Health and Safety in South Africa


Di balik pemandangan nan memesona, Afrika Selatan juga menyimpan berbagai petaka. Penyakit seperti malaria, flu burung hingga AIDS dapat mengancam siapa saja yang berkunjung ke sana, termasuk Anda. Sebelum berangkat, sebaiknya Anda melakukan vaksinasi seperti rabies, hepatitis B, tetanus, dan lain sebagainya. Untuk menghindari serangan penyakit, ikuti tips berikut ini.

Malaria
Di beberapa wilayah seperti Taman Nasional Kruger dan KwaZulu-Natal, malaria menjadi endemik. Jika mengunjungi daerah rawan malaria, siapkan diri Anda dengan obat anti malaria seperti Prophylaxis, Mefloquine, Malarone, Doxycycline, Fansidar atau Primaquine. Untuk anak-anak dan wanita hamil, konsultasi ke dokter sebelum minum obat tersebut.
Tips:
Untuk menghindari gigitan nyamuk anopheles sebaiknya tidur dengan kelambu serta memakai celana dan baju panjang, Jangan lupa semprotkan obat nyamuk di kamar atau memakai krim anti nyamuk sebelum tidur.

HIV/AIDS
Penyebaran penyakit AIDS di Afsel cukup tinggi. Penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh ini bisa ditularkan melalui darah, cairan vagina atau air susu. Tetapi tak bisa ditularkan melalui udara, makanan atau air. Tak perlu takut bersalaman, bersentuhan atau berenang di area publik.
Tips:
Untuk menghindari AIDS, jangan melakukan hubungan seks, apa pun bentuknya, dengan pekerja seks komersial atau orang asing. Jika terpaksa, gunakanlah kondom. Hindari penggunaan bersama jarum suntik, sikar gigi atau pisau cukur. Hindari transfusi darah. Bila terpaksa, pastikan pendonor darah terbebas dari HIV. Jangan pernah bertato, akupuntur atau pengobatan lain yang menggunakan jarum secara bersama-sama.

Flu burung (Avian Influenza)
Virus H5N1 yang pertama ditemukan di Nigeria itu telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Afsel. Namun Anda tak perlu cemas karena virus yang menyerang burung dan unggas ini sulit menginfeksi manusia, kecuali Anda kontak langsung dengan hewan penderita flu burung.
Tips:
Jangan kontak dengan hewan seperti ayam, burung, kalkun dan bebek yang menderita penyakit ini. Jika Anda merasa demam tinggi, batuk, tenggorokan gatal dan nyeri otot cobalah minum obat amantadine dan rimantadine atau oseltamavir dan zanamavir.

Schistosomiasis (Bilharzia)
Bilharzia adalah infeksi yang disebabkan oleh semacam cacing yang masuk ke dalam aliran darah. Gejalanya adalah demam, batuk, dan nyeri otot. Gejala ini baru muncul setelah 1-2 bulan terinfeksi Bilharzia. Benua Afrika merupakan salah satu daerah rawan Bilharzia.
Tips:
Jangan berenang, mandi atau minum air dari sungai atau danau yang diduga terinfeksi bakteri ini. Meski airnya jernih, belum tentu terbebas dari bakteri jahat tersebut. Jika terserang penyakit ini segera minum Praiquantel. Satu hingga dua hari setelah minum obat, rasa nyeri akan hilang. (Majalah 3636 JAKARTA edisi 52, Mei 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s