Diving Course, Cara Cepat Menjadi Penyelam

Menyelam (diving) di laut itu gampang. Tak ada kesulitan yang berarti. Namun kenyataannya kursus diving menjamur di berbagai kota besar. Bahkan, peserta pun diberi sertifikasi oleh lembaga khusus seperti PADI (Professional Association of Diving Instructors). Kursus diperlukan agar Anda mengenal peralatan serta siap menghadapi alam bawah laut.

Menurut Michael Sjukrie, pendiri dan pemilik Ody Dive di kawasan Menteng, Jakarta, PADI bukanlah satu-satunya lembaga yang memberi sertifikasi kepada penyelam. “Lebih dari 10,” ujarnya. Tetapi dia mengakui PADI memang paling populer. Sehingga masuk akal pula jika Michael menyelenggarkan kursus diving yang mengacu pada PADI.

Untuk mengikuti pelatihan ini tak ada syarat macam-macam. Yang penting Anda sudah bisa berenang minimal 200 yard (183 meter) non stop serta bisa mengapung di air selama 10 menit. “Kalau gak bisa renang sulit,” tambah Rachmat, staff Ody Dive yang mulai mengenal diving sejak usia 10 tahun. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kursus kelas reguler sekitar dua pekan. Itu bukan harga mati. Bisa lebih cepat. ”Paling cepat empat hari,” tambah Michael.

Materi kursus bermacam-macam dari teori sampai praktek, baik di kolam renang maupun laut. Rincian meteri sebagai berikut:

Class Session

Di tahap ini, Anda akan mendapatkan teori mengenai seluk beluk diving, seperti teori penyelaman, pengenalan alam bawah laut, serta pengenalan tentang peralatan menyelam. Selain membaca, Anda pun akan melihat video serta kuis dan tanya jawab dengan instruktur.

Pool Session

Setelah memahami secara teori, Anda akan diajari praktek. Tahap awal, prakek di kolam renang. Anda diberitahu bagaimana cara mengenakan peralatan renang, mulai cara memakai baju, sepatu, mengatur regulator, dan lain sebagainya. Instruktur juga akan berdemo bagaimana memulai penyelaman. Sehabis itu, barulah giliran Anda memakai peralatan sekaligus praktek menyelam di swimming pool.

Final Exam

Apabila sudah paham secara teori dan praktek, Anda akan diuji kemampuannya. Ujian ini akan menentukan apakah Anda boleh melanjutkan ke tahap berikutnya atau mesti mengulang sampai benar-benar memahaminya.

Open Water Trip

Penyelaman di laut bisa Anda lakukan jika sudah menyelesaikan Final Exam. Trip dilakukan saat weekend agar tak mengganggu jadwal yang lain. Tempat akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Jika Anda mengikuti kursus di Ody Dive, trip menyelam dilaksanakan di Pulau Seribu (Pulau Pramuka). “Kita punya base di sana,” kata Michael. Biaya kurus hanya Rp 4.250.000. ”Sudah termasuk trip dan sewa peralatan,” jelasnya. Setelah menyelesaikan kurus, Anda akan mendapatkan sertifikat dari PADI sebagai penyelam pemula. Artinya, Anda sudah bisa menyelam di laut sampai kedalaman 18 meter. (Education, majalah JAKARTA 3636 edisi 55, Agustus 2010)

Diving Horses

Tahun 1905 Indonesia masih dijajah kompeni. Tapi, tahun itu, publik di Atlantic City sudah memiliki tontonan menarik: diving horse. Ya, bukan manusia yang menyelam, melainkan kuda yang ditunggangi wanita cantik di atas punggungnya. Kuda-kuda itu dilatih menyelam 2-4 kali setiap hari. Dari sekian banyak kuda, hanya satu yang tak pernah cedera. Karena dianggap kejam dan tak berperikemanusiaan, atraksi itu dihentikan pada tahun 1978.

Salah seorang penunggang kuda, Sonora Webster Carver, dalam bukunya A Girl and Five Brave Horses membantah kalau kuda-kuda itu disiksa. Dr Carver merawat kuda itu dengan baik sehingga aparat tak bisa menemukan bentuk penyiksaan yang dituduhkan kepadanya. Namun, dalam buku yang juga menampilkan foto-foto indah itu, Sonora tak bisa membantah kalau tontonan ini mengundang maut. Bukan pada kudanya, tetapi justru wanita cantik di atasnya.

