Tipu daya tukang (tambal) ban


http://triwahyudi.comBerita miring tentang ulah tukang tambal ban di Jabodetabek bukan isapan jempol belaka. Ada yang menyebar ranjau paku agar ban kendaraan kempes. Dan banyak trik lainnya.

Saya sempat sewot juga saat betulin pelek mobil yang peyang dan sobek karena menghajar lubang jalan. Ban itu saya bawa ke tukang service pelek di Jalan Margonda, Depok. Setelah beres, saya mengambil ban tersebut malam hari, sekitar jam 07.00. Biasanya, toko itu sudah tutup. Tetapi karena ada konsumen yang ganti ban, toko masih buka sehingga di hari kerja itu saya bisa mengambil ban.

Tak sempat mengecek ban, karena pemasangannya malam dan agak remang-remang, saya langsung pulang. Ternyata, setelah sampai rumah, ban saya yang kondisinya masih 70% diganti dengan ban yang sudah jelek dan karetnya sudah retak-retak lembut. Memang, mereknya lebih baik namun kondisinya jauh lebih jelek.

Selang beberapa hari (karena lupa juga) saya menghubungi pemilik toko. Disarankan, datang pada Sabtu siang. “Anak-anak lupa kali. Besok ke sini aja,” ujarnya enteng. Saat Sabtu siang saya mampir ke tokonya, bos menyuruh anak buahnya untuk mencari ban milik saya di gudang. Namun dari mimik mereka, saya melihat ada kejanggalan. Anak buahnya tampak bingung. Apalagi dalam beberapa menit, mereka tak menemukan ban milik saya.

“Kalau ban yang itu malah mereknya sama dengan yang sebelah,” bujuk salah seorang tukangnya. Saya jelasin bahwa saya tak butuh merek sama, karena ban yang satu itu sebenarnya ban serep yang terpaksa dipasang karena ban utama sdah bocor dua kali. “Ban dari situ sudah jelek dan gak ada kode produksinya. Sudah ketuaan,” ujarku sewot.

Karena belum ketemu juga, saya turun tangan meneliti ban dan pelek yang dipajang di depan. Ternyata, ban saya sudah dipajang di depan. Kontan, saya minta untuk diturunkan dan dipasang ke mobil saya. Mereka tak bisa berkata-kata dan menuruti kehendak saya. (Pesan moralnya: Jangan beri peluang dan kesempatan pada pihak lain untuk berbuat curang. Kalo service pelek mending peleknya saja yang dibawa untuk menghindari penukaran ban)

Saya juga sewot dengan tukang tambal ban motor. Beberapa waktu lalu, ban motor saya bocor dan katanya sudah tak dapat ditambal. Saya mau beli yang merek bagus (IRC), tapi tukang tambal itu gak punya. Dia nunjukin dua mereka yang amat sangat tidak terkenal. Tapi apa daya, saya tetap harus membelinya.

Dua minggu kemudian, ban itu bocor dan saya mampir ke tukang tambal terdekat. Setelah dibuka: ban yang baru saya beli itu ternyata sudah ada tambalannya. Apa ga bangsat tuh tukang tambal ban? Padahal, saya sudah nungguin saat pemasangan karena saya sudah curiga dengan gerak-geriknya. Ban itu diambil dari kardus dan masih terbukungkus plastik. Saya menduga, dia sudah memajang ban-ban seken ke dalam kardus baru. Kalau cacat produksi dari pabrik, ga mungkin ada tambalannya kan.  (pesan moral: Teliti sebelum membeli. Cek ban yang Anda beli sebelum dipasang, apakah sesuai dengan mereknya dan benar-benar baru).

One thought on “Tipu daya tukang (tambal) ban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s