5 smartphone paling gress

BlackBerry Bold 9900: Stainless Steel Frame

Bentuknya compact dengan bahan dasar stainless steel. Berat hanya 130 gram dengan dimensi 115 x 66 x 10,5 mm.  Lebih tipis dibanding versi sebelumnya. Ponsel terbaru keluaran RIM ini menggunakan OS BlackBerry 7. Dengan OS ini kemampuan akses internetnya lebih cepat. RIM mengklaim 40% lebih hebat daripada BlackBerry 6. Kemampuan multi media juga lebih kaya. Guna menyimpan data, BB 9900 memiliki memori internal 8 GB. Bisa di up grade dengan micro SD sampai 32 GB.

 

Apple iPhone 4: Longer Battery Life

Ponsel  baru keluaran Apple ini, dari sisi disain, lebih menarik dibanding versi sebelumnya. Selain tipis (hanya 9,3 mm), bagian depan dan belakang juga dilapisi panel kaca. Salah satu kehebatan iPhone 4 adalah daya tahan baterai yang super lama walau menggunakan prosesor A4, sama seperti yang dipakai iPad. Ukuran bateri lebih besar sehingga mampu bicara tujuh jam pada jalur 3G, enam jam browsing 3G, sepuluh jam browsing WiFi, sepuluh jam video, empat puluh jam music, serta tiga ratus jam standby.

 

Sony Ericsson Xperia Play: Portable Game

Bukan sekedar smartphone biasa untuk mengakses data dan internet. Lebih dari itu, Xperia Play, bisa disulap menjadi portable game station. Saat Anda menggeser ponsel, game pada sliding akan menampilkan D-pad digital, dual touch-pad, dual tombol bahu dan empat ikon khas Play Station, yakni Circle, Cross, Square, dan Triangle. Anda juga bisa mendownload langsung berbagai jenis permainan dari Play Station Suite. Teknologi yang diterapkan pada ponsel ini sangat mendukung game dengan prosesor Snapdragon 1GHz dan Andreno GPU. Sistem operasi yang dipakai Android 2.3 Gingerbread.

 

Samsung Galaxy S II: Fast & Slim

Samsung mengklaim Galaxy S II sebagai ponsel paling tipis dengan dimensi  125.3 x 66.1 x 8.5 mm dengan bobot 116 gram. Tampilan boleh mini, namun kinerjanya optimal berkat dukungan teknologi super canggih.  Mengusung prosesor Orion dual-core 1GHz sehingga mampu meningkatkan kinerja Graphic Processor Unit (GPU).  Menggunakan layar sentuh 4.3 inci dengan mengadopsi jenis Super AMOLED Plus, yang disebut-sebut sebagai teknologi paling canggih saat ini. Didukung OS Android 2.3 Gingerbread, kinerja ponsel tipis ini sangat cepat, baik untuk browsing, game, maupun merekam gambar menggunakan kamera.

 

HTC Titan: Huge Screen

Ponsel yang memanjakan Anda, baik untuk browsing, main game, atau memotret. Dengan layar 4.7 inci, apa pun yang Anda kerjakan menjadi lebih nyaman. Membaca berita, membuka Facebook atau Twitter, main game, membuka atau mengedit dokumen, bahkan untuk memotret. Fitur kamera 8 megapixel dibekali mode panorama untuk mengambil gambar lebar, layaknya sebuah kamera digital. Dilengkapi  lensa F 2.2 dan BSI sensor sehingga menghasilkan gambar sempurna dengan resolusi tinggi dalam berbagai kondisi cuaca. Ponsel keren ini memiliki tebal 9.9 mm sehingga pas digenggaman tangan. (Majalah Jakarta 3636, edisi 67 2011)

Smartphone Buying Guide

Jumat siang. Ribuan orang antri di mal Pacific Palace, Jakarta. Antrian itu mengular, mengikuti tali yang sudah disediakan panitia. Tertib dan lancar. Padahal, acara sesungguhnya baru dimulai Sabtu dinihari. Apa yang mereka cari? Sebuah smartphone! Mereka rela antri berjam-jam menunggu penjualan perdana Samsung Galaxy S II, akhir Juli 2011. Saat launching, vendor elektronik asal Korea Selatan itu menyediakan 1.200 unit ponsel yang mereka sebut Super Smartphone. Dan ludes dalam sekejap. Tentu, berkat harga spesial yang ditawarkan Samsung.

