Nola Riatyas

Sempat menjajal dunia film, Nola Riatyas kembali ke habitatnya sebagai seorang model. “Aku ga bakat main film,” ujar Oya, sapaan akrabnya. Gadis ayu kelahiran Jakarta, 22 November ini sudah menekuni model sejak SMU. Berbagai prestasi pernah diraih pemilik tinggi 168 cm dan berat 51 kg ini, termasuk menjadi 25 sensual woman ME Asia 2009. Bagaimana menjaga tubuhnya agar tetap seksi? ”Aku rajin renang dan treadmill,” ujar pengagum David Beckham itu. Hmmm Foto: koleksi pribadi (freekick edisi 45, September 2009)

Anastasha Bharwani

freekick edisi 44, Agustus 2009
freekick edisi 44, Agustus 2009

Suka gaya lumba-lumba

Menjadi model dan pemain sintron, juga layar lebar, menyita waktu Anastasha Bharwani. Dengan waktu yang relatif sempit, alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu tetap dituntut tampil fresh, cantik dan seksi. Berbagai upaya pun dilakukan Assha, panggilan sehari-harinya, agar berat badannya tetap ideal dengan tinggi 160 cm dan berat 44 kg. Kelahiran Bandung, 30 Januari 1983 itu pun rajin berenang dan fitness.

”Saya suka gaya lumba-lumba. Gaya itu paling menghabiskan tenaga tapi bisa membentuk seluruh badan khususnya bokong, kaki, tangan dan punggung,” ujar gadis yang juga aktif mengikuti seminar tentang akting itu. Soal fitness, pemain film Hantu Perawan Jeruk Purut itu menyukai body pump, tari latin dan yoga. ”Kalau sudah selesai saya terusin angkat beban. Ga berat sih, yang penting bisa mengencangkan otot yang kendur,” lanjutnya.

Di samping olahraga teratur, Assha juga melakukan diet ketat. Selama fitness dia menghindari makan garam, gula, santan dan air es. “Empat poin itu yang bikin badan kita jadi seperti ‘badan air’,” ujar pemilik nama lengkap Assha Maulida Ajeng Syahlani itu. Assha memilih makan lima kali dengan porsi kecil. Caranya, di antara tiga jam makan berat, dia makan snack rendah kalori sehingga tak perlu porsi besar saat makan. ”Di atas jam enam sore, saya hanya makan buah,” tambahnya. Usaha keras Assha memang tak sia-sia. Wajahnya tetap segar dengan tubuh ideal. Photographer: Aditya S, Documentation by ME Magazine.

Vina Soraya, Berkeringat itu seksi

Olahraga bukan hanya menyehatkan tetapi juga menjaga berat badan agar tetap ideal. Berkat renang dan fitness, tubuh Vina Soraya tetap seksi, tinggi 168 cm dan berat 52 kg, sehingga menjadi salah satu Finalis 25 Sensual Woman Asia 2009. Gadis kelahiran Jakarta, 16 Januari 1984 inipun menyukai pria yang gemar olah tubuh. ”Lihat pria berkeringat tuh kayaknya seksi dan bugar,” ujarnya.

Penyuka warna merah, putih dan hitam ini juga menggemari sepakbola, olahraga sejuta umat. Klub pujaannya adalah Arema. “Kesannya sangar,” katanya sambil tertawa. Meski lahir di Jakarta, tetapi darah Malang mengalir lewat sang ibu. Sayang, karena kesibukannya, pemilik kulit langsat ini jarang menyaksikan pertandingan Arema. ”Kadang sih nonton di tivi,” lanjut Vina.

Soal pemain idola, Vina memuja bintang bogel asal Argentina Diego Armando Maradona. “Dia tuh pemain terbaik sepanjang massa,” pujinya. Dia menceritakan bagaimana hebatnya Maradona yang bisa mencetak gol Tangan Tuhan ke gawang Inggris. Walau muncul pemain-pemain muda seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, kecintaan Vina pada Maradona tetap tak luluh. ”Pokoknya Maradona terhebat,” tegasnya. DH, foto: Dodie Arnoldy

FITRIA APRIYANI

Tergila-gila dengan Maradona
Tergila-gila dengan Maradona

Mata indahnya menerawang, mencoba mengingat-ingat nama penyerang timnas Indonesia asal Ambon. “Itu loh yang badannya kecil. Lincah,” ujarnya. Meski tak berhasil menyebut nama, tetapi Fitria Apriyani -biasa dipanggil Fitri- gemar menyaksikan tim Merah Putih berlaga. Memang gadis Solo kelahiran 27 April 1981 ini lebih banyak menyaksikan lewat layar kaca ketimbang datang ke stadion Gelora Bung Karno di Senayan. “Ga ada yang nemenin kesana sih,” ujarnya centil.

Kalau klub pujaan, alumni Teknologi Informatika Universitas NegeriYogyakarta ini, tergila-gila dengan Manchester United. Klub asal Inggris tersebut, menurut dara bertinggi 160 cm dan berat 48 kg ini, memiliki mental juara dan bintang-bintang ngetop. “Ronaldo lah. Ganteng, kharismatik dan pinter,” jawab Fitri ketika ditanya siapa pemain MU pujaannya. ”Jadi nggak Juli nanti kesini. Pengen liat pemain-pemain MU,” lanjutnya.

Kecintaan Fitri pada sepakbola hanya sebatas menonton. Dia tak bisa memainkan si kulit bundar. Olahraga yang dilakoni hanyalah jogging. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai Assistant Secretary, Fitri menyempatkan diri untuk jogging. Tapi jangan sekali-kali mengajak pemakai sepatu nomor 37 ini bermain pingpong. ”Pusing. Bolanya kecil dan cepat,” katanya. Jadi, suka yang gede ya? (freekick 42, Juni 2008)

Ria Kirana

Wajahnya lembut. Bicaranya pelan dan senyumnya terus mengembang. Siapa nyangka, Puteri Solo ini menggemari olahraga keras: tinju. “Aku senang ngliat tinju. Sportif,” ujar Ria Kirana. Gadis kelahiran Solo, 14 Mei 1984 ini paling demen ngliat gaya bertinju Mike Tyson. ”Seru. Pukulannya gila,” tambah mantan bintang iklan Yamaha dan Milo itu. Untuk petinju lokal, dia kagum dengan Christ John. Pria asal Banjarnegara ini berhasil meraih predikat Super Champions setelah sepuluh kali mempertahankan gelar.

Namun bukan karena tinju jika tubuh Ria tetap ideal dengan tinggi 168 cm dan berat 49 kg. “Gila apa aku bertinju,” ujarnya sambil tertawa. Untuk menjaga kelangsingan tubuhnya, dia rutin berlari. “Aku selalu jogging,” tambahnya. Sesibuk apapun, dia menyempatkan diri berolahraga. Bahkan, di sela-sela pemotretan. “Bukan hanya menjaga berat badan, tapi juga demi kesehatan,” lanjutnya.

Walau menyukai tinju, tapi dia berpikir seribu kali jika menjalin kasih dengan petinju. ”Kayaknya ga tertarik deh,” tukasnya. Dia lebih suka menjalin asmara dengan lelaki biasa. ”Standar aja. Yang penting pengertian, baik dan jujur,” katanya. Bagi Ria, membicarakan dunia model dan olahraga lebih menarik ketimbang membahas asmara. ”Kapan kita nonton tinju?” ajaknya sebelum menutup pembicaraan. (freekick edisi 41, Mei 2009)