Kakaknya, Lorena Carver, yang selama 25 tahun (sampai 1930) tampil dalam aksi maut ini hampir selalu mengalami patah tulang setiap tahunnya. Dia melompat dari menara setinggi 12 meter untuk menyelam dalam kolam sedalam 4 meter. Lalu, dia sendiri, tahun 1931, menjadi buta karena retina matanya terlepas saat menyelam. Sonora meluksikan bagaimana perasaannya sebelum menyelam, “I felt his muscles tense as his big body sprang out and down, then had an entirely new feeling. It was a wild, almost primitive feel, that only comes with complete freedom of contact with the earth.” (Editor’s Note Majalah JAKARTA 3636 edisi 55, Agustus 2010)

Most Beautiful Diving

Tempat terindah untuk diving adalah Indonesia. Di sini terdapat 3000 spesies ikan dan 600 jenis karang. Juga memiliki gunug berapi, parit dalam, dinding curam, hingga bangkai kapal Perang Dunia II. “Yang bisa mengalahkan Indonesia hanya Afrika Selatan. Di sana terdapat ikan-ikan besar yang tak ada di laut tropis,” jelas Michael Sjukrie, pendiri Ody Dive. Berikut adalah surga diving di dunia.

INDONESIA

Dengan garis pantai terpanjang di dunia Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut paling lengkap. Hanya, karena berada di garis katulistiwa sehingga beriklim tropis, Indonesia tak memiliki ikan-ikan besar seperti yang ada di laut dingin. Namun keindahan terumbu karang Indonesia tak ada duanya. ”Masing-masing tempat memiliki keunikan tersendiri,” kata Michael. Beberapa tempat favorit untuk diving di Indonesia adalah Bunaken (Sulawesi), Laut Banda, Pulau Komodo, Bali, dan Raja Ampat (Papua). Saat ini pemerintah sedang menggodok 29 destinasi unggulan untuk wisata bahari. Jadi, lokasi diving makin banyak dan beragam dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

SOUTH AFRICA

Tempat menakjubkan untuk diving di Afrika Selatan adalah Rocktail Bay. Laut di sini memiliki air dingin sehingga Anda sebaiknya memakai baju selam profesional atau setidaknya baju selam panjang. Karangnya indah. Ikan lebih beragam. Selain ikan-ikan tropis, ada juga ikan ukuran besar dan hewan laut lainnya. Anda bisa bertemu paus bungkuk, lumba-lumba berhidung botol, atau tiger shark. Bulan November dan Maret, Anda bisa melihat kura-kura yang kembali dari sarangnya. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan.

MALDIVES

Salah satu pantai dan surga laut dunia adalah Maladewa. Tempat ini juga menjadi impian para penyelam. Airnya cukup hangat karena berada di daerah tropis. Sehingga tak wajib memakai baju selam profesional. Bulan terbaik untuk diving di Maladewa adalah bulan Mei dan September. Anda akan berenang di antara ikan pari raksasa, hiu, kura-kura atau school fish. Untuk diving di lokasi ini tak dibutuhkan keahlian khusus. Sayangnya, terumbu karang di sini tak seindah yang ada di Indonesia. ”Tahu saya dari Indonesia, dia bilang jangan komplain karena karang Maladewa tak seindah di Indonesia,” kata Michael menuturkan pengalamannya diving di Maladewa.

COCO ISLAND

Coco Island di Costa Rica juga memiliki alam laut yang memukau. Berbagai jenis ikan hiu, seperti martil, galapago, silky banyak berseliweran. Ikan paus pun akan menemani penyelaman Anda. Hewan laut lain juga banyak. Berenang di antara hewan-hewan liar seperti itu menjadi pengalaman indah bagi penyelam. Coco Island mempunyai dua musim, kemarau dan hujan. November sampai Mei adalah musim kemarau. Air lebih tenang sehingga penyelaman lebih santai. Silky Shark dan Mobula Ray bermunculan pada musim ini. Musim hujan jatuh pada bulan Juni hingga November. Ikan yang nongol saat itu adalah hiu martil, penyu hijau, ikan pari, ikan kakap kuning dan biru, serta ikan-ikan besar lainnya. Arus air pada musim ini lebih deras sehingga butuh kemampuan khusus untuk melakukan diving.  (Highlight JAKARTA 3636, edisi 55 Agustus 2010)

Exiting & Exhilarating Hobby

Diving digemari karena memberi sensasi tersendiri. Dapat melihat keanekaragaman laut yang tidak bisa disaksikan setiap hari. Apalagi, untuk menekuni diving tak ada kesulitan berarti. Tiap orang, pria atau wanita, bisa menyelam. Petualangan yang menakjubkan!

