Ninjutsu Indonesia Club: Menghapus Imej Buruk Ninja di Tanah Air


KOMUNITAS-NIC.jpg
HaloJepang! April 2015

Menjelang Pemilu 1999, ninja identik dengan penjahat kelas wahid yang bisa membunuh kyai dan ulama tanpa ketahuan jejaknya. Stigma buruk ini membuat Ninjutsu Indonesia Club (NIC) prihatin. Mereka keliling Indonesia untuk mengenalkan ninjutsu (ninja) yang sesungguhnya. Kini, ninja tak lagi bermakna negatif.

Maraknya pembunuhan terhadap kyai yang diduga dilakukan oleh ninja terjadi di Jawa Timur, seperti di Banyuwangi dan Bojonegoro. Tahun 1998, kyai –yang dituduh dukun santet- yang meninggal di Banyuwangi hampir mencapai 150 orang. Konon, pembunuh yang berpakaian ala ninja itu bisa melompat setinggi 2-3 meter, lalu menghilang tanpa bekas.

“Saya keliling Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” kata Sensei Sanmoon Nakamura, Ketua NIC kepada HaloJepang! belum lama ini. Tur keliling Indonesia yang disponsori oleh partai politik ini dilakukan selama empat tahun, 2002-2006. Satu pulau yang tidak disinggahi adalah Maluku karena saat itu sedang terjadi kerusuhan berbau SARA.

Perjalanan untuk mengenalkan ninjutsu menghadapi berbagai tantangan. Beberapa pendekar dari ilmu bela diri lain, datang silih berganti. Mengajak Nakamura berduel guna mengetahui kedigdayaan ninjutsu. “Di Kalimantan, saya duel dengan pendekar Dayak,” kenangnya.

Diawali di Bali

Jebolan Kevin Harthore Ninja School Australia ini mulai mengenalkan ninjutsu di Bali. “Saat itu saya berlatih sendirian di Pantai Kuta,” kata alumni Monas University itu. Lalu, satu demi satu ikut bergabung. Pria kelahiran Semarang, 19 April 1969 itupun akhirnya membentuk NIC pada 1994.  Karena mendapat pekerjaan baru di Jakarta, dia pun bermukim di Bogor. Di kota hujan ini, peminat ninjutsu justru bertambah.

Tak mudah membentuk perguruan ninja. Apalagi bela diri ini tergolong baru. Pada awalnya, anggota NIC hanyalah para penggemar film-film ninja. Kini, anggota NIC mencapai 800 orang yang tersebar di 30 cabang.

Di NIC, anggota tidak hanya belajar ilmu bela diri. Mereka juga menyerap filosofi ninja, yaitu bagaimana bertahan dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya meski keras dan sulitnya kehidupan yang mereka hadapi.

Saat ini ninja makin dikenal publik. Lebih penting lagi, masyarakat tak menganggap ninja sebagai penjahat atau pembunuh misterius. “Sekarang saya mengenalkan diri sebagai ninja tak masalah,” jelas Nakamura. Malah, ninjutsu mulai digemari orang. Dalam berbagai kesempatan, anggota NIC tampil untuk menghibur atau unjuk keahlian. Mereka juga sering diundang oleh televisi, baik lokal maupun asing, untuk mengenalkan komunitasnya. Beberapa diantaranya juga menjadi bintang iklan untuk  produk-produk industri.

Tiga Tahun

Menurut Nakamura untuk menguasai ninjutsu, sampai tahap mahir, dibutuhkan waktu sekitar tiga tahun. “Harus belajar terus, tanpa putus,” tegasnya. Ninjutsu berasal dari kata nin dan jutsu. Nin artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Ninjutsu adalah ilmu beladiri yang mengandalkan strategi. Berkembang sejak abad ke-7 M di daerah Iga pegunungan Togukure di pedusunan Jepang. Konon, pendiri ninjutsu bernama Daisuke Togakure. Dia yang menyempurnakan ninjutsu menjadi teknik berkelahi canggih yang menyatu dengan kegiatan mata-mata dan spiritual. NIC, lanjut Nakamura, mengajarkan bagaimana menjadi ninjutsu sejati yang menguasai  18 jurus.

Dalam mendidik ninja Nakamura mengenalkan seluruh jenis ilmu yang ada. Jika beberapa diantaranya dianggap kurang sesuai dengan keyakinan anak didiknya maka bagian tersebut bisa dihilangkan. “Kita ajarkan semua, tapi praktiknya disesuaikan dengan budaya dan keyakinan kita,” jelasnya.

Dalam upaya penyesuaian itu, NIC mengenalkan aliran ninja baru yakni Sanmoon Ryu Ninjutsu. “Lebih tepatnya sih self defense ninjitsu. Saya mencoba untuk mengubah ninjutsu sedikit demi sedikit menjadi tidak mengerikan, serta tidak memakai penutup kepala,” jelasnya. Seragam ninja dengan wajah terbuka ini membuat ninja semakin ramah dan bersahabat. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s