Terlepas harga promo yang ditawarkan, fenomena di atas menunjukkan smartphone menjadi primadona baru bisnis ponsel. Menurut catatan International Data Corporation (IDC), selama kwartal kedua 2011, pasar smartphone dunia tumbuh 65,4% per tahun. Sudah 106,5 juta unit smartphone terjual di pasar. Bila penjualan ponsel biasa dikuasai oleh Nokia, tidak demikian dengan smartphone. Apple menguasai pasar dengan 19,1%, disusul Samsung 16,2%, Nokia 15,7%, Research In Motion (produsen BlackBerry) 11,6%, serta HTC 11,0%. Nokia menguasai pasar ponsel secara global karena mereka merajai penjualan ponsel kasta menengah dan murah.

Di Indonesia, pertumbuhan pasar smartphone juga menarik. Alino Sugianto, Presdir Sony Ericsson Indonesia,  mengatakan Indonesia adalah pasar potensial dengan angka pertumbuhan sekitar 30% tahun ini. Dan tahun 2013 pertumbuhan smartphone diperkirakan mencapai 50%. Angka ini lebih besar dibanding pertumbuhan pasar smartphone dunia. Pasar menggiurkan ini tentu menarik bagi produsen ponsel dunia sehingga mereka menyerbu Indonesia. Nokia, Samsung, RIM, Apple, Sony Ericsson, serta vendor-vendor China, seperti ZTE, berlomba-lomba memasarkan smartphone. Belum termasuk pemain-pemain lokal seperti Nexian, Ti-Phone, Mito, dan lain-lain.

Apa itu Smartphone?

Sebagai ponsel “smart” tentu berbeda dengan ponsel biasa. Secara sederhana, smartphone bisa diartikan sebagai alat yang bukan hanya bisa dipakai untuk menelepon, tetapi juga memiliki kemampuan yang ada pada komputer yaitu mengirim dan menerima e-mail dan mengedit dokumen Office. Sebelum lahir smarthpone, kita harus memiliki dua piranti, yaitu ponsel untuk telepon serta PDA (personal digital assistant) sebagai portable organizer yang bisa disinkronisasikan dengan komputer.

Sebagai piranti yang menggabungkan ponsel dan komputer, smartphone harus memiliki fitur-fitur khusus. Pertama, mempunyai sistem operasi sebagai wadah aplikasi seperti Android (Google), BlackBerry, Windows (Microsoft), dan lain-lain.  Kedua, memiliki sejumlah apkilasi untuk bekerja. Bisa creat & edit Microsoft Office, setidaknya melihat file, atau mengedit foto. Memungkinkan untuk mengunduh aplikasi lain untuk keperluan bisnis.

Fitur ketiga yang wajib ada adalah akses internet. Saat ini banyak ponsel yang memanfaatkan jaringan 3G atau bahkan 4G sehingga akses ke website semakin mudah. Fitur selanjutnya adalah keyboard QWERTY. Keyboard tersebut memudahkan kita untuk mengetik layaknya sebuah komputer. Berkirim e-mail atau membuat bahan presentasi pun semakin gampang. Fitur wajib kelima adalah messaging. Smartphone bukan hanya bisa mengirim dan menerima SMS. Lebih dari itu. Harus bisa menerima dan mengirim email dan instant messaging seperti Yahoo Messanger, Google Talk, atau BlackBerry Messenger (BBM).

