Enduro 100 Challenge, Ajang unjuk gigi


Enduro 100 Cahllenge bukan hanya menjadi ajang bagi pembalap untuk membuktikan ketangguhan mobilnya tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas otomotif untuk unjuk gigi, memperlihatkan kepiawaiannya ‘menari-nari’ di atas aspal.

Balap ketahanan mobil yang diselenggarakan pada 24-25 Januari 2009 di Sirkuit Sentul, Bogor menarik perhatian insan otomotif Indonesia. Pasalnya, selain balapan, acara ini juga memberi kesempatan kepada klub-klub otomotif untuk menjajal sirkuit. Beberapa klub otomotif turut meramaikan acara ini seperti TeRuCi, Timor-er, Atoz Club Indonesia, Starlet Indonesia dan lain-lain. “Kita sudah setahun ingin masuk sirkuit. Baru kali ini kesampaian,” ujar Mochamad ’Ciput’ Putawidjaja, Kumendan (Ketua) TeRuCi, girang.

Acara lain yang menyedot perhatian publik adalahan drifting exhibition dari Indonesian Drift Community. Walau komunitas ini belum lama berdiri, namun aksi mereka mengundang decak kagum penonton. Kepiawaian mereka menari-nari di atas aspal mengundang rasa ingin tahu penonton. Sore hari, setelah menjajal sirkuit, beberapa klub otomotif ikut nge-drift.

Balapan enduro yang berlangsung selama empat jam berlangsung sengit. Setiap tim harus pandai menerapkan strategi agar bisa finish dengan jumlah lap terbanyak. Pada balapan ini, setiap tim memiliki dua pembalap yang boleh bergantian. Mereka juga bebas masuk pitstop untuk mengisi bensin atau ganti ban. Dengan demikian, faktor kencang bukan menjadi satu-satunya indikator kemenangan.

”Startegi yang baik yang bisa membawa kemenangan,” ujar Chandra Alim, pembalap HBC Archilles, yang menjuarai ajang ini. Setidaknya, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil balapan. Pertama, perfoma mobil harus fit selama pertandingan. Selama empat jam, mobil harus bisa digeber tanpa mengalami problem. Hal penting lainnya adalah pembalap. Agar mobil bisa tahan selama empat jam, pembalap harus tahu cara bawannya. Jika terus dipaksa, mobil akan mengalami masalah. Padahal, dalam balapan ini, mereka bukan hanya melintasi 18 lap, tapi ratusan lap. Faktor keriga adalah kesiapan tim mekanik di pitstop. Dengan lima mekanik, mereka harus bisa mengerjakan penggantian ban, pengisian bensin dan juga pergantian pembalap. DH

Hasil lomba Indonesian Enduro 100 Challenge 24-25 Januari 2009:

1 / 33 / Chandra Alim-Wiwi / HBC Archiles / Honda Jazz / 118 laps

2 / 27 / Rio Saputro-Demas Agil / P5 / Honda Jazz / 118 laps

3 / 89 / Moreno S-Palma Punta / Ash Motorsport / Honda Jazz / 109laps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s