YOJICO: Menyatukan Pecinta Jejepangan di Yogyakarta


Tabloid HaloJepang! Edisi Februari 2015
Tabloid HaloJepang! Edisi Februari 2015

Pecinta Jejepangan di Yogyakarta, baik anime, manga, dorama (drama Jepang), tokusatsu, cosplay maupun musik (J-musik), berkumpul dalam satu wadah: Yojico. Sebelumnya, Yojico adalah sekumpulan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI)Yogyakarta  yang tertarik kepada budaya Jepang. Kini, anggotanya beragam dari anak Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Nama Yujico menurut Tannin Tan, salah satu pendiri komunitas ini, adalah singkatan dari Yogyakarta Jepang ISI Community.  Tannin bersama Adam Maulana Yaris dan Harry Prasetya bertemu di Concert Hall ISI pada 5 Juli 2013. Mereka sepakat untuk mengumpulkan para pecinta budaya Jepang dalam sebuah komunitas.

“Awalnya kita mengadakan workshop membuat manga tiap minggu. Kebetulan anggota kita ada yang mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual dan dia pintar membuat komik. Makanya kita dorong untuk workshop,” jelas Tannin. Ternyata, peserta workshop semakin banyak sehingga anggota Yosico pun terus berkembang.

Untuk menjalin komunikasi dengan sesama anggota mereka mempunyai tempat berkumpul yang disebut Sarasgakure dan basecamp yang dinamai Oren Mansion.  Yojico memiliki lima divisi, yaitu divisi band, divisi industri kreatif & bazar, divisi cosplay, divisi fotografi, serta divisi cover  dance. Divisi cover dance baru dimulai tahun 2015. Koordinatornya bukan mahasiswa ISI melainkan mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta.

Karena pecinta budaya Jepang di Yogyakarta kian berkembang maka Yojico pun membuka diri. Langkah awal membuka member untuk umum dilakukan pada acara Yojico bertajuk Okaeri  di Gedung Ajiyasa ISI pada 14 Desember 2013. “Namanya tetap tapi bukan lagi singkatan seperti pada awal berdiri,” jelas mahasiswa jurusan musik ISI ini.

Band Unggul

Dari lima divisi yang ada di Yojico, divisi band menjadi unggulan. “Kami makin dikenal setelah manggung di berbagai pentas,” tambah Tannin. Sebelum pentas, mereka hanya bermusik di studio guna mengusir penat sehabis kuliah. Saat iseng itulah Tannin menciptakan sebuah lagu yang dijadikan mars Yojico. Ternyata banyak yang menyukai lagu ini sehingga grup band Tannin cs sering diundang manggung di berbagai acara Jejepangan. Baik yang digelar di kampus maupun taman budaya.

Yojico band berdiri 31 Mei 2014 dengan personal : Tannin (vocal), Ibob dan Adam (gitar), Priambodo (bas) dan Gilang (drum). Band ini terbilang unik. Setiap anggota Yojico bisa manggung asalkan mereka memiliki kemampuan sesuai bidangnya. “Vokalis tidak harus saya. Siapa saja yang bisa nyanyi boleh menjadi vokalis,” lanjut Tannin. Grup band ini dijadikan ‘pintu masuk’ bagi Yojico untuk merekrut anggota baru. Selain manggung dengan membawakan lagu-lagu Jepang, mereka pun fasih menyanyikan lagu-lagu baru yang sedang tren. Yojico sudah manggung di Jogja Hobbies & Toys, Jogja Expo Center, serta menjadi homeband Sushi Tei dan menjadi bintang tamu pada pagelaran seni di beberapa kampus.

Meski divisi band menjadi unggulan bukan berarti divisi lain terabaikan. Mereka tetap mengadakan kegiatan sesuai kebutuhan. Divisi anime sering menggelar workshop dengan mengikuti tren yang ada. “Kita sering kumpul di kampus ISI,” kata Tannin. Kegiatan lain yang diadakan Yojico adalah kuliner, karaoke, nonton bareng, traveling, dan belajar bahasa Jepang.

Guna menambah pengetahuan tentang budaya Jepang, Yojico juga mengadakan acara berbagai pengalaman. Nara sumbernya mahasiswa Jepang yang kuliah di Yogyakarta. Mereka menceritakan kehidupan di Negeri Sakura. Kegiatan ini menarik lantaran nara sumbernya orang Jepang asli. Umumnya mereka yang kuliah di Yogyakarta bukan berasal dari kota-kota besar di Jepang. “Mereka kebanyakan dari pedesaan. Jadi ceritanya menarik,” jelas Tannin sambil tertawa.

Kreatif dan Berprestasi

Yojico berupaya mengeksplorasi kreatifitas anggota. Divisi industri kreatif membuat gantungan kunci, tas lukis, property cosplay, kakigori serta animasi. Hasil produksi dijual pada saat bazar. Dengan demikian mereka bisa mengetahui apakah karya Yojico bisa diterima masyarakat atau tidak.

Anggota Yojico juga berprestasi dalam berbagai acara Jejepangan. Tannin dan Vita pernah menjadi juara dua pada Japan-Java Cultere Festival 2014 di Universitas Teknologi Yogyakarta. Gilang Takayama juara satu di Galaujika Jogya Toys Expo 2014. “Gilang juga juara tiga di Mangafest 2014,” tambah Tannin.

Untuk tahun 2015, Yojico ingin membuka toko guna menjual karya anggota. “Kami juga ingin mengadakan Female Cover Dance dan Tokustasu Indie Film,” tutup Tannin. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s