Comeback untuk raih gelar kedelapan


Banyak yang meragukan kemampuan Niki Lauda saat dia memutuskan kembali ke arena Formula One pada 1982. Juara 1975 dan 1977 itu berhenti membalap pada pertengahan 1979. Lauda menjawab keraguan itu dengan memenangi F1 musim 1984. Keraguan yang sama muncul saat Micahel Schumacher akan berkiprah di musim 2010, ketika usianya sudah tak muda lagi: 41 tahun.

Pertanyaan yang dihadapi Schumi –sapaan akrab Schumacher dan Lauda sama persis: masih mampukah mereka meraih gelar juara? Saat keraguan publik itu muncul, usia Lauda ’baru’ 36 tahun, sedang umur Schumi saat ini lebih tua 5 tahun. ”Saya yakin masih mampu membalap di F1. Banyak yang menyangsikan kemampuan fisik saya. Tapi saya tak peduli,” kata Lauda saat memutuskan comeback.

Optimisme yang sama juga diperlihatkan Schumi. ”Saya tujuh kali juara dunia. Tidak ada harapan lain kecuali menjadi juara dunia lagi. Saya sangat yakin,” ujar kelahriran 3 Januari itu mantap. Musim lalu, sebenannya Schumi akan balik lagi ke arena bersama Ferrari untuk menggantikan Felipe Massa yang cedera. Sayang, Februari itu pembalap asal Jerman tersebut malah cedera leher saat mengendarai motor.

Dia pun urung bergabung dengan Ferrari dan berlabuh ke Mercedes setelah kesehatannya benar-benar pulih. Schumi akan berpartner dengan Nico Rosberg, mantan pembalap Brawn GP. Motivasi Schumi untuk merebut trofi kedelapan sangat tinggi. Dia mengaku sejak berhenti dari arena balap pada 2006, dia merasa lelah dan jenuh. ”Absen tiga bulan memberi energi sangat tinggi,” lanjut Schumi.

Schumacher terakhir menjuarai F1 pada 2004 bersama Ferrari. Meski sejak 2006 tak membalap lagi, namun dia yakin bisa bersaing dengan pembalap muda seperti Jenson Button (30), Lewis Hamilton (25) serta Sebastian Vettel (22). Apalagi dia didukung oleh Ross Brawn serta Mercedes. Ross adalah orang yang berperan penting bagi Schumi saat menyabet tujuh gelar juara dunia di Ferrari.

Comeback Schumi disambut baik oleh Lewis Hamilton. “Saya selalu menyaksikan Michael saat saya masih di katgeori yunior. Saya berharap saat di F1 bisa bertemu sang legenda. Saya senang bisa balapan dengan dia,” kata pembalap asal Inggris ini. Tentu, persaingan musim 2010 ini bakal seru dengan kehadiran sang fenomenal Michael Schumacher.

Jika Niki Lauda membuat sensai dengan menjadi juara pada 1984 bersama McClaren setelah sebelumnya raih gelar yang sama pada 1975 dan 1977 bersama Ferrari, akan Schumi –mantap pembalap Ferrari ini- akan membuat sensasi lebih besar dengan menjadi juara dunia kedelapan kali dengan tim yang berlainan? Kita tunggu aksi Schumi! (Majalah 3636 edisi 49, Februari 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s