Serba serbi Jepang


Biksu di Kuil Gotanjo, Fukui, Jepang dikerumuni kucing

VIHARA KUCING: Kucing di Prefektur Fukui, Jepang mendapat perhatian istimewa dari biksu dan masyarakat. Di vihara Gotanjo, biarawan agama Budha itu memberi makan dan merawat kucing sepanjang hari.  Kucing bebas berkelana di kuil dan sekitarnya. Kucing-kucing itu sering duduk dan tidur di dekat Omikuji.

Kucing-kucing tersebut terlihat manja kepada para biksu. Bahkan mereka tak segan-segan mendatangi para pelancong sekedar minta dibelai atau foto bersama. Begitu banyaknya kucing yang menghuni vihara ini sehingga pelancong dan masyarakat sekitar menyebut vihara Gotanjo dengan nama Vihara Kucing. Pelancong bisa mendapatkan kucing-kucing lucu di toko souvenir di sisi vihara. Untuk penggemar kucing, vihara ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi saat plesir ke Jepang.

PACAR SEWAAN: Sebuah perusahaan di Jepang Support One yang memiliki bisnis ‘bohong putih’ melebarkan sayap ke jasa pacar sewaan. Tujuaannya membuat pacar klien cemburu atau orang tua tenang karena anaknya bisa move on, melupakan sang mantan.  Layanan yang diberi nama Jealousy-Generating Brigade (JGB) ini bertarif 5.000 yen untuk satu jam pertama. Tarif berikutnya hanya 3.000 yen per jam, di luar biaya transport dan lain-lain. Tersedia juga paket lima dan delapan jam.

Support One menjamin, pacar sewaan tersebut berwajah ganteng dan cantik. Tidak memalukan dibawa saat pesta atau pertemuan keluarga. Perusahaan ini juga menyediakan berbagai skenario untuk membuat pacar klien cemburu. Misalnya, ketika klien dan pacar akan bertemu, tiba-tiba pacar sewaan ini muncul lalu bercakap-cakap dengan klien. Skenario lain, klien dan pacar sewaan mengadakan pesta lalu mengundang pacar yang sesungguhnya.  Apa pun skenarionya, tujuannya membuat pacar cemburu.

MEDIA SOSIAL HEWAN: Hewan piaraan juga ingin bersosialisasi. Oleh karena itu perusahaan teknologi asal Jepang Anicall Cop mengenalkan Tsunagaru Col, ‘media sosial’ untuk binatang piaraan. Tsunagaru berarti terhubung. Nantinya hewan piaraan akan mengenakan gadget  di lehernya. Alat tersebut terkoneksi dengan aplikasi di ponsel cerdas.

Melalui aplikasi inilah pemilik bisa memantau binatang kesayangannya. Sedang berada di mana dan dengan siapa mereka bergaul.  Tujuan dari Tsunagaru Col adalah menyediakan sarana komunikasi bagi hewan dan memudahkan pemilik memantau pergaulan hewan piaraannya. Tsunagaru Col menarik pengunjung pameran Wearable Device Technology Expo di Tokyo, Jepang, baru-baru ini.

NAMA POPULER: Sebuah situs dan aplikasi bernama Myoji-Yurai Net memiliki layanan unik dengan menyediakan 3.000 nama populer di Jepang. Aplikasi ini bekerja berdasar pada karakter huruf bukan pengucapannya. Jadi, nama dengan ucapan sama jika ditulis dengan huruf baru dan huruf lama akan berbeda peringkatnya. Misal, nama Shibuya bila ditulis dengan karakter baru akan menempati  posisi 234, tetapi jika ditulis dengan huruf lama merosot ke urutan 2995. Nama Sakai menduduki urutan 64 jika ditulis dengan huruf baru dan menempati peringkat 2992 jika ditulis dengan huruf lama.

Nama yang kurang populer adalah Hachiya. Hanya dipakai oleh 4.700 orang. Nama Sato digunakan oleh 2.055 juta orang, sekitar 1,5% dari seluruh penduduk di Jepang. Sebagian nama juga merujuk ke wilayah tertentu. Hachiya dipakai oleh sebagian besar penduduk Kamakura di Prefektur Kanagawa. Lebih dari 50% orang yang bernama Maru tinggal di kota Chiba. Aplikasi yang unik dan menghibur.

2 thoughts on “Serba serbi Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s