Coaching Clinic Bayern Munich


Kedatangan juara Bundesliga musim 2007/08 Bayern Munich ke Indonesia mendapat sambutan hangat pecinta sepakbola. Bukan hanya anak-anak yang mendapatkan pelajaran berharga, timnas Indonesia yang digasak 1-5 bagai menjalani coaching clinic dari The Bavarians.

Hanya beberapa jam setelah Oliver Kahn dkk mendarat di Jakarta, tim besutan Ottmar Hitzfeld itu menggelar coaching clinic di stadion Soemantri Brodjonegoro Selasa, 20 Mei 2008. Anak-anak usia 12-14 tahun dari enam tim sekolah sepakbola mengikuti acara tersebut. Oliver Kahn dan Michael Rensing melatih kiper cilik, sedang Daniel van Buyten dan Mark van Bommel mengajari shooting. Bintang asal Brasil Ze Roberto memberi pelajaran bagaimana melakukan dribbling.

Setelah berlatih, anak-anak itu mengadakan pertandingan persahabatan. SSB Kandang Jurank Doank dari Tangerang memenangi kompetisi kecil itu dan pemain klub tersebut Yudha Tanta Renama terpilih menjadi pemain terbaik. “Hal terindah yang dapat kami berikan kepada anak-anak adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk berlatih dan bermain dengan bintang Bayern Munich,” ujar Karl-Heinz Rummenigge, pimpinan Bayern Munich.

Sehari setelah menggelar coaching clinic bagi anak-anak, Bayern Munich melakoni pertandingan persahabatan melawan timnas Indonesia di Gelora Bung Karno. Timnas Indonesia yang dilatih Benny Dollo menelan pil pahit karena kalah telak 1-5 dari Bayern. Kalah dalam fisik, strategi dan teknik membuat permainan timnas tak berkembang, terutama di babak pertama.

Beberapa gol terjadi karena kelengahan dan kesalahan pemain. Gol pertama pada menit ke-21 yang lahir lewat sundulan bek Breno Borges disebabkan tak ada pemain yang ”mengganggu” Breno sehingga pemain jangkung itu mudah menanduk bola. Tiga menit kemudian penyerang Jan Schlaudraff dengan mudah memperdaya kiper Yandri Pitoy setelah menerima umpan terobosan.

Gol ketiga Munich kembali dicetak Schlaudraff. Gol ini pun lahir karena kelalaian pemain. Mereka tidak segera membentuk pagar betis saat Munich mendapat hadiah freekick sehingga pemain Munich dengan mudah menyodorkan bola ke mulut gawang Yandri. Gol terakhir Munich yang lahir di babak kedua juga karena kesalahan pemain timnas. Maman Abdurahman yang ingin menghalau bola keluar malah jatuh ke kaki Toni Kross. Dengan mudah Kross memperdaya kiper Markus Horison (menggantikan Yandri).

Walau kalah Bambang Pamungkas dkk cukup dominan di babak kedua. Pemain Munich yang kelelahan terapaksa hanya bertahan dan mengandalkan serangan balik. Beberapa peluang emas didapat timnas. Elie Aiboy yang lolos dari jebakan offside gagal menggetarkan jala. Begitu pula Bambang yang tinggal berhadapan dengan kiper Michael Rensing (menggantikan Kahn) tak mampu membuahkan gol. Tendangan BP bisa dihalau Rensing. Semenit kemudian Bambang menjebol gawang Rensing melalui tandukan kepala.

Munich yang hanya dimotori tiga pemain inti dan beberapa pemain cadangan serta tim yunior memberi pelajaran berharga bagi timnas. Perbedaan fisik tak boleh menjadi alasan kekalahan. Toh, dalam pertandingan persahabatan melawan Borrusia Dortmund Desember 2007 timnas hanya kalah tipis 0-1. Satu-satunya gol itupun lahir melalui titik penalti. (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s