Game Hantu Menguasai Pasar Dunia


Tabloid HaloJepang! Edisi Desember 2014
Tabloid HaloJepang! Edisi Desember 2014

Youkai Watch, game online yang dirilis pada 11 Juli 2013, pernah disebut  sebagai bagian dari runtutan kegagalan Level 5 menelurkan game hits. Penjualan di awal peluncuran kurang impresif. Namun, tak kurang dari setahun penjualan Youkai Watch di Jepang menakjubkan. Level 5 pun meluncurkan Youkai Watch 2 pada 10 Juni 2014. Level 5 optimis, game bergenre pemburu hantu ini mampu menembus pasar dunia, termasuk Indonesia, Eropa dan Amerika Serikat.

Level 5 bukanlah pemain baru dalam dunia game. Mereka pernah melahirkan game populer seperti seri Professor Layton, Inazuma Eleven, White Knight Chronicles, serta Ni No Ku Ni.  Permainan Youkai Watch menyerupai Pokemon. Pemain memerankan karakter gadis cilik atau anak laki-laki kecil yang berteman dengan hantu. Hantu tersebut yang akan membantu pemain untuk memecahkan misteri yang ada di kotanya. Hantu ini pula bisa menangkap hantu lainnya untuk dijadikan teman dalam memerangi hantu lain yang bermakud mengusik ketenangan mereka.

Presiden Level 5  Akihiro Hino kepada media Jepang mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi pasar untuk Eropa dan Amerika dan berharap bisa membawa Youkai Watch 2 ke pasar internasional. “Saya yakin apa yang menarik di Jepang, seperti fantasi, bisa sukses juga di dunia internasional,” kata Akihiro.

Optimisme Akihiro itu dikarenakan pihaknya telah melakukan perubahaan mendasar pada Yokai Watch seri kedua ini di mana terdapat fitur online yang memungkinkan empat player bisa bermain sekaligus untuk bersama-sama menangkap hantu.  Selain itu, Level 5 juga menambah jumlah dan karakter Youkai, termasuk tempat-tempat baru untuk membekuk Youkai. Pekan pertama sejak peluncuran Youkai Watch 2, Level 5 sudah berhasil menjual 1,316,707 copy. Jumlah yang sangat fantastis.

Daya Tarik Hantu

Game hantu memiliki daya tarik tersendiri, termasuk di Jepang. Sebuah game buatan anak muda Bandung berhasil menembus pasar Jepang sejak November 2013. Game tersebut mengambil tokoh-tokoh lelembut khas Indonesia seperti genderuwo dan pocong yang dilengkapi dengan musik gamelan dengan latar kota-kota di Jawa Barat. Game yang diberi judul Inheritage: Boundary of Existence ini buatan studio Tinker Games di Bandung. “Game ini menghadirkan suasana Indonesia dengan latar kota Bandung, Sukabumi, Bogor serta Garut,” kata pendiri Tinker Games, Muhammad Ajie.

Inheritage adalah game yang mengisahkan Nala, dengan temannya Rakyan yang berwujud binatang mistis untuk melindungi kotanya dari serbuan bangsa Yaksa. Game ini pertama kali dikenalkan ke publik Jepang pada acara Tokyo Game Show 2013. Ternyata, sambutan masyarakat Jepang terhadap game ini sangat besar.

Dalam versi Jepang, bahasa pengantar game dialihbahasakan menjadi bahasa Jepang lengkap dengan karakter kanji. Namun, Tinker Games sengaja mempertahankan aspek lain, baik cerita dengan latar belakang kota-kota di Pulau Jawa, termasuk dialog dalam cerita. Lokalisasi bahasa Jepang dari game INheritage: Boundary of Existence dilakukan oleh studio setempat, Kakehashi Games.

Usaha menembus pasar game Jepang juga dilakukan oleh pengembang game lain asal Bandung, Jawa Barat, Digital Happiness. Dalam acara Tokyo Game Show (TGS) 2014, Digital Happiness, melakukan pelokalan terhadap game horor berjudul DreadOut. Game horor khas Indonesia yang fenomenal ini tampil dengan menu dan subtitle bahasa Jepang. “Pelokalan ini khusus untuk acara Tokyo Game Show, sekaligus persiapan kami dalam rencana porting ke konsol dan masuk pasar Jepang,” ujar Rachmad Imron, CEO Digital Happiness.

DreadOut adalah permainan survival horor yang berlatar di Indonesia. Karakter utama, Linda, menggunakan gadget modern, seperti kamera video digital dan smartphone untuk berinteraksi dengan berbagai macam hantu mistis Indonesia, membantunya memecahkan berbagai teka-teki di sebuah kota yang ditinggalkan penghuninya. Ketika Linda “meninggal” dalam permainan ini, dia akan terbangun dalam kegelapan dikelilingi oleh lilin dengan cahaya terang di kejauhan. Dengan menjalankannya menuju cahaya, Linda akan hidup kembali.

Rachmad berharap, DreadOut bisa meraup sukses di Jepang seperti halnya Inheritage yang sama-sama memulai dari acara Tokyo Game Show.  (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s