One Stop Living


Di Jakarta apartemen makin menjamur. Bahkan di pinggiran ibukota apartemen mulai tumbuh. Jangan salah pilih! Walau kebutuhan tiap orang berlainan, namun ada satu prinsip yang sama dalam memilih apartemen yaitu mendapatkan kenyamanan.

Kenyamanan pun sangat relatif. Untuk menjelaskan kata nyaman bisa membutuhkan ratusan kata dan puluhan kalimat indah. Dan belum tentu memuaskan semua orang. Namun, bagi Riyani Dewi, Marketing Manager The Park Residence, untuk menjelaskan kata nyaman cukup dengan satu kalimat pendek: One Stop Living. “Tak perlu pergi kemana-mana untuk memenuhi kebutuhan kita,” ujarnya.

Agar konsep one stop living bisa terpenuhi, maka hal terpenting yang harus dilakukan adalah memilih apartemen sesuai kebutuhan. Banyak yang harus dipertimbangkan. Pertama, lokasi. Lokasi apartemen sangat penting. Mesti strategis. Dalam arti dekat dengan aktifitas sehari-hari. Juga akses mudah ke berbagai lokasi penting seperti perkantoran, pusat bisnis, shopping center, rumah sakit, hingga salon.  “Jika Anda bekerja di Jalan Sudirman dan Thamrin, tentu Sudirman Park pilihan yang tepat,” lanjut wanita berparas manis ini.

Kedua, fasilitas. Sebelum memilih apartemen, perhatikan fasilitas yang disediakan pengembang. Banyak hal yang harus dilihat, mulai dari kebersihan, keamanan, pusat bisnis, taman hingga lahan parkir. “Di sini ada café di bawah sehingga tak perlu keluar untuk makan,” lanjut Dewi, panggilan akrabnya. Perhatikan juga apakah apartemen tersebut memiliki tempat publik, misalnya taman, sebagai sarana untuk bersosialisasi antarpenghuni. “Kalau soal parkir, untuk apartemen kelas menengah, minimal tersedia untuk satu mobil,” tambahnya.

Investasi Ringan

Menurut Dewi, apartemen adalah pilihan tepat bagi kaum urban. Dengan investasi ringan, kita bisa tinggal di lokasi yang sangat strategis. Harga apartemen jauh lebih murah dibanding dengan landed house. “Harga rumah di sini bisa tiga hingga empat kali harga apartemen,” lanjut Dewi merujuk pada perbandingan harga apartemen dan rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Soal harga, Dewi angkat bahu. Relatif. “Kita tak tahu berapa anggaran tempat tinggal untuk masing-masing orang,” katanya.  Namun, untuk pembelian apartemen melalui kredit bank, ada patokan yang diminta pihak bank. “Besarnya cicilan biasanya sepertiga dari penghasilan,” tambahnya. Bagaimana proses mendapatkan apartemen bukan hal penting untuk dibahas. Tetapi, yang jelas, dengan investasi lebih kecil, kita bisa menempati lokasi emas di metropolitan.

Dengan investasi yang jauh lebih ringan, kita bisa hidup lebih nyaman. Praktis pula. Kita tak perlu membersihkan halaman. Keterbatasan ruang justru menjadi kelebihan. “Jaman sekarang sulit loh mencari pembantu rumah tangga,” ujarnya sambil tersenyum. Kita cukup membersihkan ruang kecil sehingga tak menguras tenaga. Faktor keamanan pun lebih terjamin. Aktifitas keluar masuk apartemen dijaga selama 24 jam sehingga orang yang tak berkepentingan tidak bisa masuk ke apartemen. Kita lebih tenang dan tak was-was.

Salah satu kelemahan apartemen adalah minimnya ruang untuk publik. Namun, jangan khawatir, apartemen baru mulai menyediakan ruang publik yang memadai. :”Kita satu-satunya apartemen yang memiliki taman bernuansa tropis,” ujar Dewi sambil berpromosi. Taman seperti ini menjadi semacam fasilitas umum yang disediakan oleh perumahan biasa. Di sini seluruh penghuni apartemen bisa saling bertemu dan bersosialisasi.

Jangan Salah Pilih

Banyaknya apartemen yang ditawarkan pengembang, menuntut kita untuk berhati-hati dalam memilih. Kesalahan dalam membeli apartemen memiliki efek jangka panjang. Terlebih, kalau apartemen itu akan digunakan sebagai hunian. “Paling aman beli yang sudah jadi,” kata Dewi.

Dengan membeli apartemen yang sudah jadi, kita bisa membandingkan segala hal. Misalnya, bagaimana kualitas layanan dari building management. “Nantinya pengelola gedung yang akan berhubungan dengan kita. Kalau layanannya kurang baik, kita akan repot selamanya,” tambah Dewi. Kita bisa melihat langsung kebersihan apartemen, keamanan, serta fasilitas-fasilitas yang disediakan pengembang.

Sebelum membeli, kita bisa melihat situasi dan kondisi apartemen. Bagaimana suasana apartemen saat hari biasa dan bagaimana situasinya jika akhir pekan. Bisa pula mengintip suasana apartemen saat malam hari. Perhatikan dengan seksama, apakah suasana itu sesuai dengan keinginan dan harapan, atau justru sebaliknya membuat kita merasa tak nyaman.

Selain melihat situasi apartemen, kualitas bangunan pun harus diperhatikan. Kita harus memilih apartemen dengan konstruksi bangunan yang memenuhi standar. Sehingga jika terjadi sesuatu, misalnya gempa atau kebakaran, kita mudah menyelamatkan diri. Jangan sepelekan faktor keamanan karena kita tinggal di gedung bertingkat yang rawan dengan bahaya.

Jika situasi dan kondisi sudah memenuhi harapan, begitu juga dengan konstruksi bangunannya, jangan lupa cek juga track record pengembangnya. “Kita cari informasi mengenai pengembangnya, track recordnya baik atau tidak,” imbuh Dewi. Saat ini, untuk mengecek rekam jejak pengembang sangat gampang. Selain mencari informasi melalui pengembang sendiri, kita bisa pula mencari data melalui teman atau internet. Intinya, jangan salah pilih, baik bangunannya maupun pengembangnya. Demi sebuah kenyamanan. (Majalah Jakarta 3636, edisi 69, 2011)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s