Pasar Seksi

Popularitas BlackBerry di Indonesia tak perlu diragukan. Dari 50 juta pemakai BB di seluruh dunia, tiga juta di antaranya berada di sini. Penjualan BB pun terus meroket sehingga RIM harus mengeluarkan model-model baru dengan harga lebih miring untuk mengakomodasi keinginan publik memiliki ponsel cerdas ini. Fitur jejaring sosial, kemudahan akses internet serta BBM telah memikat masyarakat. Nokia pun tak mau ketinggalan. Selain memroduksi smartphone kelas atas, mereka juga merilis smartphone yang menyasar kalangan menengah bawah dengan harga terjangkau.

Indonesia memang menjadi pasar seksi bagi smartphone. Beberapa vendor mengincar kita. Bahkan Sony Ericsson, vendor gabungan Swedia-Jepang, mengandalkan Indonesia sebagai ladang utama penjualan smartphone. Alino Sugianto –Presdir Sony Ericsson Indonesia, kepada Indonesia Finance Today, menyatakan optimis dengan pertumbuhan smartphone di Indonesia yang diperkirakan mencapai 30% tahun ini.

Smartphone yang digemari publik adalah ponsel yang memiliki sistem operasi Android karena sifatnya yang terbuka dan memiliki 300 ribu aplikasi.  Di kwartal pertama 2011, penjualan smartphone Android di Indonesia menyumbang 30% dari total penjualan ponsel Android Sony Ericsson di Asia Pasifik. Wajar, kalau perusahaan ini memfokuskan pada bisinis smartphone Android dan memilih Indonesia sebagai basis penjualan.

Selain Sony Ericsson, Samsung pun membidik Indonesia. Head of Marketing Handheld Phone Business PT Samsung Electronics Indonesia, Eka Anwar, menargetkan penjualan smartphone di Indonesia pada 2011 naik 15% dibanding sebelumnya.  Dia tak gentar dengan popularitas iPhone dan BlackBerry karena Samsung bisa menawarkan ponsel dengan fitur yang sama, namun harga lebih miring. Untuk menyasar segmen menengah, Samsung meluncurkan Samsung Mini yang berbasis Android.

Vendor asal China dan lokal turut meramaikan pasar smartphone. ZTE Corporation mematok target penjualan smartphone Android CDMA sebesar satu juta unit. Mereka optimis target tersebut dapat terlampaui karena pemain handset Android CDMA di Indonesia masih sedikit. Saking optimisnya, mereka akan mengalihkan pasar dari segmen low end ke menengah, yang memiliki daya beli lebih baik. Untuk menembus pasar, ZTE melakukan kerja sama bundling dengan sejumlah operator telepon seluler.

Vendor lokal, Nexian, langsung menggarap pasar smartphone dengan memanfaatkan popularitas BlackBerry. Ponsel Nexian yang sejak awal dibundling dengan operator telekomunikasi laris manis di pasar. Bahkan, di awal peluncuran, orang harus berebut untuk mendapatkan ponsel tersebut.

Memilih Smartphone

Banyaknya jenis dan merek smartphone yang beredar di pasar mengharuskan kita untuk memilih ponsel sesuai keinginan dan kebutuhan. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Beberapa hal yang wajib diperhatikan adalah:

1. Hardware

Dari sisi hardware, ada banyak factor yang dipertimbangkan. Pertama, jenis keyboard yang diinginkan, apakah hard keyboard atau virtual keyboard. Tentukan, jenis mana yang paling nyaman untuk kita. Kedua, lebar layar dan resolusi. Makin lebar layar, tentu makin memudahkan kita dalam melakukan aktifitas, baik browsing maupun ketika membuka situs jejaring sosial. Bukan sekedar lebar, layar harus memiliki resolusi tinggi agar warna yang ditampilkan lebih menawan.

