MENUNGGU NOMOR CANTIK


Demi nomor cantik, mereka rela menunggu beberapa bulan untuk menjadi anggota resmi Atoz Club Indonesia (ACI). Mereka menanti nomor keanggotaan 200 atau 212, nomor sakti pendekar silat Wiro Sableng.

Karena jumlah anggota ACI masih 188 orang, maka penunggu nomor sakti itupun  berstatus penggembira. Mereka hadir dalam berbagai event, namun bukan anggota. Padahal status anggota memberi beberapa kemudahan. “Kita bisa bertukar pikiran dan pengalaman soal Atoz. Kalau ada apa-apa cukup kirim ke milis, nanti Atozer (sebutan untuk pemakai Atoz) akan kasih info sejelas-jelasnya,” kata Subur Nandito, Ketua ACI. Anggota pun sudah pasti mendapat diskon khusus dari bengkel serta tempat penjualan spare part. “Tinggal tunjukkan kartu, dapat diskon,” lanjutnya. Anggota ACI, lanjut Didit –panggilan sehar-hari Subur, sudah tersebar di berbagai kota. Di luar Jabodetabek, ada Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang dan Solo.

Kegiatan ACI tak sebatas kumpul rutin, bakti sosial atau turing. “Tiap bulan ada saja kegiatan. Pertandingan persahabatan futsal, kunjungan ke pabrik ban atau nonton bareng,” tambah pria kelahiran Jakarta, 13 November 1964 itu. Padatnya kegiatan lantaran ACI bergabung dengan FK3O, yaitu gabungan klub otomotif yang ada di Jabodetabek. Pertemuan rutin anggota ACI diadakan setiap Jumat malam akhir bulan. ”Bisa di Hanggar Pancoran, Parkir Timur Senayan, atau Kedai Halaman (Jalan Pati Unus),” ujar Didit. Sebenarnya, ACI pernah mencoba untuk berkumpul di salah satu rumah anggota. Namun, karena rumah member berjauhan dan menyebar rencana itu tak bisa berjalan mulus.

Menurut Didit yang menjabat sebagai ketua sejak 2007, kegiatan ACI yang paling berkesan adalah bakti sosial di rumah yatim piatu di Serang, Bantenpada tahun 2008. ”Ternyata jiwa sosial Atozer cukup tinggi. Waktu itu kita membawa baju, buku tulis, tas, beras, mie, biskuit dan uang yang cukup banyak,” lanjut lelaki yang punya bisnis sampingan jual beli Mercy Mini dan Mercy Tiger ini. Dalam turing itu, ACI didampingi oleh Service Car dan teknisi dari Hyundai Motor Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan. Rasa was-was soal kendaraan pun sirna.

Apalagi, berdasar pengalaman Didit, Hyunadi Atoz bukanlah kendaraan rewel. Mesinnya andal, bensin irit, AC dingin, interior luas serta mudah perawatannya. “Karena itu kalau ada orang beli Atoz dan bergabung dengan ACI, saya bilang pilihan Anda sudah benar,” kata Didit berpromosi. ACI resmi berdiri pada 20 Desember 2007. Namun sejatinya pemilik Atoz sudah saling berinteraksi sejak tahun 2000. Mereka bergabung dengan pemilik mobil Hyundai di bawah naungan HYOCID. Sayangnya, klub ini tidak aktif sehingga Didit dkk membentuk wadah tersendiri.

Jika Anda pemilik Hyundai Atoz, bergabunglah bersama mereka melalui website di http://www.atozclubindonesia.com. Melalui klub ini Anda bukan sekedar bertukar informasi dan pengalaman soal mobil kesayangan, namun juga merasakan nuansa kekeluargaan yang amat kental. Ingat, hanya pemilik kendaraan yang boleh menjadi anggota ACI. Pemerhati dan pecinta Atoz tak boleh menjadi member. Cukup penggembira saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s