RAISING BILINGUAL KIDS


Globalisasi dan persaingan yang kian ketat mengharuskan anak-anak mahir berbahasa Inggris. Keahlian berbahasa, tak bisa diperoleh secara instant. Harus dipelajari sejak dini. Kapan saat yang tepat untuk belajar bahasa asing dan bagaimana meningkatkan kemampuan bilingual anak?

Pertanyaan sepele namun butuh referensi banyak untuk menjawabnya. Banyak pakar yang memercayai masa anak-anak adalah masa emas untuk menghafal banyak kosa kata dari berbagai bahasa. Erika Levy, Ph.D, ahli bahasa dari Columbia University Teachers College, New York, mengatakan, “Anak-anak cepat belajar bahasa. Mereka dengan cepat menangkap apa yang didengar. Mereka bisa belajar kata-kata baru dari dua bahasa.”

Pakar lain, David E Freeman, Ph.D dan Yvonne S. Freeman, Ph.D, juga sepaham dengan Levy.  Anak-anak adalah era emas untuk belajar bahasa. Berdasar penelitian dan pengalaman Freeman dalam mengajarkan dwi bahasa di Amerika dan Meksiko, beberapa hal yang mesti diperhatikan adalah:

1. Bahasa Ibu

Sebelum mengajarkan bahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris, anak harus lebih dulu menguasai bahas ibu. Dari hasil penelitian David di Mexico City, anak-anak yang menguasai bahasa ibu dengan baik lebih mudah menyerap bahasa asing. Jadi, anak-anak jangan dijejali bahasa asing sebelum mereka mengerti bahasanya sendiri.

2.  Hindari mengoreksi

Kadang anak ingin memraktekkan bahasa Inggris yang didapat di sekolah. Biarkan mereka mengekspresikan bahasa sesuai kemampuannya. Kadang, kosa kata yang dipakai masih campur aduk dengan bahasa ibu. Misalnya, “Mommy, I’m sleepy. Pengen bobo.” Anda tak perlu membenarkan, apalagi menyalahkan. Koreksi bisa mematahkan semangat anak untuk belajar bahasa asing.

3. Perlu waktu

Menurut David, belajar bahasa membutuhkan waktu. Untuk bahasa sosial dan pergaulan, kira-kira memerlukan waktu dua tahun. Sedangkan untuk keterampilan bahasa lanjut seperti korespondensi dan akademisi butuh waktu 4-9 tahun. Walau anak-anak adalah masa emas, belajar bahasa tetap membutuhkan proses. Anda harus menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan tersebut.

4. Bertahap

Jangan buru-buru mengajarkan grammar atau structure pada anak. Belajar bahasa harus melalui tahapan-tahapan. Tidak bisa melompati tahapan sebelumnya agar hasil yang didapat lebih maksimal. Menurut David tahapan belajar bahasa dimulai dari berbicara dan menulis sesuai aslinya, percakapan, menulis kata singkat seperti short message service (SMS) dan email, membaca dan menulis artikel, hingga jurnal akademis.

5. Dukungan orangtua

Guna meningkatkan kemampuan bahasa asing anak, orangtua harus mampu mengimbangi pengetahuan sang anak. Beberapa anak yang enggan berbicara bahasa Inggris di rumah, menurut David, karena mereka tak mendapatkan apresiasi yang semestinya. Misalnya, orangtua tak paham dengan bahasa yang digunakan anaknya. Untuk itu, up grade terus pengetahuan bahasa kita, agar bisa nyambung saat anak menggunakan bahasa Inggris prokem. DH (Majalah Jakarta 3636 edisi 63, April 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s