Akita University: Kampus Pertambangan Tertua di Jepang


PENDIDIKAN - AKITA

Meski kalah populer dibanding universitas lain di Jepang, Akita University (Akita Daigaku) adalah kampus pertambangan tertua di negeri itu. Di samping fasiltas pendidikan dan penelitian yang memadai, Akita University juga menawarkan studi lapangan ke berbagai daerah dan negara lain untuk mengenalkan kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Tradisi pendidikan dan penelitian di bidang sumber daya alam di kampus ini dimulai Maret 1910 tatkala Akita Mining College memberi pelatihan kepada tenaga kerja di sektor pertambangan. Setelah lebih dari 100 tahun berdiri, kampus tersebut berperan penting dalam industri pertambangan di Jepang dengan  mencetak banyak ahli tambang, baik di bidang mineral, metal mapun minyak dan gas.

Sebagai kampus pertambangan tertua, fakultas yang paling terkenal  adalah Faculty of Engineering Science. “Banyak mahasiswa asing yang mengikuti program ini karena selain kesempatan untuk field trip ke negara lain, proses belajar juga dalam bahasa Inggris, sehingga memudahkan mahasiswa asing yang belum fasih berbahasa Jepang,” ujar  Tina Triwijianti Sandriputri.

Guna mempertahankan citra sebagai gudang ilmu pertambangan, Akita University membuat fakultas baru : Faculty of International Resource Science. Menurut dekan Fakultas Ilmu Sumberdaya Alam Internasional,  Sato Tokiyuki, pendirian fakultas ini sebagai langkah memperkokoh platform dalam pendidikan dan penelitian di dunia pertambangan.

Studi Lapangan

Akita University menerapkan metode unik dalam proses belajar. Universitas dengan 3 kampus di Tegata, Hondo dan Hodono di Kota Akita, Prefektur Akita ini lebih banyak menggunakan studi lapangan dalam proses belajar mengajar sehingga mahasiswa bukan hanya mendapatkan ilmu pengetahun tetapi juga memahami kebudayaan dan kehidupan masyarakat sekitar Akita.

“Akita University menyediakan banyak sekali kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dan kehidupan di Akita dengan gratis, atau kalaupun bayar hanya dengan biaya yang sangat terjangkau. Dalam 6 bulan, saya sudah dua kali ikut kegiatan farm stay, kegiatan di mana kita tinggal di rumah petani di Prefektur Akita dan merasakan secara langsung kegiatan bercocok tanam di sana,” jelas Tina.

Selain farm stay, ada juga kunjungan ke pusat-pusat budaya dan berbagai festival di Akita. Wanita kelahiran Jakarta, 2 April 1984 itu sudah mengunjungi cukup banyak tempat berkat program spesial bagi mahasiswa internasional. “Salah satu program favorit bagi mahasiswa internasional adalah bermain ski  tiap Desember,” lanjut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro itu.

Sebagai guru, Tina pun pernah mengunjungi proses belajar-mengajar di beberapa sekolah di Prefrektur Akita. Studi lapangan seperti ini akan memperkaya mahasiswa dengan pengalaman nyata, sekaligus bahan perbandingan dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa di negaranya masing-masing.

Geologi Jurusan Favorit

Menurut Tina, mahasiswa Indonesia yang belajar di Akita Univeristy hanya 9 orang. Mayoritas, yakni 8 mahasiswa, kuliah di jurusan Earth Science and Technology (Geologi). Jumlah orang Indonesia yang tinggal di Akita pun relatif sedikit, hanya 25 orang. “Walaupun orang Indonesia tidak banyak, tapi hubungan kami menjadi sangat dekat sehingga rasanya seperti punya keluarga kedua di sini,” kata Tina.

Salah satu mahasiswa Indonesia yang mengambil program doktoral di jurusan Economic Geology adalah Stephanie Saing (23). Economic Geology adalah jurusan yang mempelajari bagaimana proses terbentuknya deposit mineral, seperti emas, tembaga dan lainnya dengan menggunakan berbagai metode pendukung. Disebut Economic Geology karena riset dilakukan untuk menyelidiki apakah deposit tersebut ekonomis untuk ditambang dan untuk mengembangkan potensi area yang dapat diekplorasi.

Saat ini Stephanie mengerjakan riset di salah satu perusahaan tambang di Indonesia. Saat aplikasi, Stephanie ditawari beasiswa Leading Program yang baru saja dimulai di Akita sejak 2012. Program ini berbeda dengan beasiswa lain di Jepang karena beasiswa ini umumnya 5 tahun dimulai dari master hingga doktor dengan kurikulum khusus dalam Bahasa Inggris dan program ini memberi dukungan untuk mengikuti konferensi, kursus ataupun field trip ke mana saja yang diizinkan supervisor. “Dengan Leading Program diharapakan dapat menjadi  pemimpin di masa datang dimanapun mereka ditempatkan, seperti universitas, lembaga pemerintahan dan industri,” jelas Tina.

Ada 3 universitas di Indonesia  yang bekerja sama dengan Akita University, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Trisakti (Jakarta), dan Univesitas Hasanudin (Makassar). Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta segera menyusul. Tujuan kerja sama ini adalah penelitian bersama  di bidang geologi. “Dari kegiatan inilah, mahasiswa Indonesia diundang untuk kuliah di Akita University, seperti kebanyakan teman-teman saya di sini. Hampir semua diundang oleh profesor di Akita University,” tambahnya. Beberapa mahasiswa mendapat beasiswa dari MEXT, dengan tes kompetensi. Ada pula yang datang berkat sponsor dari perusahaan tertentu.

 

Teacher Training Program

Melalui seleksi ketat, bersaing dengan 300 guru se-Indonesia, Tina Triwijianti Sandriputri berhasil mendapat beasiswa dari MEXT untuk mengikuti Teacher Training Program di Faculty of Education and Human Studies, Akita University. Selama 18 bulan dia belajar di sana, 6 bulan intensif belajar bahasa Jepang dan 12 bulan sisanya dilanjutkan dengan pendalaman bahasa Jepang  disertai riset program bersama profesor pendamping.

Dia fokus pada riset  jurusan pendidikan matematika karena sejak awal guru di BPK Penabur Jakarta itu mengajar bidang studi ini. Dia mengambil pendidikan matematika karena banyak sekali kursus matematika Jepang yang berkembang pesat di Indonesia. Selain itu, kualitas pendidikan di Akita bagus. Banyak lulusan SMA Akita yang berhasil kuliah di universitas-universitas ternama di Jepang.

Melalui program pelatihan ini, dia berharap menjadi guru yang lebih kompeten dan profesional sehingga bisa menjadi teladan bagi guru lain.

Kata Kunci:

Geologi /Chishitsu  (地質)

Studi Lapangan/Ensoku (遠足)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s