Persiapan dan panduan nikah. Lengkap!


WONDERFUL MARRIED

Menggelar pesta pernikahan butuh perencanaan matang. Agar semua berjalan lancar, dibutuhkan waktu minimal enam bulan untuk menyusun konsep dan menentukan detail acara sebelum ritual janji suci dilaksanakan.

Pesta pernikahan melibatkan banyak pihak, mulai dari keluarga mempelai, percetakan, catering, hingga fotografer. Untuk menjamin semua vendor berjalan sesuai rencana, perlu komunikasi intens di antara mereka. “Kalau mau enak, enam bulan,” kata Rina Gunawan, pemilik Rina Gunawan Wedding & Event Organizer. Namun, jika Anda tak melibatkan wedding organizer, waktu yang diperlukan sekitar 8-12 bulan sebelum perhelatan. Kurang dari enam bulan pun bisa, tetapi perlu kerja ekstra keras. ”Waktu nangani nikahnya Eko Patrio, saya hanya punya waktu satu bulan,” tambah artis serba bisa itu.

Merancang pernikahan, lanjut Rina, harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Untuk mengadakan pesta di gedung terkenal, saat ini, diperlukan biaya sekitar tiga ratus hingga empat ratus juta rupiah. “Kalau di Jakarta Convention Center (JCC) dan sekelasnya, lebih dari lima ratus juta,” lanjut istri aktor Teddy Syah itu. Berdasar pengalamannya mengelola pesta pernikahan aktor ternama mulai dari Eko Patrio, Dina Lorenza, Monica Oemardi, Cici Faramida, Titi Kamal serta Adinda Bakrie, tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk merencakan hajatan adalah sebagai berikut.

1. Menentukan tanggal

Menentukan ‘hari baik’ kadang melelahkan. Keluarga mempelai biasanya akan konsultasi dengan sesepuh adat untuk memilih hari dan tanggal yang membawa hoki. ”Saya sering menjelaskan, pada dasarnya semua hari itu baik,” kata mantan pembawa acara Anda Miminta Kami Memutar (AMKM) itu. Selain hari, ada pula yang menentukan jam akad nikahnya.

2. Memilih gedung

Segera tentukan gedung mana yang akan digunakan. Gedung-gedung favorit harus di-booking jauh-jauh hari. Pada umumnya, orang ingin menggelar pesta pada akhir pekan dan malam hari. Sesuaikan kapasitas gedung dengan jumlah tamu yang akan diundang. Jangan sampai muncul kesan berjubel.

3. Tema dan gaya pesta

Tahap ini paling menentukan. Tema pesta akan berpengaruh terhadap bentuk undangan, jenis souvenir, dekorasi, gaun pengantin, hiburan hingga soal dokumentasi. Kadang juga terjadi tarik-menarik antara kedua mempelai dan keluarga besarnya. ”Biasanya orangtua pengantin yang menentukan,” tambah Teteh, panggilan sehar-hari Rina Gunawan. Pembicaraan antara kedua orangtua pengantin pun kadang berjalan alot. Apalagi bila kedua mempelai berasal dari suku yang berlainan dan masing-masing ingin memakai adat istiadat daerahnya. Atau salah satu pihak ingin memakai busana adat, sementara yang lain ingin bergaya Western. ”Kalau pengantinnya sudah mapan secara finansial, biasanya mereka sendiri yang menentukan konsepnya. Orangtua tinggal duduk manis,” lanjut Rina.

4. Negosiasi

Bila tiga hal di atas sudah ditentukan, tahap berikutnya adalah negosiasi dengan pihak terkait. Kalau ingin praktis, Anda tinggal menggunakan jasa wedding organizer (WO) dan menyerahkan segalanya ke mereka. Jadi, Anda cukup negosiasi harga dengan WO. Tetapi, tak semua WO menentukan paket-paket pernikahan. ”Saya tak memiliki paket-paket pernikahan. Saya hanya mengambil fee manajemen saja,” jelas Rina. Akibatnya, Anda mesti negosiasi dengan vendor-vendor yang akan digunakan. Misalnya, perusahaan catering, dekorasi, dokumentasi, percetakan sampai hiburan. Rina akan membantu memilih vendor yang memenuhi standar. ”Saya akan pertemukan mereka agar berbicara sendiri. Saya terbuka soal ini,” ujarnya sambil tersenyum. Dengan cara Rina ini, Anda lebih puas karena bisa memilih sendiri vendor yang diinginkan. Memang, sedikit lebih repot.