Faktor ketiga adalah prosessor dan memori. Ini penting. Sebagai ‘otak’ ponsel, kualitas prosessor akan menentukan cepat lambatnya smartphone dalam bekerja. Termasuk untuk akses internet. Sedangkan memori berpengaruh terhadap kapsitas penyimpanan data sebuah ponsel. Faktor kelima adalah kamera. Saat ini, banyak ponsel yang memiliki kamera ganda dengan kemampuan setara dengan kamera digital. Bahkan mempunyai kemampuan merekam gambar video. Makin bagus kualitas kamera, makin memudahkan kita untuk mengabadikan momen-momen penting untuk berbagi informasi dengan sesama. Dan hal terakhir yang meski diperhatikan adalah daya tahan baterai. Pilih ponsel yang memiliki daya tahan baterai paling lama sehingga tak merepotkan kita ketika berada di perjalanan dan tak tersedia listrik.

2. Platform (sistem operasi)

Ponsel memiliki sistem operasi yang berlainan. Memang, sebagian vendor memiliki platform sendiri, seperti Apple dan RIM. Artinya, jika Anda membeli ponsel iPhone (buatan Apple) otomatis platform yang digunakan adalah iOS buatan mereka sendiri. Sistem operasi ini canggih dan terintegrasi dengan piranti lain keluaran Apple seperti iPod dan iPad. Sedangkan, jika Anda membeli BlackBerry otomatis sistem operasi yang dipakai adalah BlackBerry. Platform mudah dimengerti oleh lintas generasi dan juga menyediakan aplikasi hiburan.

Namun beberapa vendor  memroduksi ponsel dengan sistem operasi yang berlainan. Ada yang memakai Windows Phone, Android, atau Symbian. Masing-masing platform memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, SO Android yang sedang naik daun memiliki sifat ‘terbuka” sehingga kita bisa menginstall aplikasi baru sesuai keinginan dan kebutuhan.

3. Service Provider

Pertimbangan berikutnya adalah memilih Service Provider. Ada dua jenis layanan yaitu GSM (Global System for Mobile Communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access). Sebagian besar negara-negara di dunia menggunakan layanan GSM sehingga memudahkan kita untuk berkomunikasi. Sedangkan CDMA yang berbasis sistem komunikasi radio memiliki keterbatasan saat dibawa ke luar negeri. Keterbatasan lain CDMA adalah sulit melakukan panggilan saat kita sedang mengakses internet.  Setelah menentukan jenis layanan yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah memilih perusahaan service provider. Pilih perusahaan yang memiliki jaringan terluas sehingga koneksi lebih lancar dan tak terbatas. (Majalah Jakarta Edisi 67,  September 2011)

 

 

Ultimate Tablet

Ultimate Tablet

Hidup serasa belum lengkap tanpa tablet. Piranti mungil ini menjadi gadget serba bisa yang mudah ditenteng kemana-mana. Bisa dipakai memutar film atau video, mendengarkan musik, main game, browsing internet sampai memotret. Bahkan bisa digunakan untuk membaca buku, majalah atau koran. Bentuknya elegan dan fungsinya bermacam-macam. Jenis tablet yang beredar di pasar pun bermacam-macam, mulai produk luar sampai local. Berikut adalah tablet yang layak Anda koleksi.

1. Apple iPad 2

Kemampuan ipad 2 jauh lebih baik dibanding seri sebelumnya. Dilengkapi dua kamera (depan dan belakang) sehingga bisa digunakan untuk video conference. Penggunaan dual core processor (prosesor 1,2GHZ Apple A5, RAM 512 MB) membuat kinerja iPad 2 sama dengan laptop berkemampuan tinggi. Steve Jobs, bos Apple, mengatakan kemampuan grafis iPad 2 sembilan kali lebih cepat dibandingkan dengan versi pendahulunya. Kinerja yang menakjubkan ini didukung dengan penampilan yang elegan dan memesona. Bentuknya 33% lebih tipis. Hanya 8,8 mm dengan berat sekitar 600 gram. Daya tahan baterai sangat baik. Tahan sampai 10 jam untuk akses web dengan Wi-Fi, melihat video atau mendengarkan musik. Namun, bila Anda memakai jaringan data 3G, baterai hanya tahan sampai 9 jam. Kali ini, Apple juga memroduksi sendiri aksesori untuk ipad 2 mulai dari smart cover, digital SV adapter,   camera connection kid, dan lain-lain.

