Diving Horses


Tahun 1905 Indonesia masih dijajah kompeni. Tapi, tahun itu, publik di Atlantic City sudah memiliki tontonan menarik: diving horse. Ya, bukan manusia yang menyelam, melainkan kuda yang ditunggangi wanita cantik di atas punggungnya. Kuda-kuda itu dilatih menyelam 2-4 kali setiap hari. Dari sekian banyak kuda, hanya satu yang tak pernah cedera. Karena dianggap kejam dan tak berperikemanusiaan, atraksi itu dihentikan pada tahun 1978.

Salah seorang penunggang kuda, Sonora Webster Carver, dalam bukunya A Girl and Five Brave Horses membantah kalau kuda-kuda itu disiksa. Dr Carver merawat kuda itu dengan baik sehingga aparat tak bisa menemukan bentuk penyiksaan yang dituduhkan kepadanya. Namun, dalam buku yang juga menampilkan foto-foto indah itu, Sonora tak bisa membantah kalau tontonan ini mengundang maut. Bukan pada kudanya, tetapi justru wanita cantik di atasnya.

Kakaknya, Lorena Carver, yang selama 25 tahun (sampai 1930) tampil dalam aksi maut ini hampir selalu mengalami patah tulang setiap tahunnya. Dia melompat dari menara setinggi 12 meter untuk menyelam dalam kolam sedalam 4 meter. Lalu, dia sendiri, tahun 1931, menjadi buta karena retina matanya terlepas saat menyelam. Sonora meluksikan bagaimana perasaannya sebelum menyelam, “I felt his muscles tense as his big body sprang out and down, then had an entirely new feeling. It was a wild, almost primitive feel, that only comes with complete freedom of contact with the earth.” (Editor’s Note Majalah JAKARTA 3636 edisi 55, Agustus 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s