Demi suksesnya perhelatan, Rina mengingatkan agar memilih vendor yang berkualitas, disiplin dan bisa bekerjasama dengan WO. ”Dekorasi dan catering nomor satu. Pengunjung tidak boleh bilang ada makanan yang kurang enak,” jelas Rina. Karena itu, Rina benar-benar memperhatikan dua hal tersebut. Sebelum bekerja sama dengan perusahaan catering, dia mencoba sendiri jenis masakannya dan memastikan makanan itu lezat. Dekorasi pun harus memikat dan memberi kesan elegan pada mempelai. Setiap tamu yang datang, hal pertama yang dilihatnya adalah dekorasi, termasuk gaun dan baju pengantin. Dekorasi dan makanan adalah hal yang langsung dilihat dan dirsakan oleh tamu.

Selain faktor di atas, hiburan juga menjadi salah satu pelengkap. Namun jangan sampai hiburan yang disajikan malah mengganggu kenyamanan tamu. Mereka yang datang ingin juga berbincang-bincang dengan saudara atau sahabat lama yang jarang bertemu. Formasi band utuh dianggap mengganggu kenyamanan karena bising. “Yang lagi trend adalah Chamber. Musiknya gak crowded,” kata Rina. Chamber umumnya hanya terdiri dari empat alat musik sehingga lebih hening. Hiburan lain yang juga menjadi primadona di kalangan elit adalah orkestra plus mengundang artis-artis ternama. DH

PLAN YOUR WEDDING

Merancang konsep pernikahan agar ritual suci itu menjadi momen yang tak terlupakan membutuhkan banyak informasi yang akurat. Untuk memenuhi kebutuhan Anda tentang seluk beluk pernikahan, di bawah ini terdapat beberapa vendor yang bisa menjadi referensi.

CATERING

1. Akasya Catering, Jalan Bangka XI No 67, Jakarta Selatan, telepon 021-71790312, 7193527, 71790217, www.akasyacatering.com

2. Puspa Catering, Jalan Pancoran Timur No 21, Jakarta Selatan, telepon 021-7994761, 7983051, 7983052, fax 021-79199868, www.puspacatering.com

3.Tiara Royale Catering, Jalan. Lebak Bulus I/7, Jakarta Selatan, telepon 021-7693282/83

4. Chez Ingrid Catering, Jl. Mandala Utara No 18 C Tomang, Jakarta Barat, 021-5600355, 5655209, 5640604, www.chezingridcatering.com

5. Yvone Catering, Jalan F No 39 Kalimalang, Jakarta Timur, 021-8198883, 08161442330, www.yvonnecatering.com

PHOTOGRAPHY

1. Indio Photography, telepon 08164219852, www.indiophotography.com

2. King Foto, Jl KH Hasyim Ashari No 36, Jakarta Barat, telepon 021-6305363, 6315737, www.kingfoto.com

3. Tarzan Photo, Jl Arteri Pondok indah No 38C, Jakarta Selatan, telepon 021-7224028, 63858668, www.tarzanphoto.com

4. Darwis Triadi Photography, Jl Kemang III No. 12A, Jakarta Selatan, telepon 021-7182048, 70322322, www.adarwistriadi.com

5. Marsio Neo Classic Potraiture, Jl Cianjur No 17, Menteng, Jakarta Pusat, telepon

21-31900078, 081 6957096, 081 8025 94947, www.facebook.com/NeoClassicPortraiture

DECORATION

1. Amarilis Floral & Party Decorator, Jl Kudus No. 16 Menteng, Jakarta Pusat, telepon  021-314 9283, 3143774.

2. Dewa, Jl Bukit Duri Selatan No 6 Jakarta Selatan, telepon 021-70631351,  73443646

3. Martin Rose, Jl Swadarma Raya No 60, Jakarta Selatan, telepon 021-58902590, 68075252, 70785252

WEDDING ORGANIZER

1. Royal Wedding Gallery, Jl Jendral Sudirman Kav 1, Jakarta, telepon 021-5748434, www.royalwedding-gallery.com

2. Rina Gunawan, Jl H Naimun 39A, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, telepon 021-7695001, 7691979, www.rinagunawan.com

3. Bellezza Organizer, Apartment Taman Anggrek Tower 7-18C, Jakarta Barat, telepon 021-5639820, www.bellezza-organizer.com

CULINARY DELIGHT

Meski sering dianaktirikan, kuliner berperang penting dalam menunjang keberhasilan pesta pernikahan. Dan ingat, makanan bisa menyedot separo dari anggaran pesta.

