliki latar belakang gunung Burung Mandi. Kedua, Bukit Batu yaitu sebuah pantai yang berada di lereng bukit. Tak banyak pasirnya. Namun kontur yang berbukit menjadikan pantai ini unik. Ketiga, vihara Dewi Kwan Im. Tempat ibadah umat Kong Fu Chu di lereng gunung Burung Mandi ini adalah vihara terbesar di Belitung. Tiap Tahun Baru Cina, pengunjung vihara meningkat tajam. Meski tempat suci, Anda bisa masuk dan menikmati keiindahannya. Keempat, Danau Mempaya. Walau terdapat ratusan danau di Belitung Timur, tetapi Danau Mempaya adalah danau terluas. Pemandanganya bagus, dengan gunung Burung Mandi sebagai latar belakang. Tempatnya sunyi. Belum banyak pengunjung yang mendatangi tempat ini. Tetapi jika Anda tertarik dengan fotografi, tempat ini sangat cocok karena pemandangan yang menakjubkan.

Pantai Serdang

Berbeda dengan pantai di Belitung bagian barat, Pantai Serdang tak memiliki batu-batu granit. Hanya berupa hamparan pasir putih yang lebar dan landai. Cocok untuk bermain futsal atau bersepeda. Sebaiknya, Anda tidak mencebur ke laut karena ombak relatif besar. Keunikan pantai ini adalah banyaknya perahu layar katir yang dengan lengan bambu di kedua sisinya. Perahu itu dicat warna-warni sehingga terlihat mencolok. Setiap tahun, warga mengadakan lomba balap perahu katir. Pemandangan pantai tampak menawan jika dilihat dari Bukit Samak. Pada jaman Belanda, Bukit Samak menjadi residensial bagi ekspatriat. Tempatnya asri dengan fasilitas mewah. Kini, di tempat itu dibangun restoran. Sambil makan, Anda bisa menikmati keindahan alam. (Majalah Jakarta edisi 65, 2011. Fotografi oleh Agus Joko Purwanto, ajp-indonesiaindah.blogspot.com)

WAKATOBI: Dangerously Beautiful

Wakatobi adalah surga bagi pecinta wisata bahari. Sekitar 90% species karang laut yang ada di dunia terdapat di Taman Nasional Wakatobi. Torpografi bawah lautnya juga memukau dengan aneka jenis ikan dan karang yang menawan. Namun, lebih dari itu, Wakatobi memiliki obyek wisata lain yang tak kalah memikatnya yaitu wisata budaya (culture tourism) serta wisata alam (nature tourism).
Wakatobi singkatan dari empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomea dan Binongko. Kawasan ini terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, Wakatobi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Buton. Baru pada tahun 2003 wilayah tersebut menjadi kabupaten tersendiri.

Untuk menuju Wakatobi, kita bisa memilih jalur udara atau laut. Maskapai yang melayani penerbangan dari Kendari ke Wakatobi adalah Express Air dan Susi Air dengan pesawat kecil. Maklum, landasan pacu Bandara Matahora belum memenuhi syarat untuk penerbangan pesawat berbadan lebar. Sedangkan transportasi melalui laut dapat ditempuh dengan speedboat kurang lebih lima jam dari Kendari ke Bau-bau. Dari Bau-bau ke Lasalimu naik mobil selama dua jam. Kemudian dilanjutkan dengan kapal cepat selama dua hingga tiga jam menuju Wanci, pintu gerbang memasuki kawasan Wakatobi. Dari Wanci, kita bisa memilih lokasi yang dituju, apakah mau ke Pulau Hoga, Onemboa, atau pulau lain.

Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah April sampai Juni dan Oktober sampai Desember. Memang, menyelam bisa dilakukan kapan saja. Namun, pada April dan Desember, cuaca sangat bagus sehingga pemandangannya lebih menakjubkan. Selain diving dan snorkeling, disediakan juga motor selam dan penjelajahan pulau. Sebuah pulau kecil bernama Tolandona (Pulau Onernobaa) sangat memikat. Pulau yang luasnya hanya 8 km2 ini dikelilingi taman laut yang sangat cantik. Jika Anda memiliki jiwa petualang, bisa berkunjung pada bulan Juli dan September. Ombak setinggi gunung sangat menantang untuk mengarungi pulau-pulau kecil di kawasan ini.

