Hiroshima University: Mencetak Guru Berkualitas


HaloJepang! Edisi Maret 2015
HaloJepang! Edisi Maret 2015

Horishima University adalah satu-satunya kampus di Jepang yang menawarkan jurusan Peace. Jurusan ini mengingatkan  pada Perang Dunia II di mana Hiroshima adalah salah satu kota yang dihujani bom atom oleh Sekutu sehingga Jepang takluk. Walau memiliki jurusan langka, sebagian besar mahasiswa Indonesia lebih suka memilih kuliah di Graduate School of International Development and Cooperation (IDEC) saat menimba ilmu di kampus ini.

IDEC favorit karena kelas international sehingga menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. “Jadi tidak ada syarat untuk bisa berbahasa Jepang,” kata Siti Maimunah, mahasiswa PhD jurusan Environmental Economic Laboratory, IDEC, Hiroshima University. Jurusan yang ada di IDEC beraneka ragam seperti Development Policy, Development Technology, Education, Culture serta Peace. Menurut May, sapaan sehari-hari Siti Maimunah, sekitar 30% mahasiswa Indonesia kuliah di IDEC.

Namun, setahun belakangan ini Fakultas Teknik mulai dilirik mahasiswa Indonesia karena fakultas ini banyak menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia termasuk adanya pertukaran mahasiswa selama 3 bulan, 6 bulan dan setahun. “Fakultas Teknik memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Hiroshima University,” lanjut May.

Hiroshima University mempunyai 3 kampus yaitu di Higashi Hiroshima, Kasumi dan Hiroshima City. Kampus utama berada di Higashi Hiroshima (Saijo), kota kecil yang terletak sekitar 30 km dari Hiroshima City. “Kotanya tidak terlalu ramai sehingga nyaman untuk belajar. Fasilitas lengkap. Ada fasilitas olahraga untuk melampiaskan kepenatan setelah belajar,” jelas peneliti di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ini.

Selain itu, sejak 2002, di Higashi Hiroshima juga terdapat masjid. Umat muslim tidak kesulitan untuk  sholat berjamaah maupun sholat Jumat. Pada bulan Ramadhan di masjid ini disedikan iftar dan sholat tarawih.

Top Global Universities

Tahun 2014, Hiroshima University dinobatkan sebagai  Japan’s 13 Top Global Universities. Hiroshima University dikenal sebagai kampus penghasil guru. Kampus tersebut menjadi rujukan bagi mayoritas fakultas pendidikan di Negeri Matahari. Dilihat dari sejarah berdirinya, Hiroshima University pantas menjadi kiblat pendidikan guru.

Kampus yang berdiri pada 31 Mei 1949 ini dibentuk dari delapan komponen yakni  Hiroshima University of Literature and Science, Hiroshima Higher Normal School, Hiroshima Normal School, Hiroshima Women’s Higher Normal School, Hiroshima Young Men’s Normal School, Hiroshima High School, Hiroshima Higher Technical School, dan Hiroshima Municipal Higher Technical School. Tahun 1953, Hiroshima Prefectural Medical University turut bergabung ke Hiroshima University.

Beberapa komponen yang melebur ke Hirsohima University memiliki tradisi kuat sebagai pencetak guru berkualitas. Hiroshima Higher Normal School yang berdiri 1902 dikenal sebagai pusat pelatihan untuk guru sekolah menengah di Jepang. Sedangkan pendidikan keguruan di Hiroshima University of Literature and Science yang dibentuk 1929 serta Hiroshima Higher Normal School dibimbing oleh Kementerian Pendidikan Jepang.  “Fakultas terbaik di Hiroshima University adalah Faculty of Education. Fakultas ini perintis berdirinya Hiroshima University dan sebagai salah satu fakultas pendidikan tertua di Jepang,” kata wanita kelahiran Malang, 23 Mei 1978 itu.

Hiroshima University banyak menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajahmada, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Hassanuddin dan beberapa kampus negeri lainnya. Program double degree antara UI dan UGM sudah berjalan 6 tahun dan sekarang masuk peridoe kedua untuk 6 tahun ke depan. Program tukar pelajar, short visit, short courses dan beberapa program lain sudah berjalan.

Menurut May, biaya hidup di kampus ini berkisar Y 100.000 (single) dan minimal Y 150.000 untuk keluarga. “Tempat tinggal rata-rata  Y 15.000 (dormitory), tapi kalau di luar dormitory bisa Y 25.000- Y 45.000,” jelasnya. Pengeluaran untuk gas antara Y 4.000 – Y 15.000, listrik dan air Y 5.000 – Y 10.000, makan Y 30.000 – Y 60.000, transportasi, asuransi, komunikasi Y 20.000, serta lain-lain Y 5.000. (*)

 

Development Policy

Lulus dari Jurusan Statistik, Institut Pertanian Bogor saya bekerja sebagai peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan. Kemudian saya mendapat beasiswa double degree dari Bapenas (2007-2009) untuk mengambil master di UI-Hiroshima University. Saya mengambil jurusan Environmental Economic Laboratory (Development Policy).

Saya memilih jurusan ini karena saya peneliti di bidang transportasi darat. Saya sedang melakukan penelitian terkait efektivitas penyediaan angkutan umum melalui implementasi kebijakan-kebijakan cross boundary sehingga bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. Selain itu, di jurusan ini saya juga belajar tentang lingkungan. Terkait isu perubahan iklim dan juga polusi termasuk polusi kendaraan bermotor dan dampaknya secara ekonomi.

Tahun 2012 saya melanjutkan ke jenjang doktoral dan mendapatkan beasiswa Monbukagakusho (MEXT special program). Jurusan saya adalah Development Policy di bawah Graduate School of International Development and Cooperation (IDEC). Saya mendapat beasiswa Y 145.000 setiap bulan. (*)

One thought on “Hiroshima University: Mencetak Guru Berkualitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s