DOPING DALAM SEPAKBOLA


Kasus doping bukan hanya marak di dunia baseball, balap sepeda atau American football. Sepakbola pun tak lepas dari kasus tersebut. Meski frekuensinya menurun, tetapi kasus doping selalu ada. Dari berbagai kasus yang pernah muncul, ada kasus doping yang menggemparkan dunia. Berikut kasus doping yang berkaitan dengan pemakaian obat-obatan untuk meningkatkan perfoma.

1. Diego Armando Maradona, Argentina, World Cup 1994

Menjelang Piala Dunia 1994, perfoma Maradona mulai menurun, berbeda dengan penampilannya di World Cup 1986. Selain ketajamannya merosot, tubuhnya makin tambun. Si bogel juga kecanduan obat dan alkohol. Namun di laga perdana Argentina, Maradona tampil luar biasa. Dia mencetak gol saat Tim Tango menggulung Yunani 4-0. Maradona juga tampil ciamik saat Argentina menggebuk Nigeria 2-1. Sehabis pertandingan, Maradona menjalani tes doping. Hasilnya, dia terbukti memakai zat ephedrine untuk mendongkrak penampilannya. Tanpa pencetak gol Tangan Tuhan, Argentina terlempar di babak 16 besar. Akibat kelakuannya itu, Maradona dilarang bermain selama 18 bulan. Dan sejak itu, dia tak pernah main di ajang internasional.

2. Abel Xavier, Middlesbrough, English Premier League, 2005

Saat bermain di Liga Premier, Xavier tak mau menggunakan zat terlarang untuk memompa penampilannya. Namun, dia ajang Eropa (Piala Uefa), dia malah memakai dianabol, zat yang dapat meningkatkan kinerja otot. Akibat penggunaan zat haram itu, Xavier dikenai sanksi larangan main selama 18 bulan. Tetapi, sanksi itu dikurangi menjadi 12 bulan. Dia kembali membela The Boro pada musim 2006-07. Setelah merumput di Inggris, dia hijrah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan LA Galaxy.

3. Jaap Stam, Lazio, Serie A, 2001

Jaap Stam menjadi pemain Belanda termahal saat diboyong oleh Manchester United pada tahun 1998. Tiga musim bersama United, Stam mengoleksi gelar Liga Premier, Piala FA dan Liga Champions. Musim 2001-02, dia meluncurkan autobiografi Head to Head. Dalm buku itu, dia mengritik pelatih Sir Alex Ferguson serta rekan setimnya seperti David Beckham. Alhasil, Stam dijual ke Lazio. Belum lama di Italia, Stam memakai nandrolone atau biasa juga disebut Deca-Durabolin. Dia berkilah, tak tahu jika zat tersebut berfungsi meningkatkan perfoma dan termasuk doping. Apa pun alasannya, dia dilarang main selama lima bulan. Setelah mengajukan banding, hukuman dikurangi satu bulan.

4. Rio Ferdinand, Manchester United, English Premier League, 2003

Mantan pemain West Ham United ini mengaku lupa ketika harus menjalani tes doping yang diambil secara ajak. Sehabis pertandingan, dia bukannya menyerahkan urine tetapi malah ngacir pulang. Football Association tak bisa menerima alasan itu. Ferdinand diganjar larangan main delapan bulan plus denda lima puluh ribu poundterling (sekitar 900 juta rupiah). Akibat sanksi itu, Ferdinand tak bisa tampil di Piala Eropa 2004. Kini bek tangguh Manchester United itu menjadi pelopor dalam memerangi doping. Dia mendukung penuh aturan baru dari FA yang memberikan sanksi berat kepada pemain yang terbukti menggunakan zat terlarang untuk meningkatkan perfomanya. (DH)

6 thoughts on “DOPING DALAM SEPAKBOLA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s