BROTHERHOOD ALA INDOSPURS


Jumlah anggota yang relatif sedikit untuk ukuran sebuah fans klub membuat member IndoSpurs, pendukung Tottenham Hotspur di Indonesia, makin akrab. Pengurus pun tak perlu memungut iuaran pada anggota yang dianggapnya sebagai saudara sendiri.

Tottenham bukanlah klub besar. Namanya tenggelam di antara dua klub besar di kota London, Chelsea dan Arsenal. Posisi ini membuat jumlah pendukung Spurs, sebutan untuk Tottenham Hotspur, tak banyak. “Cukup langka orang yang mendukung klub ini sehingga apabila kami menemukan sesama pendukung Spurs kami seperti menemukan saudara sendiri,” kata Ketua IndoSpurs Flaming Iskandar.

Menurut Flaming, sebagian besar anggota IndoSpurs adalah mereka yang datang di era kejayaan Spurs (finish di peringkat tujuh Liga Premier 1994/95). Saat itu Jurgen Klinsmann menjadi icon Spurs. Pemain asal Jerman berjuluk The Golden Bomber itu mendongkrak popularitas Spurs di Indonesia. “Lebih dari 50 persen anggota mendukung Spurs sejak jaman Klinsmann. Entah kenapa, saya sendiri juga bingung,” lanjut kelahiran 6 Februari 1979 itu.

Spurs till we die

Mengumpulkan pendukung Spurs di Indonesia bukanlah hal gampang. Pada 10 Juni 2006, seorang fans Spurs membuat mailing list untuk penggemar Tottenham. Dalam setahun jumlah member hanya tujuh orang. “Kami melangkah lebih jauh dari sekedar bertemu lewat email, kami mengadakan copy darat 11 Agustus 2007 di Front Row Café, Jakarta,” tambah Flaming. Kini, tanggal tersebut dideklarasikan sebagai hari jadi IndoSpurs.

Setelah resmi berdiri, Flaming terus berupaya mencari anggota. Gerilya untuk mengumpulkan penduklung Spurs dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari mailing list, forum-forum di internet, koran, majalah website, Friendster, Facebook, dan lain-lain. Saat ini jumlah mereka berkisar 150 orang. “Fan base kita ada juga di Jogya dan Bandung,” ujar pengagum Klinsmann itu.

Flaming menambahkan jumlah tersebut tergolong kecil untuk sebuah fans klub. Tetapi dia justru bangga. Sebuah tim yang tidak masuk The Big Four di Inggris, ternyata tetap memiliki penggemar fanatik. Naik turunnya prestasi Spurs tidak membuat pendukungnya berpindah ke tim lain. “Kami berani berikrar meskipun Spurs sampai degradasi ke Divisi Tiga pun kami tetap akan mendukung tim ini. Istilahnya Spurs till we die,” tegas Flaming. Bagi mereka mendukung sebuah klub tidak bisa diukur dari banyaknya piala atau prestasi yang diraih.

Sebagai Ketua IndoSpurs sekaligus Koordinator Externel, Flaming terus berupaya mengumpulkan pendukung Spurs se-Indonesia. Dia ingin mempererat persaudaraan di antara mereka dengan mengadakan kegiatan bersama seperti nonton bareng atau bermain futsal. “Kita ingin eksis di tengah-tengah fans klub yang didominasi The Big Four,” lanjutnya. Untuk jangka panjang dia ingin IndoSpurs menjadi official supporter dari klub yang berbasis di London itu. Nah, jika Anda termasuk pendukung fanatik Spurs, segera bergabung dengan Flaming dkk. Temukan arti persaudaraan yang sesungguhnya di komunitas ini. (DH)

=============================================================================================================

IndoSpurs

Ketua : Flaming Iskandar (Koordinator External)

Wakil 1: Justinus Ari Kristiawan *Arka* (Koordinator Internal) (0812-8735223)

Wakil 2: Demis Rizky Gosta (Koordinator Acara ) (021-9327-0121)

Wakil 3: Anton Hendarto (Koordinator Admin ,Nobar & Humas ) (0813-17567890)

Website:

Website : http://www.indospurs.com/

Forum : http://www.indospurs.com/forum

Facebook :http://www.facebook.com/group.php?gid=6000138550

Friendster :http://profiles.friendster.com/indospurs

Email : Indospurs@hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s