Karir Impian Bergaji Selangit


Menentukan karir terbaik di Indonesia ternyata sulit. Belum ada lembaga yang melakukan survei menyeluruh terhadap karir dengan mengulasnya dari berbagai aspek, seperti besarnya gaji, peluang kerja, lingkungan kerja, stress, serta kebutuhan fisik. Lima kriteria ini yang dipakai careercast.com dalam membuat peringkat 200 karir terbaik di Amerika Serikat.

”Sulit bagi saya untuk menentukan. Dasarnya apa?’ tanya Esther Widhi Andangsari, MPsi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Meski sulit, Esther bisa ”meraba-raba” karir impian berdasarkan gaji yang diterima dan besarnya animo orang memilih pekerjaan tersebut. Juga berdasar pengalamannya mengelola Binus Career serta interaksinya dengan kalangan HRD di Jakarta. Menurutnya karir di sektor Migas (minyak dan gas) masih menjadi primadona, disusul Teknologi Informasi, Telekomunikasi, Finance (Perbankan), serta Marketing.

Prediksi Esther hampir sama dengan hasil survei BTI Consultant yang dimuat di majalah bisnis SWA beberapa waktu yang lalu. Survei tersebut memang hanya melihat besarnya gaji yang diterima karyawan. Tapi, gaji memiliki daya tarik yang luar biasa, terutama bagi mereka yang mengincar posisi manajer. Berikut adalah hasil survei standar gaji di Indonesia.

1. Migas (Minyak dan Gas)

Karir di migas ini masih menawarkan gaji tertinggi dibanding sektor lain. Tak usah membicarakan gaji pada level direktur atau CEO. Pada level manajer saja, pendapatan mereka mengagumkan. Gaji manajer senior berkisar Rp 60-80 juta, manajer Rp 30-65 juta, manajer yunior Rp 15-50 juta, sedang untuk officer “hanya” Rp 5-20 juta. Untuk manajer yunior dan staff belum mendapatkan benefit berupa tunjungan rumah, tunjangan mobil, opsi saham, dan keanggotan golf. Namun mereka mendapatkan benefit berupa tunjangan ponsel, tunjangan transportasi, asuransi kesehatan, serta bonus kinerja.

2. Perbankan

Gaji di sektor perbankan masih tinggi. Level manajer senior berkisar Rp 40-60 juta, sedang di tingkat manajer sekitarRp 20-40 juta. Manajer yunior hanya Rp 10-20 juta. Untuk staff mendapat pemasukan Rp 5-10 juta. Yang membedakan dengan sektor migas adalah benefit yang diterima karyawan, terutama level staff. Mereka hanya mendapatkan asuransi jiwa dan kesehatan, tunjangan transport, tunjangan ponsel, bonus prestasi dan jamsostek. Tak ada tunjangan sekolah untuk anak seperti yang didapatkan pada sektor migas.

3. Telekomunikasi

Gaji di sektor telekomunikasi, untuk level manajer senior ke bawah, hampir sama dengan sektor perbankan. Manajer senior bergaji Rp 36-60 juta, sedang manajer menerima pendapatan antara Rp 30-50 juta. Manajer junior bergaji Rp 16-30 juta, sedang officer memperoleh income sekitar Rp 5-16 juta. Soal benefit, sektor telekomunikasi masih lebih baik dibanding perbankan untuk level manajer dan manajer junior. Di sektor telekomunikasi manajer memperoleh penggantian pembelian BBM & biaya parker, sedang di sektor perbankan, fasilitas ini tak didapatkan.

4. Teknologi Informasi

Besarnya gaji di sektor teknologi informasi tak jauh berbeda dengan sektor telekomunikasi. Pada level staff, di sektor ini bergaji Rp 5-10 juta, sedang di level manajer yunior menyentuh angka Rp 10-20 juta. Manajer berpendapatan Rp 20-40 juta. Di sektor telekomunikasi, gaji manajer bisa sampai Rp 50 juta. Manajer senior di sektor teknologi informasi memperoleh gaji antara Rp 40-50 juta. Soal benefit, hampir sama. Hanya, sektor telekomunikasi masih unggul karena manajer yunior ke atas mendapatkan penggantian pembelian BBM dan biaya parkir.

5. Fast Moving Consumer Goods (FMCG)

Perbedaan gaji di FMCG dengan sektor di atasnya mulai terasa mencolok, terutama pada level staff hingga manajer. Staff di sektor FMCG hanya bergaji antara Rp 2,5-6 juta, sedang manajer yunior memperoleh penghasilan Rp 6-15 juta. Manajer bergaji Rp 15-30 juta. Di tingkat manajer senior, perbedaan tak terlalu mencolok. Gaji berkisar Rp 30-50 juta. Benefit juga nyaris sama sampai level manajer yunior. Hanya, untuk staff di sektor FMCG, mereka tak mendapat penggantian pembelian ponsel, seperti yang ada di sektor telekomunikasi.

6. Farmasi

Gaji dan benefit yang diperoleh dari sektor farmasi, dari level staff sampai manajer senior sama dengan yang didapatkan dari sektor FMCG. Perbedaan mulai terasa di tingkat direktur dan CEO. Direktur di farmasi hanya bergaji  Rp 50-80 juta, sedangkan di sektor FMCG mendapatkan imbalan Rp 50-100 juta. CEO di bidang farmasi memperoleh imbalan Rp 90-140 juta, sedangkan di FMCG berkisar Rp100-150 juta.

Bagaiaman dengan gaji di entry level? Hampir sama!. Sektor migas masih memimpin dengan gaji berkisar Rp 6-10 juta, disusul perbankan (Rp 3,5-6 juta), FMCG (Rp 3,5-6 juta), telekomunikasi (Rp 3,5-5 juta), logistik (Rp 2,5-4 juta), serta perkebunan (Rp2,5-3,5 juta).

Untuk mendapatkan karir impian di atas, ada beberapa syarat yang mesti Anda penuhi, baik hard skill maupun soft skill. Pada level staff hingga supervisor, hard skill yang harus dimiliki adalah ijazah D3, diutamakan S1. Sedangkan untuk level manajer hingga CEO minimal S1, diutamakan S2.

Soft skill untuk level manajer ke atas adalah punya jiwa leadership, memiliki rekam jejak yang baik, jaringannya luas, pandai negosiasi, serta pernah menjabat manajer di perusahaan sejenis. Sedangkan untuk supervisor dan staff, soft skill yang harus dimiliki adalah punya kemampuan supervisi, memahami pekerjaannya, punya semangat belajar, giat, rajin, berperilaku baik, serta bersemangat. (Highlight Majalah JAKARTA 3636 edisi 56, September 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s