2. BlackBerry PlayBook

Tablet keluaran BlackBerry ini ringkas. Berat hanya 425 gram, dengan dimensi 19,4 x 13 x 1 cm. Bagian belakang PlayBook terbuat dari material karet sehingga tidak licin dan tahan banting. Mudah dan fleksibel masuk ke tas kerja. Selain unggul dalam portability, kelebihan tablet ini terletak pada kemampuan multitasking. Apalagi, layar selebar 7 inchi memiliki resolusi prima, 1024 x 600 pixel sehingga menghasilkan gambar yang sangat tajam, detail, serta kaya warna.  Dengan kemampuan multitasking itu, Anda bisa memutar video atau film sambil browsing, mendengarkan musik atau chatting. Saat memutar film dan Anda membuka browser, maka jendela multitasking akan memperlihatkan thumbnail (jendela kecil) berisi browser dan video. Harus diakui, multitasking PlayBook sangat prima dibanding tablet lain. Hanya sayangnya, tablet ini belum memiliki jaringan 3G serta tidak bisa email dan BBM tanpa menggunakan BlackBerry. Anda harus pairing dengan BlackBerry melalui aplikasi Blackberry Bridge.

3. Motorola Xoom

Dari sisi hardware, tablet ini sangat mumpuni. Didukung dengan prosesor Tegra 2 Dual Core serta sistem operasi Android 3.0 (Honeycomb), kinerja Motorola Xoom sangat memuaskan. Baik untuk browsing maupun memutar video. Layar selebar 10,1 inchi dengan resolusi 800 x 1280 pixel mampu menampilkan gambar sempurna dengan detail warna yang memukau. Layar terbuat dari Gorilla Glass sehingga tak memerlukan pelindung layar.  Dilengkapi dua kamera. Di bagian belakang memiliki resolusi 5 megapixel. Hanya memerlukan dua detik untuk autofocus. Kamera tersebut bisa merekam video dengan kualitas High Definition (1280 x 720 pixel) dengan kecepatan 30 fps. Hasil rekaman tajam dan halus. Di atas layar terdapat kamera 2 megapixel yang bisa difungsikan untuk video call. Kalau soal ukuran, tablet ini terlihat lebih bongsor dibanding yang lain (dimensi 249.1 x 167.8 x 12.9 mm dan berat 730 gram).

4. Nexian Genius (NX A7500)

Tablet perdana keluaran Nexian ini dibekali sistem operasi Android 2.2 Froyo dengan prosesor 600 MHz keluaran Qualcom yang bekerja pada jaringan 3.5G sehingga memudahkan koneksi ke internet. Lebar layar 7 inchi yang dilengkapi dengan kamera 2 megapixel, Bluetooth, GPS/AGPS, serta Micro SD Slot. Sebagai tablet produk local, Nexian Genius sudah memiliki aplikasi preloaded berupa portal berita (Kompas, Detik, Bisnis Indonesia, Bintang Indonesia, dan Kapanlagi), aplikasi social media (Facebook), serta internet browser (Opera Mini). Kelebihan utama Nexian Genius terletak pada harga. Dibandingkan dengan tablet buatan luar negeri, harga Genius hanya sekitar setengahnya. Bisa menjadi salah satu alternatif.

