Mie University: Kampus Favorit Mahasiswa Indonesia


Tabloid HaloJepang! Edisi Februari 2015
Tabloid HaloJepang! Edisi Februari 2015

Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam hayati (bioresources) yang  berlimpah. Ke depan SDA hayati akan berperan penting untuk menciptakan  kemakmuran masyarakat. Juga untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional. Sayang, pengetahuan tentang bioresources di negeri ini masih minim. Untuk itu, sebagian besar mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Mie University (Mie Daigaku), Kota Tsu, Prefektur Mie, Jepang memilih belajar di Fakultas Bioresources.

Fakultas Bioresources di Universitas Mie memiliki sejarah panjang.  Saat universitas ini berdiri pada 1949, perguruan tinggi yang terletak di Jepang Tengah tersebut hanya memiliki dua fakultas yaitu Fakultas Pertanian (Agriculture) dan Fakultas Seni (Liberal Arts). Fakultas Pertanian terdiri dari Jurusan Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Jurusan Kehutanan, dan Jurusan Industri Pertanian. Fakultas Pertanian terus berkembang dengan membuka jurusan baru, pengembangan lahan praktik serta membuka program master.

Seiring dengan kemajuan kampus, tahun 1972 Universitas Mie mendirikan fakultas baru yaitu Fakultas Perikanan. Tak lama kemudian, menyusul pendirian laboratorium, pembentukan program master hingga pembuatan kapal praktik Seisui Maru.  Tahun 1987, Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan dilebur menjadi Fakultas Bioresources.  Selanjutnya, berdiri program master (1988) serta program doktoral (1991). Fakultas Bioresources mempunyai tiga jurusan yakni Life Sciences, Envrionmental Science and Technology, dan Sustainable Resources Science. Universitas Mie adalah universitas pertama di Jepang yang memiliki Fakultas Bioresources.

Melihat sejarah panjang Fakultas Bioresources di Universitas Mie, maka wajar jika animo mahasiswa Indonesia untuk mengambil jurusan ini tinggi. “Mahasiswa Indonesia paling banyak ada di Fakultas Bioresources,” ujar Dwinda Nafisah Nurinsiyah, mahasiswa Graduate School of Bioresources, Universitas Mie, kepada HaloJepang! baru-baru ini.

Menurut Dwinda, Universitas Mie memiliki kerja sama dengan kampus yang ada di Indonesia seperti  Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Sriwijaya (Palembang), Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Halu Uleo (Kendari). ” Tapi ada juga mahasiswa PhD yang berasal dari UI dan Universitas di Papua seperti Universitas Manokwari,” tambah alumni Sastra Jepang Universitas Padjadjaran itu. Beberapa dari mahasiswa Indonesia merupakan mahasiswa pertukaran pelajar, Double Degree Program Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan Nasional dan Beasiswa Direktorat Pendidikan Tinggi.

Nyaman dan Muslim Friendly

Mahasiswa asal Indonesia memilih Universitas Mie karena lokasi ini cukup tenang. Kota Tsu, Prefektur Mie adalah kota kecil di Jepang Tengah. Jauh dari hiruk pikuk kota besar seperti Tokyo atau Osaka. “Lokasinya tidak terlalu ramai sehingga nyaman untuk belajar,” jelas wanita berhijab ini.

Di kota kecil, selain tenang, biaya hidup juga lebih murah dibanding kota lainnya. Dari hasil survei yang dilakukan oleh Arfan Abrar dari PPIJ (Persatuan Pelajar Indonesia Jepang) Komisariat Mie Prefektur, biaya hidup per bulan untuk mahasiswa berkisar 80.000 Yen. Rinciannya: tempat tinggal 20.000 yen, gas, listrik, air 6.700 yen,  makan 27.200 yen, transportasi, asuransi, komunikasi 18.000 yen, lain-lain 8.100 yen. Survei dilakukan terhadap mahasiswa yang tinggal di apato (apartemen) dan asrama. Jumlah tersebut bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung gaya hidup masing-masing.

Daya tarik lainnya adalah lingkungan kampus yang Islami. Berkat perjuangan mahasiswa Indonesia, kampus memberikan sebuah ruangan di lantai empat untuk dijadikan mushola. “Dulu kita sholat di lantai tujuh,” jelas Arfan Abrar.  Sekarang, mushola ini digunakan oleh seluruh mahasiswa muslim, termasuk dari Banglades dan Afganistan. Untuk sholat Jumat atau sholat Idul Fitri, mahasiswa bisa mengunjungi masjid Mie yang berada di belakang kampus.

Mendapatkan makanan halal di Mie pun gampang. Di dekat masjid Mie ada toko yang menjual makanan halal. Di beberapa super market, tersedia makanan yang terbuat dari sayuran atau ikan, serta daging berlabel halal. Lingkungan yang tenang, biaya hidup murah serta bersahabat terhadap muslim membuat Universitas Mie menjadi salah satu universitas favorit bagi mahasiswa asal Indonesia. (*)

Lingkungan Hidup (Untuk box kecil)

Lulus S1 Sastra Jepang  Universitas Padjadjaran, saya bekerja sebagai penyiar radio di Bandung, Jawa Barat dan membawakan program Go Green. Di sinilah minat saya terhadap lingkungan meningkat.  Saya pun memilih untuk belajar tentang ekowisata di Mie University. Kampus ini dekat dengan Taman Nasional Ise Shima sehingga saya bisa belajar banyak tentang ekowisata di tempat ini.

Kebanyakan mahasiswa Indonesia yang kuliah di sini awalnya merupakan mahasiswa joint degree atau pertukaran pelajar di Graduate School of Bioresources. Mereka betah kemudian apply untuk melanjutkan PhD. Program Pasca Sarjana Fakultas Bioresources memiliki kerja sama dengan universitas di Indonesia.

Saya mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemendiknas untuk belajar Biorsources di Universitas Mie. Besarnya beasiswa 80.000 yen per bulan. Cukup untuk hidup tapi pas-pasan. Karena itu saya juga menjadi freelance guide di Ike Bunkamura setiap Sabtu dan Minggu. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s