Nonaka Kazuto: Membangun Karakter Melalui Bisbol


HaloJepang! Edisi Maret 2015
HaloJepang! Edisi Maret 2015

Bermain bisbol bukan sekedar olahraga fisik tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian. Melalui bisbol, orang diajarkan untuk bekerja keras, berpikir strategis serta bekerja sama dengan orang lain. Lewat bisbol pula orang akan menghargai sebuah proses dan tak melulu melihat kepada hasil.

“Bisbol mengharuskan orang untuk kerja tim,” ujar Nonaka Kazuto, pelatih Timnas Bisbol Indonesia kepada HaloJepang! belum lama ini. Menurut pria kelahiran Tokyo,  6 Juni 1961 itu, pemain Indonesia harus meningkatkan kerja sama tim. Kelemahan dalam kerja sama ini, menjadikan Indonesia hanya bagus untuk olahraga perorangan. “Indonesia bagus di tinju dan bulu tangkis. Untuk olahraga tim masih kurang,” tambahnya.

Guna membangun sebuah tim yang solid diperlukan waktu dan tenaga ekstra. “Butuh tiga tahun. Berlatih tiap hari tanpa libur,” kata Nonaka serius. Dia tak main-main. Totalitasnya dalam membina olahraga bisbol di Indonesia sudah teruji.  Dia memulai karir sebagai pelatih bisbol tim Red Sox di Bali pada 2006. Berkat kesuksesannya membesut Red Sox, Nonaka ditunjuk menjadi pelatih timnas bisbol Indonesia dari 2007-2010.

Jeda dari timnas, dia menjadi arsitek tim bisbol provinsi Jawa Timur (2011-2012) dan Vio Club, Surabaya (2013). Berkat tangan dingin Nonaka, tim bisbol Jatim mampu berbicara banyak di kancah bisbol nasional. Ironisnya, prestasi timnas bisbol Indonesia malah merosot. Untuk itu, Nonaka diminta menangani timnas Indonesia lagi sejak 2014 lalu.

Dia mengakui, untuk membentuk tim bisbol  Indonesia yang hebat tidak mudah. Bisbol bukan olahraga favorit sehingga minat sponsor terhadap olahraga ini juga kurang. Akibatnya, penghasilan pemain bisbol pun kalah dibandingkan olahraga lain seperti sepak bola  atau bulu tangkis. Kendati demikian, Nonaka meyakinkan, bisbol memiliki prospek cerah khususnya di luar negeri. Penghasilan altet bisbol di Amerika Serikat hanya sedikit di bawah pembalap Formula One.

Menjadi pemain bisbol profesional, lanjutnya, bisa dijadikan pekerjaan dan menghasilkan uang. Beberapa atlet bisbol Jepang pun memilih bermain di Amerika Serikat yang memberikan gaji dan fasilitas menggiurkan.  Oleh karena itu, dia meminta pemain bisbol Indonesia tak perlu gamang dengan masa depannya.

Kembali Jaya

Keputusan Perserikatan Bisbol & Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) mengundang kembali Kazuto Nonaka untuk melatih timnas dilandasi atas keinginan untuk mengembalikan kejayaan bisbol di negeri tercinta ini. Di era Nonaka (2007-2010) Indonesia untuk kali pertama menyabet Piala Asia (Asian Cup) 2009 di Thailand. Sebelumnya, di SEA Games 2007 di Thailand, Indonesia merebut medali perunggu.

Masa kejayaan bisbol berakhir setelah Nonaka tak lagi menjabat sebagai pelatih. Bahkan, Indonesia tidak mengirimkan tim bisbol di Sea Games 2011 dan 2013 karena dianggap peluang mendapatkan medali sangat kecil. Saat itu, Indonesia hanya mengirim atlet yang berpotensi menggondol medali.

“Banyak mantan murid saya yang menelepon. Minta saya untuk menjadi pelatih lagi,” ujar Nonaka dengan mimik serius. Atlet bisbol pantas resah lantaran Indonesia tidak bisa tampil di ajang Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta. Kita hanya menjadi tuan rumah dan penonton atlet bisbol Asia berlaga.

Sembari melatih, Nonaka berkeinginan pula memopulerkan bisbol ke masyarakat. Caranya bisa bermacam-macam. “Kita kirim pemain Indonesia ke Jepang. Mereka berlatih dan mendapat support dari sana,” jelas lelaki yang suka meditasi itu. Pihaknya juga berupaya mendatangkan bintang bisbol asing ke Indonesia agar mendapatkan ekspos dari media massa. “Peran televisi dan media massa penting untuk mengangkat pamor bisbol,” tambahnya.

Ketika melatih timnas bisbol, Nonaka menekankan pada pentingnya kerja sama dan kerja keras seluruh tim. Tak segan-segan dia mengajak anak didiknya berlatih ke Jepang, negeri di mana bisbol mendapatkan tempat terhormat. Di sana, timnas melakukan latih tanding melawan tim-tim papan atas dari beberapa perusahaan ternama seperti Toshiba, Honda, dan Mitsubishi.

Kini, Ketua Yayasan Bali Indah Ciptakarya itu berharap kejayaan Bisbol Indonesia kembali terulang. Kerja keras saja belumlah cukup. Latihan fisik harus diimbangi dengan kemampuan teknis. Menurutnya, bisbol memerlukan fisik dan stamina tangguh ditopang teori, teknik, dan mental bertanding.

Melalui kerja sama apik di antara semua pemangku kepentingan, Nonaka yakin tim bisbol Indonesia bisa menyumbang medali di ajang Sea Games. Bila Sea Games 2017 di Malaysia belum bisa meraih juara maka pada Sea Games 2019 Indonesia harus merebut medali emas. Semoga!

Profil Kazuto Nonaka

1961                       : Lahir di Tokyo, 6 Juni

1984                       : Lulus Universitas Nihon, Jurusan Administrasi Bisnis

2006                       : Pelatih Tim Bisbol Red Sox,  Bali

2007-2010            : Pelatih Timnas Bisbol Indonesia

2011-2012            : Pelatih Bisbol Provinsi Jawa Timur

2013                       : Pelatih Tim Bisbol VIO Club , Surabaya

2014                       : Pelatih Tim Bisbol Red Sox,  Bali

2014-Sekarang  : Pelatih Timnas Bisbol Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s