5. Ti-Pad Justin

Tablet keluaran Ti-Phone ini berbeda dengan tablet lokal lain yang biasanya menggunakan layar  7 inchi. Layar Ti-Pad Justin lebih lebar, yaitu  8 inchi. Fitur lain nyaris sama, termasuk sistem operasi yang digunakan, Android 2.2 Froyo. Kelebihan Justin adalah adanya TIS (T-Internet Service) Application yaitu paket layanan unlimited mobile internet berupa T-market (toko aplikasi berbasis Android), T-Book (aplikasi Facebook), T-Messanger (apliasi Chatting), T-Mail (aplikasi Push Mail), serta Opera Mini (aplikasi Browsing).  (Majalah Jakarta 3636 edisi 66, Agustus 2011)

 

LIFESTYLE GADGET

Cindy, Manajer Marketing perusahaan consumer goods ternama, tak bisa dipisahkan dengan iPad. Melalui tablet tersebut, semua kebutuhan komunikasi bisa terpenuhi. Untuk berkirim email, presentasi, membuat laporan, up date status di Facebook atau Twitter, membaca buku atau majalah hingga main game bisa dilakukan melalui piranti mungil tersebut.

“Saya bisa mengerjakan laporan di tengah perjalanan,” kata wanita berkulit langsat ini. Selain aplikasi untuk bekerja, iPad juga memberinya hiburan menarik. “Angry Bird dan Talking Tom-nya seru. Lumayan untuk ngisi waktu kosong,” tambahnya riang. Mobilitas tinggi Cindy memang membutuhkan piranti serbaguna seperti ini. Bentuknya elegan dan mungil sehingga mudah dibawa kemana-mana.

Di samping fungsional, tablet juga sudah menjadi gaya hidup. Orang berlomba-lomba untuk mendapatkan tablet impian. Saat Samsung meluncurkan Galaxy Tab, orang rela antre berjam-jam untuk mendapatkan barang tersebut. Bahkan, tablet produksi lokal, Nexian Genius (NX A7500), juga diserbu pembeli saat menggelar pameran. “Responnya sangat baik,” kata Andy Jobs, Chief Marketing Officer Selular Group, perusahaan yang memasarkan Nexian. Hal senada juga diungkapkan oleh Monthany Bahterazar, Marketing Manajer Ti-Pad Justin.

Menurut laporan Strategy Analytics yang dilansir akhir Juli lalu, penjualan tablet pada kuartal kedua 2011 mengalami kenaikan hingga 331 persen (15 juta unit). Penjualan Apple enam juta lebih banyak dibanding periode yang sama tahun lalu. Hanya, dominasi pasarnya menurun dari 94,3 persen menjadi 61,3 persen. Yang menarik, tablet Android makin diminati karena meraih 30,1 persen pangsa pasar. Ini menunjukkan, persaingan di bisnis tablet komputer semakin ketat.

Menurut Andy, banyaknya perusahaan yang mengeluarkan tablet, justru menguntungkan konsumen. Pasar pun akan terbentuk dengan sendirinya. Pemilik budget besar, bisa membeli PlayBook (BlackBerry), iPad (Apple), Acer Iconia, Galaxy Tab (Samsung), atau Motorola Xoom. Sedangkan, mereka yang memiliki budget pas-pasan bisa memilih tablet-tablet lokal yang beredar di pasar. Perlu dicatat, setelah iPad lahir, muncul tablet-tablet baru dengan harga yang bervariasi. Untuk produk lokal, muncul Nexian Genius, Ti-Pad Justin (Ti-Phone), OnePad Sp 1110 (Zyrex), AndroTab (Pixcom) dan PicoPad (Axioo). Sedangkan tablet China juga membanjiri pasar dengan merek Skybee, CSL Bluberry, Archos, Huawei, dan EG Touch. Tablet lokal, umumnya, sudah dilengkapi dengan aplikasi preloaded berupa portal berita dari situs lokal seperti Detik, Kompas, Bisnis Indonesia, dan lain-lain.

