JET PACK Solusi Atasi Kemacetan


Terbang bagai burung
Terbang bagai burung

Jet Pack menyulap manusia menjadi burung perkasa. Bisa terbang di ketinggian 300 meter dari tanah dengan jarak tempuh 30 mil. Selama 30 menit, Anda pun terbebas dari kemacetan.

Temuan Glenn Martin (48) ini cocok untuk daerah seperti Jakarta dimana kemacetan merajalela. Hanya dengan menggendong jet –perangkat yang terdiri dari dua tabung- Anda bisa terbang selama 30 menit. Sebenarnya, upaya merintis alat seperti ini sudah dimulai sejak 1960, tetapi mayoritas jet pack yang dihasilkan hanya bisa terbang dalam hitungan detik.

Jet Pack karya warga Selandia baru ini menggunakan dua rotor dengan kekuatan 200 horse power. Martin membutuhkan waktu hingga 27 tahun untuk menghasilkan alat tersebut. Sebenarnya, sejak usia lima tahun Martin sudah berangan-angan bisa terbang. Dia ingin menjadi pahlawan seperti tokoh dalam komik yang dibacanya. Sejak itu, dia terus terobsesi mencipatkan jet mungil.

Niat menciptakan jet kian bergelora saat Martin menjadi mahasiswa dan mempelajari biokimia. Dia pun rajin berkunjung ke perpusatakaan untuk mencari teori-teori yang mendukung keinginannya. Selepas kuliah, martin bekerja di industri farmasi dan bio teknologi, tetapi niat membuat jet tetap membara. Tujuh pekan setelah kelahiran anak keduanya, Juni 1997, Martin mulai menciptakan proto tipe jet. Saat itu jet buatan Martin hanya mampu mengangkat beban seberat Rp 60 kg.

Martin tak menyerah. Dia terus melakukan penelitian untuk menghasilkan jet pack ideal. Juli 2008, Martin berhasil menciptakan proto tipe Jet Pack yang memenuhi kebutuhan. Alat tersebut bisa mengangkut beban sampai 115 kg. Pemakaian alat pun sangat gampang, hanya seperti menggendong ransel ringan. Untuk mendarat, Jet Pack dilengkapi dengan shock absorber super lembut sehingga tak ada hentakan keras saat menginjak bumi. Martin mengklaim Jet Pack tersebut adalah jet paling aman dibanding jet sejenis yang pernah diproduksi sebelumnya.

Untuk meyakinkan faktor keamanan, Martin menggelar demo di Wisconsin dengan melibatkan anak sulungnya Harrison (16). Dalam demo tersebut Harrison memakai helm dan menggendong jet portable. Tak lama kemudian mesin jet menderu dan perlahan-lahan Harrison terbang. Agar tak terlalu tinggi, Martin dan seorang rekan memegang kuat-kuat sisi kanan dan kiri Jet Pack. Harrison terbang di ketinggian 300 meter dari atas tanah selama 45 detik.

Yakin Jet Pack karyanya akan dibutuhkan orang, terutama untuk industri perbankan dan di saat darurat, Martin berencana memproduksi alat tersebut mulai 2009. Harga perkenalan diperkirakan Rp 600 juta. Kalau ditambah dengan pajak dan tetek bengeknya, bisa jadi harga jual di Indonesia bisa dua kali dari harga di negeri asalnya. (freekick 34, Oktober 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s