NPC: Masa depan polo Indonesia


Pasukan berkuda dengan stick di tangan berlari mengitari lapangan. Mereka bukan bangsawan Inggris yang sedang bermain polo. Pasukan berseragam merah putih itu adalah crew Nusantara Polo Club (NPC) yang sedang melatih kuda-kuda mereka agar tetap fit sehingga siap berlaga saat diperlukan.

Empat puluh kuda milik NPC yang berjenis poni dan berasal dari Argentina itu rutin berlatih. ”Kuda harus berkeringat. Bukan karena panas matahari tapi harus berlari,” ujar Setyo Widodo, veterinarian NPC. Bagi kuda berlari adalah aktifitas sehari-hari untuk menjaga kebugaran. Kuda-kuda itu harus selalu siaga karena setiap hari selalu ada member atau tamu yang ingin menunggang kuda.

Berkuda, lanjut Widodo, bukan sekedar olahraga tetapi sudah menjelma menjadi gaya hidup. ”Sambil berkuda mereka bicara bisnis,” kata Widodo. Wajar jika NPC menyediakan fasilitas kelas dunia. Lapangan luas dengan rumput yang tertata rapi dikelilingi track pasir untuk berlari. Member bisa bermain polo, balap kuda atau sekedar belajar menunggang kuda. Di pinggir lapangan terdapat café untuk beristirahat atau menyaksikan pertandingan.

“Tiap hari ada. Fifty-fifty,” jelas Widodo soal pengunjung lokal dan expatriate. Walau baru launching Januari 2008, tetapi sebenarnya aktifitas NPC sudah berjalan setahun sebelumnya. Menurutnya pendirian NPC untuk mengenalkan olahraga polo ke publik. Selama ini polo identik dengan olahraga elit. Padahal, olahraga ini sejatinya milik para prajurit di Pakistan yang melepas kejenuhan setelah berperang.

 

Mengenalkan polo

Dengan adanya NPC orang tak perlu memiliki kuda untuk bermain polo. Biaya pun menjadi lebih hemat. Maklum harga kuda yang memenuhi standar untuk polo berkisar Rp 90 juta. “Kalau belum jadi sekitar Rp 30 juta,” lanjutnya. Tapi, mereka harus mendidik kuda minimal tiga bulan agar kuda tak takut dengan bola dan stick. “Itu butuh biaya lagi,” katanya sambil tertawa.

Lahirnya NPC membuka peluang bagi setiap orang untuk menikmati polo. Bahkan, NPC merencanakan program beasiswa bagi mereka yang memiliki bakat polo agar kelak menjadi atlet nasional. Di tempat ini pula atlet polo Indonesia menjalani latihan sebelum bertanding di SEA Games 2007. ”Untuk meningkatkan kemampuan kita sering mengikuti kompetisi polo di Thailand,” lanjut Widodo. Hashim Djojohadikusumo, Ketua NPC, mengharapkan tempat ini bisa melahirkan atlet polo nasional yang memiliki karakter kuat. Untuk mencapai cita-cita itu, NPC didukung oleh crew yang mumpuni. ”Kita memiliki enam instruktur berlisensi internasional,” terang Widodo.

Jika Anda tertarik dengan polo, segera kunjungi NPC di Jagorawi Golf and Country Club, Cibinong, Bogor. Ingat, sebelum Anda ke sana konfirmasi terlebih dulu melalui telepon  (021) 709-1-POLO (7656) dan (021) 709-2-POLO (7656) atau buka website http://npclub.wordpress.com agar mereka menyiapkan kuda. “Butuh setengah jam untuk memeriksa dan memasang perlengkapan kuda,” lanjutnya.  (Majalah freekick edisi Agustus 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s