Smartphone Buying Guide


Jumat siang. Ribuan orang antri di mal Pacific Palace, Jakarta. Antrian itu mengular, mengikuti tali yang sudah disediakan panitia. Tertib dan lancar. Padahal, acara sesungguhnya baru dimulai Sabtu dinihari. Apa yang mereka cari? Sebuah smartphone! Mereka rela antri berjam-jam menunggu penjualan perdana Samsung Galaxy S II, akhir Juli 2011. Saat launching, vendor elektronik asal Korea Selatan itu menyediakan 1.200 unit ponsel yang mereka sebut Super Smartphone. Dan ludes dalam sekejap. Tentu, berkat harga spesial yang ditawarkan Samsung.

Terlepas harga promo yang ditawarkan, fenomena di atas menunjukkan smartphone menjadi primadona baru bisnis ponsel. Menurut catatan International Data Corporation (IDC), selama kwartal kedua 2011, pasar smartphone dunia tumbuh 65,4% per tahun. Sudah 106,5 juta unit smartphone terjual di pasar. Bila penjualan ponsel biasa dikuasai oleh Nokia, tidak demikian dengan smartphone. Apple menguasai pasar dengan 19,1%, disusul Samsung 16,2%, Nokia 15,7%, Research In Motion (produsen BlackBerry) 11,6%, serta HTC 11,0%. Nokia menguasai pasar ponsel secara global karena mereka merajai penjualan ponsel kasta menengah dan murah.

Di Indonesia, pertumbuhan pasar smartphone juga menarik. Alino Sugianto, Presdir Sony Ericsson Indonesia,  mengatakan Indonesia adalah pasar potensial dengan angka pertumbuhan sekitar 30% tahun ini. Dan tahun 2013 pertumbuhan smartphone diperkirakan mencapai 50%. Angka ini lebih besar dibanding pertumbuhan pasar smartphone dunia. Pasar menggiurkan ini tentu menarik bagi produsen ponsel dunia sehingga mereka menyerbu Indonesia. Nokia, Samsung, RIM, Apple, Sony Ericsson, serta vendor-vendor China, seperti ZTE, berlomba-lomba memasarkan smartphone. Belum termasuk pemain-pemain lokal seperti Nexian, Ti-Phone, Mito, dan lain-lain.

Apa itu Smartphone?

Sebagai ponsel “smart” tentu berbeda dengan ponsel biasa. Secara sederhana, smartphone bisa diartikan sebagai alat yang bukan hanya bisa dipakai untuk menelepon, tetapi juga memiliki kemampuan yang ada pada komputer yaitu mengirim dan menerima e-mail dan mengedit dokumen Office. Sebelum lahir smarthpone, kita harus memiliki dua piranti, yaitu ponsel untuk telepon serta PDA (personal digital assistant) sebagai portable organizer yang bisa disinkronisasikan dengan komputer.

Sebagai piranti yang menggabungkan ponsel dan komputer, smartphone harus memiliki fitur-fitur khusus. Pertama, mempunyai sistem operasi sebagai wadah aplikasi seperti Android (Google), BlackBerry, Windows (Microsoft), dan lain-lain.  Kedua, memiliki sejumlah apkilasi untuk bekerja. Bisa creat & edit Microsoft Office, setidaknya melihat file, atau mengedit foto. Memungkinkan untuk mengunduh aplikasi lain untuk keperluan bisnis.

Fitur ketiga yang wajib ada adalah akses internet. Saat ini banyak ponsel yang memanfaatkan jaringan 3G atau bahkan 4G sehingga akses ke website semakin mudah. Fitur selanjutnya adalah keyboard QWERTY. Keyboard tersebut memudahkan kita untuk mengetik layaknya sebuah komputer. Berkirim e-mail atau membuat bahan presentasi pun semakin gampang. Fitur wajib kelima adalah messaging. Smartphone bukan hanya bisa mengirim dan menerima SMS. Lebih dari itu. Harus bisa menerima dan mengirim email dan instant messaging seperti Yahoo Messanger, Google Talk, atau BlackBerry Messenger (BBM).

Pasar Seksi

Popularitas BlackBerry di Indonesia tak perlu diragukan. Dari 50 juta pemakai BB di seluruh dunia, tiga juta di antaranya berada di sini. Penjualan BB pun terus meroket sehingga RIM harus mengeluarkan model-model baru dengan harga lebih miring untuk mengakomodasi keinginan publik memiliki ponsel cerdas ini. Fitur jejaring sosial, kemudahan akses internet serta BBM telah memikat masyarakat. Nokia pun tak mau ketinggalan. Selain memroduksi smartphone kelas atas, mereka juga merilis smartphone yang menyasar kalangan menengah bawah dengan harga terjangkau.

Indonesia memang menjadi pasar seksi bagi smartphone. Beberapa vendor mengincar kita. Bahkan Sony Ericsson, vendor gabungan Swedia-Jepang, mengandalkan Indonesia sebagai ladang utama penjualan smartphone. Alino Sugianto –Presdir Sony Ericsson Indonesia, kepada Indonesia Finance Today, menyatakan optimis dengan pertumbuhan smartphone di Indonesia yang diperkirakan mencapai 30% tahun ini.