Strategi pemasaran tablet lokal juga jitu. Mereka menggandeng operator (bundling) dengan memberikan paket berlangganan yang menarik. “Tabletnya seperti gratis. Harganya hampir sama dengan langganan internet selama setahun,” tambah Andy, menanggapi lakunya Nexian Genius saat mengadakan pameran. Ti-Phone tak mau ketinggalan. Mereka mengeluarkan program TIS (TiPhone Internet Service). “Seperti BlackBerry Messanger (BBM). Langganan cuma Rp 50 ribu per bulan, unlimited,” jelas Monthany.

Kelebihan Tablet

Tablet laku di pasar karena bentuknya sangat portebel. Tipis, kecil dan ringan. Beratnya di bawah satu kilogram. Ringkas dan bisa masuk ke tas kerja. Berbeda dengan laptop atau netbook yang membutuhkan ruang lebih besar. Meski kecil, ukuran layar tablet cukup lebar . Apalagi jika dibandingkan dengan layar ponsel. Bisa membuka halaman web dengan nyaman, baik dalam posisi portrait maupun landscape.

Tablet dilengkapi dengan teknologi seluler seperti 3G atau 3.5G untuk mengakses data maupun melakukan kegiatan klasik HP seperti SMS. Juga memiliki fitur Wi-Fi sehingga tidak membutuhkan kabel LAN untuk membuka internet. Beberapa tablet memiliki dua kamera dengan kemampuan memadai untuk membuat fotografi mobile maupun sekedar chat video.

Fitur game pada tablet memungkinkan permainan bergrafis tiga dimensi. Walau tak memiliki tombol kontroler fisik, layar sentuh tetap bisa memunculkan kontroler visual yang menyediakan kenyamanan setara. Aplikasi unggulan tablet yang tak ada pada notebook adalah e-book reader. Kita bisa menyulap piranti ini menjadi buku digital atau majalah digital. Bisa membaca majalah, surat kabar, atau buku kesukaan tanpa harus membawa buku tebal kemana-mana. Membaca buku melalui tablet terlihat lebih keren dibanding memegang buku tebal segede bantal.

Geser Laptop

Perkembangan teknologi secara umum, menurut Andy Jobs, terbagi menjadi dua hal yaitu convergence dan divergence. Convergence berarti satu alat bisa memiliki banyak fungsi. “Bisa untuk MP3, kamera, televisi, dan lain-lain,” lanjutnya. Misalnya, dengan tablet, kita bisa mendengarkan musik, memotret, video call, maupun membaca buku dan main game. Sedangkan divergence mengacu pada makin beragamnya teknologi yang ditawarkan. Dulu, kita hanya mengenal email gratisan dari Yahoo. Kini, muncul email sejenis dengan fitur menarik, seperti Gmail. Begitu juga dengan media sosial yang sebelumnya hanya Friendster dan Facebook, kini muncul Twitter.

Kemajuan terknologi tablet dikhawatirkan akan menggeser peran notebook. Namun, Montahany tak yakin tablet akan membunuh notebook karena perbedaan aplikasi dan fitur yang ada pada kedua gadget itu. “Untuk saat ini belum,” katanya. Ke depan ada kemungkinan tablet menggeser peran notebook jika tablet dikembangkan lagi. Sebagai catatan, saat ini sudah beredar keyboard wireless sebagai aksesori tablet. Dengan demikian, tablet bisa berperan seperti notebook. Tetapi kalau kita membawa tablet sekaligus keyboard, apa bedanya dengan membawa notebook?

Para pakar marketing pun tak yakin tablet akan membunuh laptop. Tablets will wound, but not kill laptops. Banyak alasan yang dikemukakan. Jaringan di perusahaan sebagian besar masih menggunakan Microsoft Windows sehingga pemakaian laptop masih relevan dan dibutuhkan dibandingkan tablet yang memiliki sistem operasi yang berbeda-beda. Harus diakui, mayoritas jaringan komputer di dunia menggunakan Microsoft Windows. Sistem operasi pada tablet juga tak sehebat dan seluas Windows atau Mac. Dari kaca mata ini, laptop masih lebih produktif. Selain itu, mengetik menggunakan tablet dengan virtual keyboard kurang optimal. Memang, kita bisa membeli keyboard tambahan. Namun, ini menjadi kurang relevan.

