Surban sebagai pemantas dan penjaga diri


KH Mukoddas MA

Minggu, 25 Juli 2010 pagi masjid Al Ikhlas di Kebonduren, Kalimulya, Depok kembali mengadakan pengajian bulanan dengan tema: Menyambut Bulan Suci Ramadhan. Pembicara dalam kuliah duha itu adalah Drs KH Mukoddas, MA, ustads dari daerah Cimanggis yang juga karyawan Departemen Agama Kota Depok.

Sebelum tausyiah dimulai, jemaah menggelar sholat duha bersama.  Setelah itu, Ustadz Agus Suprayogi menjelaskan hukum sholat sunnah berjamaah. Dari  berbagai referensi dan hadist yang ada, Agus menyimpulkan sholat sunnah sebaiknya dilakukan sendiri-sendiri, kecuali beberapa jenis sholat yang disarankan seperti sholat Idul Adha/Fitri, sholat tarawih, serta sholat istisqo. Sholat sunnah lain boleh dilakukan berjamaah, asal tidak menjadi rutinitas.

Acara berikutnya adalah ceramah dari KH Mukoddas. Kyai asal Banjarnegara, Jateng, ini menjelaskan mengapa dia memakai surban, jas serta sarung. “Saya tadi datang ke sini, belum banyak jemaah yang datang. Tapi, orang tahu kalau saya ustads yang akan member i ceramah. Coba kalau saya nggak pakai surban. Mereka tidak tahu kalau penceramahnya sudah datang,” jelasnya.  Artinya, surban menjadi pemantas. Sebagai pertanda kalau dia seorang muslim. Fungsi surban berikutnya adalah sebagai penjaga hati. “Kalau saya pakai baju seperti ini, tak pantas masuk diskotek atau tempat-tempat yang tak terpuji,” katanya. Dengan demikian, surban bisa menjaga seseorang dari perbuatan yang kurang pantas. Namun, dia menekankan, surban bukan jaminan seseorang masuk surga.  Surga ada di tangan kita melalui amal yang dirahmati Allah, bukan pada surban atau baju yang dipakainya.

Bersama pengurus masjid

Wanita lebih mudah untuk masuk surga. Asal mereka bisa memenuhi empat sayarat, yaitu:  rajin menjalankan sholat, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan, serta sayang suami. “Syarat keempat ini yang susah. Kalau suami lagi banyak duit disayang. Giliran gak punya duit, pasang wajah kecut,” ujarnya yang disambut tawa para jemaah.

Dalam hidup ini orang harus memiliki iman (keteguhan hati), ilmu, serta amal. Iman akan menjaga seseorang berada di jalan Allah, sedang ilmu akan menyelamatkan orang dari kehidupan dunia dan akhirat. Berbuat amal bagai orang menanam biji. “Lama kelamaan akan tumbuh dan berbuah seperti bijinya. Tidak ada menaman semangka berdaun sirih,” lanjutnya sambil tertawa, ingat sebuah lagi pop lawas.

Orang beriman termasuk orang-orang yang tidak merugi.  Ciri orang beriman adalah rajin sholat lima waktu. Lalu, dia pun menyanyikan sholawat dengan syair yang telah diubah: Subuh kesiangan, Dhuhur kesibukan, Ashar dalam perjalanan, Magrib kecapaian, Isya ketiduran. “Lah kapan sholatnya?” tanyanya. Orang yang tidak merugi lainnya adalah orang yang berbuat baik dan orang yang menjalin silaturahim. “Silaturahim banyak manfatnya. Mendatangkan rejeki dan membuat panjang umur,” jelasnya.

Jemaah wanita

Orang yang senang menyambut datangnya bulan Ramadhan tidak akan tersentuh api neraka. Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Setelah melewati bulan ini kita akan kembali suci. Untuk, menyambut bulan suci ini kita harus membersihkan jiwa kita dengan saling memaafkan kepada sesama.  Bagi mereka yang masih memiliki hutang puasa, segera penuhi kewajibannya. Setelah pengajian, Ustadz Agus Suprayogi memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang ada di sekitar masjid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s