Bicing ala Barca


Pelaksanaan car free day sejak 2009 lalu diklaim mampu meningkatkan kualitas udara di Jakarta yang bisa dilihat dari menurunnya pencemaran debu (PM-10) sebesar 37%, carbon monoksida (CO) 67%, serta nitrogen monoksida (NO) 75%. Bila klaim tersebut benar, tentunya car free day harus dilanjutkan dengan didukung infrastruktur lain, misalnya menggalakkan pemakaian sepeda sebagai alat transportasi.

Di sebagian kota besar di dunia, sepeda benar-benar menjadi moda transportasi. Di Copenhagen (Denmark), 36% penduduk mengayuh sepeda, baik untuk bekerja maupun sekolah. Begitu pula di Bogota, ibukota Kolombia. Setiap hari sekitar 300.000 hingga 400.000 sepeda berseliweran di kota padat penduduk itu.

Pemda Jakarta harus memiliki good will jika ingin mencontoh Bogota atau Copenhagen. Tak perlu menyediakan jalur khusus karena harus merombak total desain kota. Contoh saja Barcelona (Spanyol). Sejak 22 Maret 2007, pemda Barcelona meluncurkan layanan Bicing (program komunitas sepeda). Anggota Bicing memiliki kartu yang bisa dipakai untuk mengambil sepeda di 100 stasiun yang ada di kota itu, lalu memakainya, dan mengembalikan lagi di stasiun manapun. Dengan cara ini, penduduk Bogor, Depok, Bekasi, serta Tangerang tak perlu menenteng sepeda ke stasiun atau bis. Praktis dan ekonomis.

Salam dari Radio Dalam!

(Editor note majalah JAKARTA 3636 edisi 58, November 2010)

One thought on “Bicing ala Barca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s