Paleo Diet


Ketika ahli nutrisi menawarkan berbagai macam program diet yang super canggih dengan penghitungan kalori yang njlimet, seorang guru besar dari Colorado State University, Profesor Loren Cordain, mengenalkan metode Paleo Diet –kependekan dari Paleolithic Diet. Metode ini dikenalkan sejak 1980, namun baru menjadi tren, khususnya di Amerika Serikat, mulai 2002 lalu.

Paleo diet mengacu pada era sebelum manusia mengenal pertanian. Di jaman Paleolithicum, manusia mencari makan dengan berburu dan meramu. Mereka lebih banyak mengonsumsi daging, biji-bijian, sayuran segar, serta buah-buahan. Tak mengenal gula, garam, serta susu. Untuk mendapatkan rasa manis, mereka mengambil madu. Itu pun kalau menemukan. Gaya hidup seperti ini membuat tubuh mereka ideal. Dari fosil yang ditemukan, tak ada manusia goa yang mengalami obesitas.

Pola makan manusia primitif, menurut Cordain, berhasil menyeimbangkan lemak omega 3 dan omega 6 dalam tubuh sehingga bisa mencegah serangan jantung kronis. “Mereka kurus, sehat dan bebas dari penyakit jantung dan penyakit kronis lain yang ditemukan di Negara Barat,” kata Cordain. Saat ini, kita telah makan terlalu banyak serta mengonsumsi makanan yang salah sehingga kegemukan. Saatnya back to nature! (note majalah Jakarta 3636 edisi 63, April 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s