Marine Tourism

Wisata Bahari menjadi andalan Wakatobi. Hal ini didukung oleh keberadaan Taman Laut Nasional Kepulauan Wakatobi. Taman seluas 1.390.000 ha ini terletak di lima Kecamatan, yaitu Wang-Wangi, Wangi-Wangi Selatan, Kaledupa, Tomea, dan Binongko. Di tempat ini terdapat hamparan karang yang sangat luas dengan torpografi bawah laut yang kompleks seperti bentuk slope, flat, drop-off, atoll, dan goa bawah laut dengan biota yang beragam. Kedalaman air bervariasi. Bagian terdalam mencapai 1.044 meter dengan dasar perairan berpasir dan berkarang.

Di perairan tersebut terdapat 942 species ikan. Luas terumbu karang mencapai 90.000 ha dan memiliki 750 species karang dari 850 species karang di dunia. Juga memiliki karang atol Kaledupa sepanjang 48 km, terpanjang di dunia. Secara spesifik, Wakatobi memiliki 25 buah gugusan terumbu karang dengan keliling total kira-kira 600 km2. Gugusan karang yang wajib kita lihat adalah:
1. Terumbu Karang Tepi Pantai (Freenging Reefs/ Share Reefs), terdapat di sekeliling pulau-pulau yang ada di Wakatobi.
2. Terumbu Karang Penghalang (Barrier Reefs), terdapat di gugusan karang Kaledupa, Karang Tomea, dan karang Kapota.
3. Terumbu Karang Cincin (Atoll), terdapat di Karang Koko dan Karang Moramaho (di Pulau Tomea).

Keindahan bawah laut Wakatobi ditunjang pula oleh tingkat kejernihan air laut (penetrasi cahaya) dan kondisi arus (ideal currents) yang bagus sehingga nyaman untuk diving, snorkeling, maupun memancing. Saking indahnya, jurnalis selam asing Jacques Costeau menyebut Wakatobi sebagai the finest diving site in the world.

Selain alam bawah laut, kita bisa pula mengunjungi pantai-pantai yang masih alami. Cobalah datang ke Pantai Molii Sahatu, Pantai Jodoh. Pantai Sousu-Matahora, Pantai Barat Kapota, Pantai One Molangka, Pantai Peropa (Kaledupa), pantai Hondue, pantai Huuntete, Pantai Soha, Pantai Palahidu, dan beberapa pulau lain.

Rural Tourism

Wakatobi cocok untuk wisata pedesaan. Berbeda dengan daerah lain, komunitas Bajo di Wakatobi cukup unik. Mereka tak lagi berpindah-pindah di atas rumah ‘tancap’yang terbuat dari papan dan beratapkan rumbia. Mereka sudah tinggal menetap di atas rumah yang sebagian terbuat dari bata dan beratapkan seng. Sebagian rumah tak lagi berada di atas laut karena secara tak sadar Suku Bajo telah mereklamasi pantai dengan menaruh batu karang sebagai pondasi rumah.
Tetapi, sisa-sisa laut masih tampak. Beberapa rumah masih berdiri di atas air sehingga untuk menjenguk tetangga kadang masih harus menggunakan koli-koli (sampan kecil). Perahu ini juga menjadi alat transportasi untuk berbelanja ke pasar, mencari air bersih, atau kebutuhan hidup lain.

Anak-anak pun memanfaatkan koli-koli untuk bermain ke tengah laut. Di perkampungan Mola (Wangi-Wangi), kita bisa melihat sungai selebar 1,5 meter berdampingan dengan jalan kampung. Sungai inipun menjadi jalan raya bagi mereka. Koli-koli berseliweran seperti halnya motor di perkampungan biasa.
Di Wakatobi terdapat lima perkampungan Bajo, yaitu Mola (Wangi-Wangi), Lamanggu (Tomea), serta tiga kampung Bajo di Pulau Kaledupa, yaitu Mantigola, Sampela, serta Lohoa. Mola kampung paling modern di mana sebagian besar rumah berada di ‘daratan’, di atas batu karang. Dari lima kampung itu, yang dipertahankan keasliannya adalah kampung Lohoa dengan rumah tancapnya di atas laut.

Tak semua penduduk berprofesi sebagai nelayan. Sebagian warga mulai memasuki dunia jasa dengan berdagang, baik kopra maupun barang-barang dari Malaysia. Di pasar, kita dengan mudah menemukan barang-barang, terutama pakaian, dari negeri jiran. Maklum, warga Wakatobi sering menjual hasil produksi mereka ke Malaysia, sehingga saat balik ke kampung, mereka membeli barang-barang dari sana.