Dulu orang menganggap scuba diving adalah wisata bahari yang beresiko tinggi. Tak sembarang orang bisa menyelam, kecuali sudah mendapatkan sertifikasi. Perlengkapan yang dipakai pun harus banyak agar terhindar dari resiko buruk di bawah laut. Stigma diving sebagai olahraga ribet dan bahaya mulai sirna sejak empat tahun silam.

Saat ini diving justru menjadi hobi baru kaum urban. Mereka yang bosan dengan mal, cafe atau pegunungan mulai melirik laut. Keindahan alam bawah laut Indonesia yang memukau dan terlengkap di dunia, menarik minat kaum mapan perkotaan, seperti Jakarta, Bandung, serta Bali.

”Kebanyakan berusia 20 hingga 40 tahun,” kata Micahel Sjukrie, pemilik Ody Dive di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Di usia ini mereka sudah memiliki kemandirian, termasuk dari segi finansial. Bukan berarti anak-anak dan orangtua tak menyukai hobi ini. Menurut pria kelahiran Jakarta, 15 April 1971 itu, beberapa peserta diving di tempatnya sudah berusia lebih dari 70 tahun. Michael yang menekuni diving sejak berusia 10 tahun menambahkan, olahraga ini juga bukan monopoli pria. ”Sekitar 70 banding 30,” jelasnya. Sederet artis cantik seperti Titi Kamal, Putri Patricia, Eno Lerian, dan lain-lain sempat menjadi member Ody Dive.

Kegemaran orang terhadap diving juga disebabkan mudahnya menggeluti olahraga air ini. Syaratnya, hanya bisa berenang. “Dan jangan panik,” lanjut Rahmat, salah seorang instruktur di Ody Dive. Panik yang dimaksud adalah ketika Anda bertemu hewan atau ikan laut serta jika terjadi problem pada perlengkapan selam.

Diving bukanlah olahraga yang menuntut kehalian khusus. Sebagai pemula, artinya Anda boleh menyelam di laut sampai kedalaman 18 meter, bisa dipelajari dalam dua pekan. Melalui kurus yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, termasuk Ody Dive, dan mendapat sertifikasi dari Professional Association of Diving Instructors (PADI), Anda sudah mengantongi ijin menyelam. Bila dua minggu terasa lama, pendidikan bisa ditempuh dalam empat hari. Materi kursus meliputi teori dan praktek, baik di kolam renang maupun laut. (Baca juga rubrik Education)

Lengkap dan indah
Laut Indonesia memberi sejuta sensasi. Sebagai salah satu sudut dari ”Coral Triangle”, Indonesia memiliki kekayaan laut paling lengkap. Sekiat 20% terumbu karang dunia ada di sini. Juga mempunyai lebih dari 6000 spesies ikan, 600 spesies karang, gunung berapi bawah laut, palung, sampai bangkai kapal jaman dinasti Cina hingga Perang Dunia II. Dengan 13.500 pulau yang terbentang di garis katulistiwa, Indonesia menjadi tempat terindah bagi penyelam. Hanya Afrika Selatan yang bisa menyaingi keindahan laut Indonesia. Karena laut dingin, Afsel memiliki ikan-ikan berukuran besar.

Begitu indahnya laut Indonesia sampai Michael bingung jika ditanya lokasi mana yang paling menakjubkan. “Sulit. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri,” jelas pria yang juga menjadi underwater recreational consultant itu. Beberapa tempat yang menjadi tujuan utama diving adalah Laut Banda, Manado (Sulawesi), Laut Bali, Flores, Komodo serta Raja Ampat di Papua.

“Paling favorit memang Bali dan Manado,” tambah Michael. Itu karena infra struktur di dua tempat itu sudah baik. Penerbangan ke sana selalu ada. Hotel mewah banyak. Masyarakat juga siap menerima wisatawan, kapan pun juga. Sementara di tempat lain, seperti Ambon dan Banda, yang memiliki laut indah, infra struktur yang ada belum sebagus Bali, sehingga tak bisa diving setiap saat.

