Boladunia


1. Kungfu Master beraksi
Kejuaraan Asia Timur yang berlangsung beberapa waktu lalu menyisakan kisah menarik. Kungfu master asal Cina beraksi saat negeri tirai bambu itu berhadapan dengan Jepang. Tendangan maut kipper Zong Lei memaksa Michihiro Yasuda meninggalkan lapangan. Begitu pula tendangan mematikan bek Li Weifeng mencederai winger Jepang, Keita Suzuki. Meski menang 1-0 Jepang tetap saja sewot karena wasit hanya mengeluarkan empat kartu kuning, tanpa cabut kartu merah. Yang menarik, Cina tak kapok mengeluarkan jurus maut. Saat kalah 2-3 dari Korea Selatan, pemain Cina juga mengeluarkan jurus kungfu sehingga wasit cabut lima kartu kuning.

2. Kartu Merah sang pastor

Italia menggelar pertandingan sepakbola antar gereja dan seminari untuk memperbaiki citra sepakbola di negeri itu yang mulai tercemar oleh aksi brutal tifosi. Clerius Cup itu diikuti oleh 16 tim dari berbagai gereja dan sekolah di Vatican City. Sayang niat mengangkat citra sepakbola tercoreng oleh ulah seorang pastor dari Burkina Faso. Dalam sebuah pertandingan, sang pastor diganjar kartu merah karena menarik baju wasit. Pastor juga manusia kan?

3. Wasit Amnesia
Apa jadinya jika wasit sepakbola mengidap amnesia? Bisa-bisa pemain yang sudah dua kali menerima kartu kuning tak diusir dari lapangan, seperti pada pertandingan antara Corinthians vs Guaratingueta beberapa pekan lalu. Gelandang Guaratingueta Magal sudah dua kali mendapat kartu kuning tapi tak diganjar kartu merah.
Wasit Jose Henrique de Carvalho menampik menderita amnesia. Dia hanya keliru mencatat nomor punggung Magal. Saat memberi kartu kuning pertama, Jose mencatat nomor punggung Magal 5, sedang yang kedua kalinya dia menuliskan nomor 8 (ini yang benar). Akibat kesalahan itu Jose dilarang memimpin pertandingan selama 15 hari..

4. Cleptomania Southampton
Dua gadis di kota Portsmouth seakan tak percaya ketika CCTV memperlihatkan bintang Southampton Bradley Wright-Phillips dan Nathan Dyer ikut mencuri tas miliknya yang hanya berisi uang Rp2,6 juta plus tiga hand phone murahan serta rokok. Padahal, gaji kedua pesepakbola itu sudah besar. Bradley, anak bintang Inggris Ian Wright, bergaji Rp 144 juta per pekan, sedangkan gaji Dyer Rp 90 juta per minggu. Insiden memalukan itu terjadi awal Maret lalu di Bar Bluu nightclub saat mereka menyaksikan bintang R&B Kano. “Saya tak percaya mereka mencuri uang dari saya yang hanya bergaji kecil dalam sepekan,” kata Emma Parker (18), salah satu korban.

5. Rumput sintetis di PD 2010
Penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang tidak bertepatan dengan musim panas membuat pusing FIFA. Rumput di stadion yang berada di pegunungan pasti tak memenuhi standar. Untuk mengakali, Ketua FIFA Sepp Blatter memberi sinyal akan memakai rumput sintetis. Usulan Blatter itu ditanggapi sinis kalangan pers. Dia dianggap hanya mencari sensasi. Padahal, pemakaian rumput sintetis pernah dilakukan di kualifikasi Piala Eropa pada Oktober 2007 di Moscow di mana Inggris menyerah 1-2 pada Rusia. Meski rumput sintetis, tapi kan tetap “seindah dan senyaman aslinya”.

6. New Chelsea home shirt
Chelsea luncurkan seragam baru untuk bermain di kandang pada musim 2008/09. Desain tak jauh beda dengan jersey yang dipakai sekarang. Yang baru hanya desain kerah yang lebih modis dengan garis kuning di ujung. Garis yang sama juga terdapat pada ujung lengan. Desain baru kerah plus strip warna emas membuat seragam ini tampak futuristik dan menarik dibanding baju yang dipakai saat ini. Ada satu lagi perbedaan yaitu tulisan Samsung Mobile diganti dengan Samsung. Buruan beli mumpung yang lain belum punya. (DH)

7. Tahun kelabu tim Inggris
Beberapa tahun terakhir klub Inggris berjaya di ajang Liga Champions. Posisi mereka di peringkat klub dunia juga baik. Namun 31 tahun silam, yaitu 1967, klub Inggris tak bisa berbicara banyak di tingkat dunia. Berdasar world cup ranking 1967, tak satu pun tim asal Inggris yang bisa masuk 10 besar. Bahkan mereka pun tak bisa tembus 25 besar. Siapa paling digdaya? Pasti di luar perkiraan Anda: Celtic. Klub asal Skotlandia itu menempati peringkat atas setelah menggebuk Inter 2-1 di final Champions Cup, 25 Mei 1967. Inter yang tahun 1966 menduduki peringkat atas melorot ke runner up. Sebenarnya, tahun 1966 posisi klub Inggris masih lumayan. Manchester United di urutan tujuh dan Liverpool di peringkat sembilan. (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s