Karir Yao Ming di ujung tanduk


yao mingJutaan penggemar Yao Ming di Cina cemas. Mereka khawatir pebasket pujaannya tak bisa tampil pada kompetisi National Basketball Association (NBA) musim depan. Karir Yao Ming pun terancam.

Yao mengalami cedera kaki kiri saat klubnya, Houston Rockets, menghadapi Los Angeles Lakers di babak kedua playoffs NBA, Mei silam. Di awal cedera tim medis Rockets Tom Clanton optimis Yao hanya membutuhkan waktu 12 pekan untuk memulihkannya. Setelah berjalan beberapa saat, cedera Yao tak juga memberikan respon terhadap proses penyembuhan sehingga Clanton tak berani memberikan batas waktu untuk pemulihan.

Clanton pun tak akan menempuh langkah-langkah untuk mempercepat proses penyembuhan atau melakukan perawatan intensif. Dia lebih memilih untuk melakukan operasi. Salah satu opsi yang bisa ditempuh adalah dengan menanamkan pin metal ke dalam kakinya, seperti cara yang dilakukan Cleveland Cavaliers untuk menyembuhkan cedera Zydrunas llgauskas.

Apapun langkah yang akan ditempuh Yao dan tim medis, pemain kelahiran 12 September 1980 itu tetap optimis. ”Saya optimis mengenai masa depan saya. Saya akan kembali bermain basket ketika kaki saya pulih,” ujar pemain bertinggi 2,29 meter ini. Dia akan melakukan upaya apa saja untuk menyembuhkan cedera tersebut. Walau terancam tak bisa bermain, Rockets memastikan tak akan menjual atau menukarkan Yao ke klub lain, berapa pun harganya.

Akrab dengan cedera

Tiga tahun pertama di NBA, Yao Ming tampil prima. Dia hanya absen dalam dua pertandingan dari 246 laga yang digelar. Sayang, perfoma bagus itu tak berlanjut di tahun keempat bersama Rockets. Pada musim 2005/06, dia mengalami cedera telapak kaki kiri sehingga mangkir dalam 21 pertandingan. Kala itu, dia sempat bermain namun lagi-lagi cedera. Kali ini patah kaki sehingga absen lagi meski musim itu tinggal menyisakan empat laga. Dia pun istirahat selama enam bulan.

Awal musim 2006/07, tepatnya 23 Desember 2006 Yao kembali cedera. Giliran lutut kanannya bermasalah setelah memblok sebuah tembakan. Musim tersebut dia hanya mencetak 26,8 poin, 9,7 rebound dan 2,3 blok per pertandingan. Dia kembali bermain pada 4 Maret 2007 setelah absen dalam 34 pertandingan. Walau cedera berkepanjangan , dia sempat menjadi kandidat MVP.

Musim berikutnya, cedera kembali menerpa. Pada 26 Februari 2008 tulang kaki kirinya retak sehingga harus ngaso empat bulan setelah menjalani operasi pada 3 Maret 2008. Dia tak bisa bermain di 22 laga dan babak playoffs, namun bisa tampil di Olimpiade Beijing Agustus 2008. Dalam 55 pertandingan Yao mencetak 22 poin, 10,8 rebound dan 2 blok per game. Dia mengantarkan Rockets mencetak rekor menang berturut-turut dalam 22 pertandingan, rekor terpanjang kedua dalam sejarah NBA.

Musim 2008/09 Yao bermain dalam 77 pertandingan dan rata-rata mencetak 19,7 poin, 9,9 rebound dan 2 blok per game. Rockets memborong semua kemenangan di kandang dan mengantarkan Rockets ke putaran kedua babak playoffs untuk pertama kalinya sejak 1997 dan pertama kalinya dalam karir Yao. Sayang, menjelang akhir musim dia kembali cedera kaki kiri. Meski dokter mengatakan cedera tersebut dapat mengancam karir Yao, namun atlet top Cina itu tetap optimis. “Kondisi saya lebih baik dari tahun lalu,” katanya mantap. Yao optimis segera pulih dan kembali bermain di NBA. (Majalah 3636 edisi 43, Agustus 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s