Weekend Trip
Di Jakarta, lanjut Michael, diving juga digandrungi. Mereka datang dari berbagai profesi mulai artis hingga pengusaha. Untuk menampung aktifitas mereka, Ody Dive memiliki base camp di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Setiap akhir pekan mereka mengadakan trip ke tempat tersebut. Selain mereka yang mengambil kursus, diving tiap pekan ini bisa diikuti siapa saja.

“Biaya sekali trip Rp 1.850.000,” jelas Michael yang juga mempunyai hobi fotografi bawah laut. Biaya itu sudah termasuk transportasi pulang pergi ke Pulau Pramuka dan akomodasi selama di sana. Tetapi, belum termasuk peralatan dan perlengkapan diving. Jika tak memiliki peralatan sendiri, Ody Dive menyewakan alat tersebut. Biaya Rp 275.000 untuk sehari.

Kalau keranjingan diving, lebih baik membeli perlengakap sendiri seperti baju selam, regulator, tabung oksigen, snorkel, masker, fin (sepatu katak), lampu dan lain-lainnya. ”Satu set perlengakapan sekitar US $ 1.500. Itu yang standar,” jelas Michael. Jika ingin menaikkan kualitas perlengkapan, tentu jauh lebih mahal lagi. (Highlight Majalah Jakarta 3636 edisi 55, Agustus 2010)

Comeback untuk raih gelar kedelapan

Banyak yang meragukan kemampuan Niki Lauda saat dia memutuskan kembali ke arena Formula One pada 1982. Juara 1975 dan 1977 itu berhenti membalap pada pertengahan 1979. Lauda menjawab keraguan itu dengan memenangi F1 musim 1984. Keraguan yang sama muncul saat Micahel Schumacher akan berkiprah di musim 2010, ketika usianya sudah tak muda lagi: 41 tahun.

Pertanyaan yang dihadapi Schumi –sapaan akrab Schumacher dan Lauda sama persis: masih mampukah mereka meraih gelar juara? Saat keraguan publik itu muncul, usia Lauda ’baru’ 36 tahun, sedang umur Schumi saat ini lebih tua 5 tahun. ”Saya yakin masih mampu membalap di F1. Banyak yang menyangsikan kemampuan fisik saya. Tapi saya tak peduli,” kata Lauda saat memutuskan comeback.

Optimisme yang sama juga diperlihatkan Schumi. ”Saya tujuh kali juara dunia. Tidak ada harapan lain kecuali menjadi juara dunia lagi. Saya sangat yakin,” ujar kelahriran 3 Januari itu mantap. Musim lalu, sebenannya Schumi akan balik lagi ke arena bersama Ferrari untuk menggantikan Felipe Massa yang cedera. Sayang, Februari itu pembalap asal Jerman tersebut malah cedera leher saat mengendarai motor.

Dia pun urung bergabung dengan Ferrari dan berlabuh ke Mercedes setelah kesehatannya benar-benar pulih. Schumi akan berpartner dengan Nico Rosberg, mantan pembalap Brawn GP. Motivasi Schumi untuk merebut trofi kedelapan sangat tinggi. Dia mengaku sejak berhenti dari arena balap pada 2006, dia merasa lelah dan jenuh. ”Absen tiga bulan memberi energi sangat tinggi,” lanjut Schumi.

Schumacher terakhir menjuarai F1 pada 2004 bersama Ferrari. Meski sejak 2006 tak membalap lagi, namun dia yakin bisa bersaing dengan pembalap muda seperti Jenson Button (30), Lewis Hamilton (25) serta Sebastian Vettel (22). Apalagi dia didukung oleh Ross Brawn serta Mercedes. Ross adalah orang yang berperan penting bagi Schumi saat menyabet tujuh gelar juara dunia di Ferrari.

Comeback Schumi disambut baik oleh Lewis Hamilton. “Saya selalu menyaksikan Michael saat saya masih di katgeori yunior. Saya berharap saat di F1 bisa bertemu sang legenda. Saya senang bisa balapan dengan dia,” kata pembalap asal Inggris ini. Tentu, persaingan musim 2010 ini bakal seru dengan kehadiran sang fenomenal Michael Schumacher.

Jika Niki Lauda membuat sensai dengan menjadi juara pada 1984 bersama McClaren setelah sebelumnya raih gelar yang sama pada 1975 dan 1977 bersama Ferrari, akan Schumi –mantap pembalap Ferrari ini- akan membuat sensasi lebih besar dengan menjadi juara dunia kedelapan kali dengan tim yang berlainan? Kita tunggu aksi Schumi! (Majalah 3636 edisi 49, Februari 2010)