Rangkuman hasil seminar: Sales, Marketing & Personal Power to Success


Tidak ada alasan bagi manusia untuk gagal. Tuhan telah mendesain manusia untuk sukses. Buktinya, dari 400 juta sperma yang keluar, hanya satu yang berhasil membuahi sel telur yang akhirnya menjelma menjadi kita. Semua agama pun mendukung pernyataan tersebut. Mental sebagai pemenang inilah yang harus terus dijaga dan dikembangkan agar dapat meraih sukses dalam segala hal, termasuk karir dan pekerjaan.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana meraih sukses? Sukses yang dimaksud dalam pengertian ini adalah perjalanan diri berdasar peta sukses yang kita rencanakan sendiri dengan penuh kesadaran. “Success is a journey,” kata Adi W Gunawan. Artinya, sukses tidak bisa datang secara tiba-tiba, ujug-ujug, instant. Sukses adalah sebuah proses, bukan sekedar hasil.

Faktor yang menentukan kesuksesan adalah :

Adi menambahkan prinsip sukses meliputi:

Human Factor              X               God Factor                =  Success

Be                             X                    Do

1 Impian                                         A = Activity

2 Yakin                                            S = Skill

3 Syukur                                          K = Knowledge

4 Pasrah

5 Doa

Jika sudah tahu proses dan prinsip sukses, mengapa banyak yang gagal? Karena kita memiliki mental block yaitu program-program pikiran yang menghambat pencapaian tujuan. Akibat mental block ini kita menjadi takut, malas, suka menunda, khawatir, cemas, ragu, perasaan tidak mampu, tdak focus, malas, dll.

Bagiamana menghilangkan mental block? Pembicara lain, Haryo Ardito, mengatakan kita harus terus-menerus memperbaiki dan memotivasi diri sendiri melalui brain power (kekuatan otak). Bila perlu kita harus melakukan pendekatan radikal agar maju. Jangan sampai kita seperti orang gila yang melakukan hal yang sama terus-menerus namun mengharapkan hasil yang berbeda.

Guna memotivasi diri, kita harus memiliki tujuan (goal). A goal is a dream with a deadline. Tujuan harus SMART. Specific (jelas), Measurable (terukur), Acceptable (bisa diterima), Realistic (masuk akal), serta Time Frame (kapan). Setelah menentukan tujuan dengan jelas, kita harus yakin kalau kita bisa mencapainya. Untuk itu, buang jauh-jauh pikiran negatif (dalam istilah Adi Gunawan Mental Block) dan mulailah berpikir positif. Pikirkan hal positif. Bicarakan hal positif. Ubah kalimat negatif menjadi positif. Ketika kita tidak lagi memiliki pandangan positif terhadap pekerjaan dan organisasi kita, pada saat itulah karir berakhir.

Setelah menentukan tujuan, proses berikutnya adalah strategi mencapai tujuan tersebut. Handi Irawan (Frontier Consulting) meminta kita memiliki sikap dan kemampuan   baru untuk menghadapi persaingan bisnis 2011 sebelum menentukan strategi pencapaian.  Sikap baru yang dituntut itu adalah:

  1. Market Sensing yaitu pengetahuan untuk memprediksi. Ada tiga tahapan yaitu Reporting (what happended?), Analizing (why did happen?), serta Predicting (what will happen?)
  2. Outside-in yaitu kemampuan melihat keluar dan membawanya ke dalam. Di sini kita harus tahu kemauan konsumen, asset berharga konsumen, juga pengetahuan tentang kompetitor kita. Contoh riil kasus ini adalah Nexian yang segera menggarap ponsel QWERTY ketika BlackBerry laku di pasar. Hasilnya, segemen menengah bawah berhasil mereka garap.
  3. Fast yaitu time-based competition & profit. Perusahaan harus bergerak super cepat agar memperoleh faster availability (àlarger market share), satisfication/loyality (àhigher price premium), serta higher efficiency & productivity (àlower cost). Ketiga faktor itu akan mendongkrak profit perusahaan.

Selain memiliki penetahuan dan kemampaun baru, kita pun harus memiliki strategi baru dalam memasarkan produk, yaitu:

  1. Building Alliances yaitu membangun aliansi baik dengan konsumen dan supplier maupun kerjasama antarperusahaan. Kerjasama strategis tersebut harus menguntungkan semua pihak dan berjangka panjang.
  2. Changing the channel yaitu terus-menerus memperbaharui cara penjualan mulai dari yang tradisional (direct selling) sampai cara-cara inovatif seperti melalui komunitas, pameran, maupun melalui website. Harus melebarkan sayap dari one channel ke multi cahnnel marketing.
  3. Adopting Digital Media yaitu memanfaatkan kemajuan teknologi mobile dan internet untuk mendongkrak penjualan.

Strategi di atas belum tentu membuahkan hasil jika kita tidak mengetahui psikologi penjualan. Januar Hadihardjo yang sempat menjadi sopir truk pengantar ayam potong selama dua tahun memberikan cara-cara citu menjual produk.  Yang pertama mesti diketahui adalah psikologi penjualan, yang meliputi:

  1. Jual apa yang diinginkan klien, bukan yang dibutuhkan.  Kebutuhan harus diubah menjadi keinginan jika mengharapkan terjadinya penjualan.
  2. Mendengarkan lebih dulu, baru menjelaskan.
  3. Mengetahui motif utama klien.