Smartphone yang digemari publik adalah ponsel yang memiliki sistem operasi Android karena sifatnya yang terbuka dan memiliki 300 ribu aplikasi.  Di kwartal pertama 2011, penjualan smartphone Android di Indonesia menyumbang 30% dari total penjualan ponsel Android Sony Ericsson di Asia Pasifik. Wajar, kalau perusahaan ini memfokuskan pada bisinis smartphone Android dan memilih Indonesia sebagai basis penjualan.

Selain Sony Ericsson, Samsung pun membidik Indonesia. Head of Marketing Handheld Phone Business PT Samsung Electronics Indonesia, Eka Anwar, menargetkan penjualan smartphone di Indonesia pada 2011 naik 15% dibanding sebelumnya.  Dia tak gentar dengan popularitas iPhone dan BlackBerry karena Samsung bisa menawarkan ponsel dengan fitur yang sama, namun harga lebih miring. Untuk menyasar segmen menengah, Samsung meluncurkan Samsung Mini yang berbasis Android.

Vendor asal China dan lokal turut meramaikan pasar smartphone. ZTE Corporation mematok target penjualan smartphone Android CDMA sebesar satu juta unit. Mereka optimis target tersebut dapat terlampaui karena pemain handset Android CDMA di Indonesia masih sedikit. Saking optimisnya, mereka akan mengalihkan pasar dari segmen low end ke menengah, yang memiliki daya beli lebih baik. Untuk menembus pasar, ZTE melakukan kerja sama bundling dengan sejumlah operator telepon seluler.

Vendor lokal, Nexian, langsung menggarap pasar smartphone dengan memanfaatkan popularitas BlackBerry. Ponsel Nexian yang sejak awal dibundling dengan operator telekomunikasi laris manis di pasar. Bahkan, di awal peluncuran, orang harus berebut untuk mendapatkan ponsel tersebut.

Memilih Smartphone

Banyaknya jenis dan merek smartphone yang beredar di pasar mengharuskan kita untuk memilih ponsel sesuai keinginan dan kebutuhan. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Beberapa hal yang wajib diperhatikan adalah:

1. Hardware

Dari sisi hardware, ada banyak factor yang dipertimbangkan. Pertama, jenis keyboard yang diinginkan, apakah hard keyboard atau virtual keyboard. Tentukan, jenis mana yang paling nyaman untuk kita. Kedua, lebar layar dan resolusi. Makin lebar layar, tentu makin memudahkan kita dalam melakukan aktifitas, baik browsing maupun ketika membuka situs jejaring sosial. Bukan sekedar lebar, layar harus memiliki resolusi tinggi agar warna yang ditampilkan lebih menawan.

Faktor ketiga adalah prosessor dan memori. Ini penting. Sebagai ‘otak’ ponsel, kualitas prosessor akan menentukan cepat lambatnya smartphone dalam bekerja. Termasuk untuk akses internet. Sedangkan memori berpengaruh terhadap kapsitas penyimpanan data sebuah ponsel. Faktor kelima adalah kamera. Saat ini, banyak ponsel yang memiliki kamera ganda dengan kemampuan setara dengan kamera digital. Bahkan mempunyai kemampuan merekam gambar video. Makin bagus kualitas kamera, makin memudahkan kita untuk mengabadikan momen-momen penting untuk berbagi informasi dengan sesama. Dan hal terakhir yang meski diperhatikan adalah daya tahan baterai. Pilih ponsel yang memiliki daya tahan baterai paling lama sehingga tak merepotkan kita ketika berada di perjalanan dan tak tersedia listrik.

2. Platform (sistem operasi)

Ponsel memiliki sistem operasi yang berlainan. Memang, sebagian vendor memiliki platform sendiri, seperti Apple dan RIM. Artinya, jika Anda membeli ponsel iPhone (buatan Apple) otomatis platform yang digunakan adalah iOS buatan mereka sendiri. Sistem operasi ini canggih dan terintegrasi dengan piranti lain keluaran Apple seperti iPod dan iPad. Sedangkan, jika Anda membeli BlackBerry otomatis sistem operasi yang dipakai adalah BlackBerry. Platform mudah dimengerti oleh lintas generasi dan juga menyediakan aplikasi hiburan.

Namun beberapa vendor  memroduksi ponsel dengan sistem operasi yang berlainan. Ada yang memakai Windows Phone, Android, atau Symbian. Masing-masing platform memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, SO Android yang sedang naik daun memiliki sifat ‘terbuka” sehingga kita bisa menginstall aplikasi baru sesuai keinginan dan kebutuhan.

3. Service Provider

Pertimbangan berikutnya adalah memilih Service Provider. Ada dua jenis layanan yaitu GSM (Global System for Mobile Communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access). Sebagian besar negara-negara di dunia menggunakan layanan GSM sehingga memudahkan kita untuk berkomunikasi. Sedangkan CDMA yang berbasis sistem komunikasi radio memiliki keterbatasan saat dibawa ke luar negeri. Keterbatasan lain CDMA adalah sulit melakukan panggilan saat kita sedang mengakses internet.  Setelah menentukan jenis layanan yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah memilih perusahaan service provider. Pilih perusahaan yang memiliki jaringan terluas sehingga koneksi lebih lancar dan tak terbatas. (Majalah Jakarta Edisi 67,  September 2011)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s