Alasan lain adalah soal pasar. Pasar komputer, apapun versinya mulai dari PC, notebook, netbook, sampai tablet sangat besar. Tidak mungkin tablet bisa mengambil alih seluruh pasar tersebut. Tahun lalu, tablet hanya terjual 15 juta unit. Padahal penjualan komputer satu kuartal  saja, lebih dari 93 juta unit. Di samping besarnya pasar, permintaan pasar terhadap komputer masih terfokus pada produktifitas. Dari sisi ini, laptop masih lebih produktif dibanding tablet karena didukung hardware dan software yang lebih mumpuni. Satu hal lagi, harga notebook dan netbook cenderung turun sehingga mendekati daya beli masyarakat. Penurunan harga dengan fitur yang lebih oke tentu menarik masyarakat untuk membeli notebook. Pendeknya, laptop dan tablet memiliki fungsi dan pasar tersendiri. Kehadiran tablet tak akan membunuh notebook meski tetap mempengaruhi pasar. (Highlight Majalah Jakarta 3636, edisi 66 Agustus 2011)

Gadget super keren!

Acer  Iconia Tab A100: Tablet & Smartphone

Tablet baru yang wajib dimiliki. Melalui Iconia Tab A100, Acer berhasil memadukan tablet dan smartphone. Layar sentuh tujuh inci yang dilengkapi teknologi gyro sensor menghasikan gambar yang memukau. Untuk browsing pun super cepat berkat pemakaian prosesor dual-core Nvida Tegra 2 dengan kecepatan 1GHz, dan penggunaan sistem operasi Android Honeycomb (v3.0) serta didukung HSDPA dan HSUPA. Memiliki dua kamera. Kamera utama 5 MP, sedangkan kamera kedua 2 MP. Fitur hiburan menakjubkan, baik audio maupun video. Hebatnya lagi, melalui tablet ini, Anda bisa mengirim dan menerima SMS serta voice call.

Samsung Replenish: Eco-friendly Smartphone

Ponsel baru keluaran Samsung ini mengusung isu ramah lingkungan. Karena mengklaim eco-friendly, sekitar 82% material Samsung Replenish bisa didaur ulang. Di panel bagian belakang dilengkapi solar charging sehingga memudahkan pengisian baterai. Cukup 20 menit terkena sinar matahari, Anda bisa berbicara selama satu jam. Bentuk ponsel dengan sistem operasi Android 2.2 Froyo ini hampir mirip dengan BlackBerry Bold 9700, termasuk tombol Qwerty-nya. Pas di tangan dan terlihat elegan. Untuk sementara hanya tersedia warna hitam dan biru. Belum ada informasi, kapan ponsel ramah lingkungan ini masuk ke Indonesia.

Creative ZEN Style M300: Bluetooth PMP

Popularitas iPod Nano mulai tertandingi oleh ZEN Style M300. Portable Media Player (PMP) buatan Creative Technology ini memiliki konsep yang hampir sama dengan Nano. Meski tak menggunakan layar sentuh, tetapi ZEN Style menyediakan tombol sentuh yang sensitif sebagai navigasinya. M300 dilengkapi teknologi Bluetooth untuk dihubungan dengan headseat wireless. Kelebihan lainnya adalah terdapatkanya slot SD card untuk menambah memori jika memori yang tersedia (4, 8, dan 16 GB) dirasa kurang. M300 juga kompatibel dengan beberapa file multimedia seperti MP3, WMA, WAV, JPEG dan SMV video. Baterai awet, tahan hingga 20 jam (pada file audio berformat MP3  128 kpbs, 4 menit/lagu). (Majalah Jakarta 3636 edisi 65, 2011)