Puasa karena cinta


Dibesarkan dengan budaya kejawen, ritual kegamaan Paijo kembang kempis. Kadang sholat dan puasa, kadang lupa dan tak merasa berdosa karenanya. Namun setelah lulus kuliah dengan IP bagus, Paijo malah rajin puasa dan sembahyang. Bukan karena taat, tetapi lebih disebabkan menggunggat. Dia yang lulus dengan nilai bagus plus aktifis kampus mengapa tetap saja susah payah mendapatkan pekerjaan yang layak. Gugatan Paijo dijawab Tuhan. Dia diterima sebagai sales di salah satu perusaahaan. Sales antarkota antarpropinsi (kayak bis AKAP itu).

Sebagai sales yang keluar masuk hotel, tepatnya losmen, Paijo pun tahan godaan. Ia menolak ajaan kencan para wanita karena dia sadar itu perbuataan terlarang. Dia pun tetap puasa Senin Kamis. Lagi-lagi bukan karena taat, tetapi karena protes pada Tuhan. Mengapa orang lain yang menurutnya lebih bego, bodoh, bloon, tolol dll lebih beruntung darinya. Saking kuatnya protes itu, Paijo pernah nekat berpuasa walau kondisinya sedang drop. Buntutnya, dia setengah pingsan saat sujud di sholat Jumat. Dia tak mampu berdiri sampai Jumatan usai.

Protes Paijo ini pun didengar Tuhan. Dia diterima di perusahaan ternama di Jakarta. Tak lama kemudian, dia pindah lagi ke kantor di Jalan Sudirman. Paijo pun tetap puasa Senin Kamis. Bukan taat loh, tetapi lebih karena prihatin. Dia berpuasa agar gajinya cukup untuk hidup sebulan. Maklum, dengan modal satu tas baju, Paijo harus mengais rupiah untuk menghidupi istri, yang saat itu gajinya belum seberapa.

Setelah itu Paijo kembali berkelana dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Meski krisis moneter melanda Indonesia, Paijo bisa berkelit dengan cara pindah haluan kerja. Pendeknya, tak ada yang perlu diprotes atau digugat dari keadaan saat itu. Makanya, Paijo mulai lupa puasa Senin Kamis. Ritual agama lain tetap dijalankan, malah lebih rajin. Tapi puasa mulai ditinggalkan. Bahkan puasa Ramadhan pun kadang diterabas. Sahur di rumah, buka di kantin belakang kantor pada saat dhuhur lalu berpura-pura berbuka di rumah.

Seiring dengan waktu, ritual keagamaan Paijo makin berkembang. Sholat tak pernah lagi ditinggalkan. Begitu juga dengan puasa wajib. Kadang, dia masih melakukan sholat malam ketika anak-anaknya mau menempuh ujian. Juga puasa Senin Kamis jika memiliki perminataan khusus. Saat itu, puasa sunnah dijalankan karena mempunyai permintaan khusus, special request.

Setelah dalam beberapa lama, dia tak punya permintaan khusus, puasa sunnah kembali diabaikan. Dia cuek tidur tatkala istrinya sahur untuk berpuasa. Atau kalau pun dia ikut bangun, malah menonton sepakbola di teve atau membuka laptop atau komputer untuk bekerja.  Istrinya tetap diam melihat Paijo yang demikian. Namun sang istri tetap rajin berpuasa tanpa menyuruh Paijo untuk mengikuti jejaknya.

Lama-kelamaan Paijo merasa malu pada Tuhan. Mengapa dia baru menjalankan ibadah lebih ketika memiliki permintaan tambahan. Jadi ada semacam transaksional antara ibadah dan permintaan. Semakin banyak permintaan, semakin rajin beribadah. Dia merasa seperti anak kecil. Seperti si bungsu yang tiba-tiba bangun pagi, sholat lalu menyapu rumah karena sedang mengambil hati ayahnya agar membelikan sepatu baru atau handphone baru.  Atau si sulung yang mencuci mobil agar diajak ke mall untuk membeli baju dan celana.  Paijo tertawa. Menertawakan dirinya sendiri yang pandir, bodoh dan tolol di hadapan Tuhan.

Menjelang Shubuh, Piajo bangun. Sahur. Dia kembali berpuasa Senin Kamis. Bukan karena minta dibelikan sepatu atau baju. Bukan karena menuntut pekerjaan baru dengan gaji dua atau tiga kali dari sekarang. Bukan, bukan itu. Paijo berpuasa hanya karena cinta pada Sang Pencipta yang tak pernah murka meski selama ini hanya diingat ketika dia menderita, menggugat, atau memiliki keinginan khusus. Kali ini, Paijo tak ingin apa-apa, kecuali rasa cinta. Titik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s