Selain dekorasi, makanan juga menjadi faktor penting dalam sebuah pesta. Makanan lezat dengan penampilan memikat bisa membuat tamu betah berlama-lama di pesta. ”Tamu tak boleh berkata ada satu makanan yang tak enak,” kata Rina Gunawan, artis yang terjun ke bisnis Wedding Organizer.

”Rasa yang enak harus didukung dengan penampilan yang indah,” tambah Enny Latief, pemilik dan pendiri Akasya Catering di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Untuk mendukung penampilan makanan yang disajikan, wanita kelahiran Semarang, 23 Maret itu harus mendatangkan peralatan dari luar negeri. ”Saya mendisain sendiri dan meminta relasi dari luar negeri membuatkan barangnya,” katanya.

Soal rasa pun, wanita yang menempuh pendidikan tinggi di Jerman itu, tak mau kompromi. ”Semua masakan menggunakan standar lidah saya,” tambahnya. Enny tak sulit melakukan tugas ini karena dia menyukai kuliner sejak kecil. Juga warisan dari ibu dan neneknya. ”Keluarga saya suka masak dan pesta,” ujarnya.

Hobi memasak ini pula yang membuat menu Akasya Catering bervariasi dan selalu ada inovasi. ”Setiap tahun ada menu baru, sekitar lima jenis,” lanjutnya. Varian menu bisa datang dari dirinya, bisa pula atas permintaan pelanggan. Enny juga suka bereksperimen. Kalau hasilnya bagus, menu baru itu ditawarkan ke pelanggan tetap terlebih dulu.

Enny juga memerhatikan pelayanan saat pesta. ”Kita tak mau merangkap acara,” tegasnya. Dia hanya fokus ke satu pernikahan agar bisa melayani tamu dengan prima, dari awal hingga akhir pesta. Melayani tamu dalam urusan makanan adalah tanggungjawabnya.

Komitmen dalam hal rasa, penampilan dan pelayanan membuat Akasia Catering yang mulai dirintis sejak 1979 dan berdiri resmi pada 1991 menjadi rekanan gedung-gedung ternama seperti Balai Sudriman, Balai Sarbini, Manggala Wanabakti, dan lain-lain. Menu yang disajikan pun terus bertambah, dari menu nusantara hingga masakan Thailand dan Western. DH

CAPTURE YOUR LIFE

Foto pre wedding maupun wedding harus bisa menggambarkan siapa Anda yang sesungguhnya, bukan sekedar mendokumentasikan ritual sakral itu.

Foto pre wedding sudah menjadi ‘keharusan’. Bukan sekedar menghias kartu undangan, namun juga dipajang di galeri pesta pernikahan. Untuk itu, foto harus punya jiwa dan melukiskan diri Anda. Memang, tak mudah menghasilkan foto seperti ini. Bun Sentoso, pendiri Indio Photography, butuh dua hingga tiga kali pertemuan sebelum mengajukan konsep.

”Kita akan gali dulu apa hobinya, apa keinginannya, atau apa yang tak disukainya. Harus tahu lebih dulu siapa klien  kita,” kata Bun. Setelah mengetahui pribadi klien, dia akan mengusulkan beberapa konsep. Yang pasti, foto-foto karya Bun, selalu memiliki cerita. Tema foto tergantung klien, meski Bun selalu mengajukan beberapa konsep.

”Ada yang memilih tema piknik. Kita mengambil gambar mulai dari bangun tidur, gosok gigi, berangkat ke lokasi tur, hingga pulang lagi ke rumah,” lanjutnya. Ada juga yang memilih tema cerita cinta mereka, sehingga pemotretan dimulai dari saat kenalan, pacaran, pemilihan cincin kawin hingga resepsi.

Foto saat resepsi pun tetap harus mengacu pada pribadi pasangan. Pasangan yang menganggap pernikahan adalah sebuah pesta lebih suka dengan foto yang menggambarkan suasana happy, heboh, dan bertebar senyuman. Sebaliknya, pasangan yang menganggap pernikahan adalah sesuatu yang sakral maka gambar yang diambil harus melukiskan suasana syahdu dan hening.

Bagi Bun, foto pre wedding dan wedding bukan sekedar mendokumentasikan peristiwa. Lebih dari itu, foto harus bisa menangkap emosi dan jiwa pasangan. “Seperti dia melihat dirinya,” tambahnya. Memang, untuk menghasilkan foto seperti itu butuh waktu dan tenaga yang lebih banyak. Dan tentu biaya lebih besar. DH

(Majalah JAKARTA 3636 edisi 53, Juni 2010 rubrik Highlight)

One thought on “Persiapan dan panduan nikah. Lengkap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s