RESTO ORGANIK: LEZAT TANPA PENYEDAP


Bila resto sering dituding sebagai penyedia junk food, tidak demikian dengan resto organik. Resto yang menyediakan sayuran bebas pestisida dan free Monosodium  Glutamate (MSG) ini menyajikan makanan sehat namun tetap sedap. Beberapa masakan resto organik yang kami coba rasanya tetap  maknyuus.

WARUNG DAUN

Sejak bediri 15 Oktober 2003, Warung Daun sudah mendeklarasikan free MSG. Tahun berikutnya, ketika gaya hidup organik merambah kaum urban, resto ini mulai menyajikan masakan organik. “Awalnya dimulai dari beras,” kata Aji Leddy Susanti, istri Hariyanto Prayitno, pemilik resto. Untuk menjamin keorganikan bahan, Leddy mengunjungi Sragen, tempat dia membeli beras, dan Cisarua, Bogor, dimana Leddy mendatangkan sayuran.

Di awal berdiri, menu utama Warung Daun adalah masakan Sunda. Nasi liwet, gurame saus mangga, ayam goreng lengkuas dan sambal panas khas Warung Daun menjadi idola. “Sambal ini seperti terus memanggil orang untuk balik kesini ,” lanjut Leddy.  Sambal itu disajikan di atas cobek tanah yang masih panas. Tutup sambal baru dibuka di depan pemesan sehingga aroma terasi langsung menggoda. “Terasi saya datangkan dari Bontang,” jelasnya. Penampilan sambal pun memikat.  Di atas cabai merah yang masih menyisakan bentuk karena diuleg secara manual itu dihias daun kemangi serta taburan irisan daun bawang.

Nasi liwetnya lezat. Disajikan di dalam ketel (kastrol) khas Cianjuran. Begitu dibuka, asap langsung mengepul. Sepertinya ketel baru diangkat dari atas kompor. Di atas nasi, terlihat teri goreng kering. Teri ini menjadi penyeimbang rasa gurih nasi. Berbahan baku beras organik, rasa nasi liwet amat pulen.

Seiring dengan waktu resto inipun menyajikan masakan Indonesia. Menu yang disajikan beragam dan terus berkembang. Leddy sendiri yang menciptakan variasi menu. Saat kami berkunjung ke resto di Jalan Wolter Monginsidi, kami mencicipi oseng pucuk labu, yang saat itu dalam tahap ujicoba akhir sebelum launching. Leddy memasaknya sendiri untuk kami.  Warna pucuk labu masih hijau segar. Kemangi yang ada di sayur menebar aroma wangi. Rasanya sedikit pedas dan pas menjadi teman nasi liwet dan gurame goreng.

Jika Anda ingin mencoba masakan organik ala Warung Daun, kunjungi tiga resto yang ada di  Jalan Wolter Monginsidi No 41, Kebayoran Baru (telepon 021-72786138), Jalan Pakubuwono VI/10, Kebayoran Baru (021-7395454) serta Jalan Cikini Raya No 26 Jakarta Pusat (depan TIM,  021-3910909)

SEDAP ALAMI

Tujuan awal Hendra Alimin mendirikan Sedap Alami di Bendungan Hilir, Jakpus, adalah untuk mengolah hasil kebun yang berlimpah. Sebelum mendirikan resto, Hendra sudah menanam sayuran secara organik di kebun seluas 3 ha di Cisarua, Bogor. “Awalnya untuk kebutuhan sendiri,” kata Hendra membuka percakapan.  Karena panen terus meningkat, maka Hendra pun membangun resto yang menyajikan makanan organik dan kue tradisional.

“Untuk membuat gethuk, saya datangkan bibit ketela dari Padang,” tambah Yosefina Skolastika, istri Hendra. Ketela Padang, katanya, mengandung tepung sehingga gethuk lebih legit. “Siang gini sudah habis,” lanjut Yosefina. Lalu Hendra menyodorkan pau (bakpau) hangat berisi sayuran organik. Keistimewaan pau bukan terletak pada adonan luarnya. Meski terasa lembut di lidah, namun yang menarik bagi kami adalah sayuran isi pau yang terasa lebih segar.

Menu lain yang kami coba adalah CHAM (Cincau Hijau Rambat) serta mie sawi ayam kampung. Bentuk CHAM tak terlalu kenyal. Malah, pori-pori cincau masih tampak sehingga terlihat gelembung air di dalam cincau. Karena lunak, cincau mudah lumer di mulut sehingga gampang ditelan. Kuah cincau kurang manis. Segar dan aman untuk penderita diabetes mellitus.

Mie sawi tak kalah menggoda. Warnanya hijau segar. “Komposisi sayurannya 40 persen,” jelas Hendra. Dia bisa mempertahankan warna karena sayuran direbus tanpa air. “Kita menggunakan panci khusus,” tambah Hendra.  Karena dimasak tanpa air itu, warna dan nutrisi sayuran tak berkurang. Memang, rasa sayuran masih kentara pada mie itu. Rasanya justru lebih lezat dibanding mie biasa. Dan yang pasti lebih kaya nutrisi.

Menu favorit lainnya adalah nasi bakar, tahwe (kembang tahu), tekwan khas Palembang, baso ikan, pecel dan lain-lain. Jika Anda ingin menikmati kelezatan makanan dan kue organik, datang ke Sedap Alami di Jalan Benhil No  41, Jakpus (021-5702095) atau ke Taman Permata Buana,  Jalan Pulau Bira Raya A8/1 Kembangan,  Jakbar (021-5806667).

PURE

Bila lokasi dua resto di atas tak berada di mall, Pure justru hadir di tempat-tempat hang out . Konsep resto cozy dan comfortable. Menu yang disajikan sangat beragam dari masakan Indonesia sampai masakan mancanegara. Ada Organic Pizza, Crispy Chicken Teriyaki, Sop Buntut, Laksa sampai nasi campur. Untuk desert pun banyak pilihan seperti Yoguberry, Chocolate Mud dan Chocolate Temptation.

Walau menu yang disajikan ada yang mirip junk food, namun makanan itu aman bagi kesehatan. Masakan free MSG, bebas pestisida, atau pewarna buatan. Makanan juga tak dimasak dengan alat teflon, alumunium maupun microwave. Bahan organik dimasak dengan alat dan cara khusus sehingga nutrisi tetap terjaga. Rasa pun tetap sedap. Jika Anda ingin mencoba kelezatan makanan dan kenyamanan Pure, datang ke Plaza Indonesia lantai tiga dan Pacific Place lantai lima. (Majalah 3636 JAKARTA edisi 50, Maret 2010)

2 thoughts on “RESTO ORGANIK: LEZAT TANPA PENYEDAP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s