Ria Kirana


Wajahnya lembut. Bicaranya pelan dan senyumnya terus mengembang. Siapa nyangka, Puteri Solo ini menggemari olahraga keras: tinju. “Aku senang ngliat tinju. Sportif,” ujar Ria Kirana. Gadis kelahiran Solo, 14 Mei 1984 ini paling demen ngliat gaya bertinju Mike Tyson. ”Seru. Pukulannya gila,” tambah mantan bintang iklan Yamaha dan Milo itu. Untuk petinju lokal, dia kagum dengan Christ John. Pria asal Banjarnegara ini berhasil meraih predikat Super Champions setelah sepuluh kali mempertahankan gelar.

Namun bukan karena tinju jika tubuh Ria tetap ideal dengan tinggi 168 cm dan berat 49 kg. “Gila apa aku bertinju,” ujarnya sambil tertawa. Untuk menjaga kelangsingan tubuhnya, dia rutin berlari. “Aku selalu jogging,” tambahnya. Sesibuk apapun, dia menyempatkan diri berolahraga. Bahkan, di sela-sela pemotretan. “Bukan hanya menjaga berat badan, tapi juga demi kesehatan,” lanjutnya.

Walau menyukai tinju, tapi dia berpikir seribu kali jika menjalin kasih dengan petinju. ”Kayaknya ga tertarik deh,” tukasnya. Dia lebih suka menjalin asmara dengan lelaki biasa. ”Standar aja. Yang penting pengertian, baik dan jujur,” katanya. Bagi Ria, membicarakan dunia model dan olahraga lebih menarik ketimbang membahas asmara. ”Kapan kita nonton tinju?” ajaknya sebelum menutup pembicaraan. (freekick edisi 41, Mei 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s