Nature Tourism

Wisata alam di Wakatobi sangat menarik. Alam bercirikan iklim tropis menawarkan petualangan tersendiri. Kita bisa menelusuri goa, pemandian alam dan telaga dengan ekosistem dan artefak yang memesona. Bahkan, kita bisa mengunjungi peninggalan-peninggalan bersejarah (wisata sejarah) berupa benteng, kuburan tua, masjid tua, serta istana raja.
Di Kecamatan Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan, kita bisa melihat Air Goa Kontamale, Air Goa Tee Kosapi, Pantai Molii Sahatu, Nusa Indah, Pantai Jodoh, Liya Honiki, Air Goa Lia Ntade, Goa Alam, Sumanga Island, Kompo Nuane Island, Pantai Usuno, Matahora Beach, Pantai One Meha, Kapal Tosora (Meny. Kapal), Tee Honiki. Di daerah ini juga terdapat Benteng Tindoi, Benteng Wabuebue, Kuburan Tua, Benteng Koba, Benteng Liya, Benteng Mandati Tonga, Benteng Watinti, Benteng Togo Molengo, Benteng Baluara, serta Masjid Tua.

Di Kaledua, kita bisa mengunjungi Telaga Sombano, Goa alam Darawa, Hoga Island, Pantai Peropa, Kampung Laulua, Benteng La Donda, Benteng Horua, Benteng La Manungkira, Benteng Pangilia, Benteng Ollo, Benteng La Bohasi, dan Benteng Tapa’a. Di daerah ini, juga terdapat makam Bontona Kaledupa, Rumah Adat Bontona Kaledupa, serta Masjid Tua.

Sedangkan di Tomea, terdapat Onemombaa, Pantai Hondue, Pantai Huuntete, Goa Handopa, Sawa Island, Lentea Island, Benteng Patua, Benteng Suosuo, Benteng Rambi Randa, Makam Ince Sulaiman, Masjid Tua, dan Liang Kurikuri. Di Binongko, kita bisa menyaksikan keindahan Pantai Palahidu, Pantai Buku, Pantai Wee, Anomo Island, Gunung Koncu, Kapal Batu Vatampina, Benteng Palahidu, Benteng Fatima, Benteng Baluara, Benteng Oihu, Benteng Haka, serta Benteng Tadu dan Benteng Wali.

Culture Tourism

Wakatobi yang dulu merupakan bagian dari wilayah Kasultanan Buton memiliki keragaman budaya yang unik. Paduan antara masyarakat kepulauan dengan pesisir menghasilkan budaya khas yang jarang ditemui di tempat lain. Ada berbagai macam tarian di wilayah ini seperti Eja-eja dan Kuiramba dari Tomea, tari Badanda dari Binongko, tari Lariangi dari Kaledupa, dan tari Kenta-kenta dari Wangi-Wangi.

Setiap tarian memiliki makna tersendiri. Misalnya, Tari Lariangi Pakaian dan gerakan tari melambangkan sesuatu. Pada bagian kepala terdapat Panto dan Pintoru yang melambangkan derajat bangsawan, hepupu / konde melambangkan Kerajaan Buton, bunga konde melambangkan Pagar beton Keraton, dan Toboy atas bawah kamba melangkan prajurit penjaga pasar benteng keraton. Sedangkan Laka/Sarung warna merah melambangkan Ratu Wa Kaa-Kaa karena saat dinobatkan menjadi Raja Buton pertama menggunakan sarung merah. Kipas Lariangi melambangkan kesejukan di dalam istana. Sapu tangan melambangkan lap keringat Raja Buton.

Selain kekayaan tari-tarian, Wakatobi juga mempunyai prosesi adat seperti Kariaya, Perkawinan, Bangka Mbule-Mbule, Kansodaa, Sasa, Koli-Koli Ttendha, dan lain-lain. Pesta adat Kabuanga adalah pesta adat yang bertujuan untuk mempertemukan pemuda dan pemudi, di mana seorang pemuda memberikan cinderamata kepada seorang gadis sebagai tanda ikatan tali kasih. Sedangkan, pesta adat Kasodaa dari Wangi-Wangi adalah tradisi di mana wanita yang beranjak remaja harus melalui proses pingitan dan di akhir kegiatan wanita tersebut diarak keliling kampung dengan cara dipikul di atas Kasodaa.

Keunikan budaya Wakatobi ini akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi kita. Apalagi, budaya semacam ini jarang kita temui di tempat lain. Jadi, selain pemandangan yang memesona, kita juga bisa belajar mengenai sosio kultural masyarakatnya. Termasuk sejarahnya. (Majalah Jakarta edisi 63, April 2011. Foto oleh Agus Joko Purwanto http://ajp-indonesiaindah.blogspot.com)

Alergi Makanan Bukan Penghalang

Rencana liburan dan jalan-jalan tak boleh terganggu oleh apapun, termasuk alergi makanan. Walau alergi makanan bisa menyebabkan ketidaknyamanan seperti diare, mual, dan munculnya bercak-bercak merah, namun hal tersebut bisa dihindari. Setidaknya diminimalisir sehingga liburan Anda tetap menyenangkan.