Mengacu pada psikologi penjualan di atas maka kita harus menerapkan prinsip penjualan. Pertama, penjualan adalah proses bukan peristiwa. Kedua, uang tercipta karena menyelesaikan masalah, bukan menjual produk. Ketiga, orang melakukan hal untuk alasan mereka, bukan Anda. Keempat, ketahui lebih banyak tentang calon klien, bukan pada produk Anda.

Setelah mengetahui psikologi penjualan, hal selanjutnya yang harus diketahui adalah proses penjualan yang oleh Januar dirangkum menjadi TRUST.

LANGKAH TUJUAN BAGAIMANA
Think 

(Berpikir)

Memastikan tujuan calon konsumen lewat hubungan telepon Mengumpulkan informasi, analisa stuasi, bersiap untuk mendapatkan kesempatan untuk menjual
Related 

(Hubungan)

Membangun kepercayaan dan relasi Fokus kepada calon konsumen
Uncover the needs 

(Mengungkap Kebutuhan)

Mengetahui Kebutuhan, issue dan keprihatinan Mengajukan pertanyaan yang tepat
Sell the solution 

(Menjual solusi)

Rekomendasi Anda saat ini Menafsirkan keuntungan dari solusi Anda
Take action 

(Mengambil tindakan)

Menutup penjualan Meminta pesanan

Bila proses penjualan digambarkan dalam sebuah siklus, maka diagramnya sebagai berikut:

Agar proses penjualan berjalan mulus, kita harus memiliki daya saing. Untuk mengidentifikasi daya saing, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, mengetahui produk dan layanan yang dijual. Kedua, mengetahui masalah yang bisa diselesaikan dengan produk yang dijual untuk konsumen. Ketiga, manfaat yang bisa dirasakan konsumen dengan produk dan layanan yang dijual.

Apabila kita sudah percaya diri, bisa memotivasi serta memiliki pengetahuan dan startegi penjualan yang bagus tentunya kita akan menghasilkan sukses. Sukses untuk diri sendiri. Bisakah sukses untuk diri sendiri ini dikatakan sebagai sebuah kebahagiaan? Jamil Azzaini mengatakan TIDAK. Menurut Jamil, kebagiaan itu bisa dirasakan bila kesuksesan diri membawa kebahagiaan bagi diri dan orang di sekitarnya.

Andrie Wongso, keynote speaker, membagi orang menjadi empat kategori:

  1. Senang membuat orang lain menderita
  2. Dirinya senang dan tak peduli orang lain
  3. Dirinya senang, orang lain juga senang
  4. Tak peduli dirinya sendiri asal orang lain senang

Untuk menjadi tipe orang ketiga, kita harus berbagai kesuksesan pada orang lain. Memberi orang lain energi positif agar mereka memiliki harapan untuk hidup yang lebih baik. Ingat, apa yang kita berikan pada orang lain tidak akan hilang sia-sia. Hukum kekekalan energi mengatakan, “Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk.” Jadi, apa yang kita usahakan = apa yang kita hasilkan.

Jumlah Usaha   =  Hasil Usaha

∑U   =  HU

Rumus tersebut banyak digugat, terutama oleh mereka yang kurang beruntung.  Mereka bilang, “Saya sudah berusaha 100, kenapa yang saya terima cuma 25?” Hasil Usaha dibagi menjadi dua, yaitu Hasil Usaha Terbagi (HUT) dan komponen hasil yang tidak langsung dibagi dan disimpan dalam bentuk Tabungan Energi (TE).

HU = HUT + TE

Tabungan Energi tidak akan pernah hilang dan akan kembali kepada kita dalam bentuk yang tak terduga. Jadi, apabila kita menabung energi positif, maka kita akan mendapatkan energi positif itu. Begitu pula sebaliknya. Jangan takut, TE seseorang tak akan tertukar dengan orang lain. Tiap orang memiliki tulang katak (Ajbuz Dzanab) atau Saririka Dhatu (relik) sendiri-sendiri. Orang yang memiliki TE positif banyak memiliki relik yang jernih, bening.  Contoh kembalinya energi positif untuk seseorang yang membantu korban letusan Gunung Merapi:

∑U   = HUT + TE

Honda Supra = 0 + (+ Honda Supra)

  • Cair bisnis senilai Supra

Jadi, keberuntungan dan kemalangan hanyalah pencairan Tabungan Energi. Keberuntungan adalah TE positif yang cair secara tak terduga, sedangkan kemalangan adalah TE negatif yang cair secara tak terduga. Jadi, bila sesuatu menimpa kita maka hanya ada dua kemungkinan yaitu pencairan Tabungan Eneri atau Down Payment. Tabungan Energi cair dalam bentuk 4 TA, yaitu: harTA, tahTA, kaTA, serta cinTA. Jadi, tidak melulu dalam bentuk harta dan tahta.

Mulai sekarang tebarkan energy positif. Di kantor, di rumah, di sekolah, di lingkungan, di mana pun dan kapan pun agar harta, tahta, kata, serta cinta menghampiri kita. Semoga!

5 thoughts on “Rangkuman hasil seminar: Sales, Marketing & Personal Power to Success

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s