Exiting & Exhilarating Hobby


Diving digemari karena memberi sensasi tersendiri. Dapat melihat keanekaragaman laut yang tidak bisa disaksikan setiap hari. Apalagi, untuk menekuni diving tak ada kesulitan berarti. Tiap orang, pria atau wanita, bisa menyelam. Petualangan yang menakjubkan!

Dulu orang menganggap scuba diving adalah wisata bahari yang beresiko tinggi. Tak sembarang orang bisa menyelam, kecuali sudah mendapatkan sertifikasi. Perlengkapan yang dipakai pun harus banyak agar terhindar dari resiko buruk di bawah laut. Stigma diving sebagai olahraga ribet dan bahaya mulai sirna sejak empat tahun silam.

Saat ini diving justru menjadi hobi baru kaum urban. Mereka yang bosan dengan mal, cafe atau pegunungan mulai melirik laut. Keindahan alam bawah laut Indonesia yang memukau dan terlengkap di dunia, menarik minat kaum mapan perkotaan, seperti Jakarta, Bandung, serta Bali.

”Kebanyakan berusia 20 hingga 40 tahun,” kata Micahel Sjukrie, pemilik Ody Dive di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Di usia ini mereka sudah memiliki kemandirian, termasuk dari segi finansial. Bukan berarti anak-anak dan orangtua tak menyukai hobi ini. Menurut pria kelahiran Jakarta, 15 April 1971 itu, beberapa peserta diving di tempatnya sudah berusia lebih dari 70 tahun. Michael yang menekuni diving sejak berusia 10 tahun menambahkan, olahraga ini juga bukan monopoli pria. ”Sekitar 70 banding 30,” jelasnya. Sederet artis cantik seperti Titi Kamal, Putri Patricia, Eno Lerian, dan lain-lain sempat menjadi member Ody Dive.

Kegemaran orang terhadap diving juga disebabkan mudahnya menggeluti olahraga air ini. Syaratnya, hanya bisa berenang. “Dan jangan panik,” lanjut Rahmat, salah seorang instruktur di Ody Dive. Panik yang dimaksud adalah ketika Anda bertemu hewan atau ikan laut serta jika terjadi problem pada perlengkapan selam.

Diving bukanlah olahraga yang menuntut kehalian khusus. Sebagai pemula, artinya Anda boleh menyelam di laut sampai kedalaman 18 meter, bisa dipelajari dalam dua pekan. Melalui kurus yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, termasuk Ody Dive, dan mendapat sertifikasi dari Professional Association of Diving Instructors (PADI), Anda sudah mengantongi ijin menyelam. Bila dua minggu terasa lama, pendidikan bisa ditempuh dalam empat hari. Materi kursus meliputi teori dan praktek, baik di kolam renang maupun laut. (Baca juga rubrik Education)

Lengkap dan indah
Laut Indonesia memberi sejuta sensasi. Sebagai salah satu sudut dari ”Coral Triangle”, Indonesia memiliki kekayaan laut paling lengkap. Sekiat 20% terumbu karang dunia ada di sini. Juga mempunyai lebih dari 6000 spesies ikan, 600 spesies karang, gunung berapi bawah laut, palung, sampai bangkai kapal jaman dinasti Cina hingga Perang Dunia II. Dengan 13.500 pulau yang terbentang di garis katulistiwa, Indonesia menjadi tempat terindah bagi penyelam. Hanya Afrika Selatan yang bisa menyaingi keindahan laut Indonesia. Karena laut dingin, Afsel memiliki ikan-ikan berukuran besar.

Begitu indahnya laut Indonesia sampai Michael bingung jika ditanya lokasi mana yang paling menakjubkan. “Sulit. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri,” jelas pria yang juga menjadi underwater recreational consultant itu. Beberapa tempat yang menjadi tujuan utama diving adalah Laut Banda, Manado (Sulawesi), Laut Bali, Flores, Komodo serta Raja Ampat di Papua.

“Paling favorit memang Bali dan Manado,” tambah Michael. Itu karena infra struktur di dua tempat itu sudah baik. Penerbangan ke sana selalu ada. Hotel mewah banyak. Masyarakat juga siap menerima wisatawan, kapan pun juga. Sementara di tempat lain, seperti Ambon dan Banda, yang memiliki laut indah, infra struktur yang ada belum sebagus Bali, sehingga tak bisa diving setiap saat.

Weekend Trip
Di Jakarta, lanjut Michael, diving juga digandrungi. Mereka datang dari berbagai profesi mulai artis hingga pengusaha. Untuk menampung aktifitas mereka, Ody Dive memiliki base camp di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Setiap akhir pekan mereka mengadakan trip ke tempat tersebut. Selain mereka yang mengambil kursus, diving tiap pekan ini bisa diikuti siapa saja.

“Biaya sekali trip Rp 1.850.000,” jelas Michael yang juga mempunyai hobi fotografi bawah laut. Biaya itu sudah termasuk transportasi pulang pergi ke Pulau Pramuka dan akomodasi selama di sana. Tetapi, belum termasuk peralatan dan perlengkapan diving. Jika tak memiliki peralatan sendiri, Ody Dive menyewakan alat tersebut. Biaya Rp 275.000 untuk sehari.

Kalau keranjingan diving, lebih baik membeli perlengakap sendiri seperti baju selam, regulator, tabung oksigen, snorkel, masker, fin (sepatu katak), lampu dan lain-lainnya. ”Satu set perlengakapan sekitar US $ 1.500. Itu yang standar,” jelas Michael. Jika ingin menaikkan kualitas perlengkapan, tentu jauh lebih mahal lagi. (Highlight Majalah Jakarta 3636 edisi 55, Agustus 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s