Yang paling penting dari semuanya adalah keyakinan bahwa alergi makanan tidak akan mengganggu liburan. Ini penting agar Anda tidak stress saat jalan-jalan. Asal semua disiapkan dengan matang, termasuk bekal makanan yang harus dibawa, alergi makanan tak akan menjadi penghalang. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

1. Pilih tempat tujuan. Diskusikan dengan agen travel dan dokter sebelum memilih tempat tujuan. Jangan sampai Anda pergi ke daerah yang sebagian besar makanannya menjadi pantangan Anda.
2. Cek obat-obatan. Pastikan daerah tujuan memiliki obat yang Anda butuhkan seperti antihistamine atau inhaler. Jangan menggunakan obat di daerah itu karena belum tentu sesuai dengan tubuh Anda. Jika terkait asuransi, pastikan asuransi kesehatan bisa dipakai di wilayah tersebut.
3. Cek rumah sakit dan klinik terdekat. Pastikan Anda tinggal di dekat rumah sakit yang memenuhi syarat sehingga jika terjadi sesuatu, Anda bisa segera diberi pertolongan
4. Cek apotik, restoran, dan akomodasi. Catat apotik dan toko obat terdekat dimana Anda bisa membeli obat alergi tanpa resep dokter. Cari juga restoran yang peduli dengan alergi makanan bagi pengunjungnya. Tanyakan juga rute perjalanan ke tempat-tempat tersebut.
5. Bawa obat secukupnya. Biar tak bingung, bawalah obat anti alergi secukupnya. Sertakan penjelasan dokter yang meneragkan alergi Anda serta bagaimana memberikan pertolongan saat darurat.
6. Bawa sabun cuci tangan. Mencuci tangan sebelum makan sangat berguna untuk mengusir bakteri yang bisa menimbulkan penyakit. Bawalah antiseptik, baik sabun maupun cairan lain, untuk mengusir penyakit.
7. Bawa makanan. Bila memungkinkan bawalah makanan sendiri. Dan simpan dengan cara aman. Makanan tersebut sangat membantu jika Anda kesulitan menemukan makanan yang aman bagi kesehatan.
8. Pakai gelang identitas. Tak mungkin mengatakan ke semua orang kalau Anda punya alergi. Untuk itu, gunakan gelang medis yang menjelaskan penyakit tersebut. Sehingga jika terjadi sesuatu, orang di sekitar bisa memberi pertolongan. (Travel Tips majlah JAKARTA edisi 61, Februari 2011)

Aksesori untuk travelling

Louis Vuitton Pegase 65: Spacious Interior

Koper keluaran Louis Vuitton ini menjadi teman yang pas untuk traveling. Pegase 65 memiliki ruang yang lebih luas dengan dua tempat pakaian plus satu saku di bagian depan koper. Terbuat dari kulit sapi dengan lapisan polyamide. Kesan elegan juga terlihat dari dua handle koper. Di samping terbuat dari kulit, ukuran handle juga lebih besar sehingga lebih nyaman saat ditenteng. Roda dan handle tas mudah disembunyikan. Roda tak bersuara saat tas ditarik. Tas mewah ini membuat perjalanan Anda terasa lebih menyenangkan.

 

Victorinox Flash Laser: Multi Tools Features

Generasi ketiga dari Victorinox USB ini makin lengkap dan gaya. Lengkap karena memiliki pisau, gunting, obeng, laser pointer, kunci ring serta ballpoint. Namun alat ini juga dilengkapi USB sehingga Anda tetap bisa membawa data-data penting saat traveling. Memori USB cukup besar yaitu 4 GB dengan disain yang lebih baik plus lampu indikator LED. Transfer data lebih cepat dibanding versi sebelumnya. Victorinox Flash bisa dilepas dari piranti utama sehingga lebih praktis dan aman. Victorinox Flash kompatibel dengan Windows, Mac, serta Linux.

 

Steinhasuen Watch Case: Excellent Showcase

Kantong jam keluaran Steinhausen ini bukan hanya fungsional tetapi juga fashionable. Bagian luar terbuat dari kulit lembut warna hitam dengan aksen jahitan putih. Bagian dalam kantong terbuat dari microfiber yang sangat lembut sehingga melindungi jam tangan kesayangan Anda. Dua buah jam di dalam kantong tak mungkin saling bergesek berkat perlindungan microfiber yang sempurna. Melindung jam dalam perjalanan, baik melalui darat, laut maupun udara. Kantong jam ini bagaikan hotel bintang lima bagi jam kesayangan Anda. (Gallery majalah Jakarta edisi 59, Desember 2010)