George Best: The first celebrity footballers


Jauh sebelum David Beckham menjadi selebriti, George Best sudah merintis jalan menjadi pesepkbola merangkap seorang bintang. Best bukan hanya meniru gaya hidup para seleb, tapi juga terjun menjadi bintang film. Hidup dari satu pesta ke pesta dan meninggal akibat kecanduan alkohol.

Bakat sepakbola George Best sudah terlihat sejak kecil. Saking cintanya dengan sepakbola, kelahiran 22 Mei 1946 di Belfast, Irlandia Utara ini rela meninggalkan sekolahnya di Grosvenor High karena tak menyukai rugby, olahraga wajib di sekolah itu. Di Belfast, dia bergabung dengan klub lokal Glentoran sebelum hijrah ke Mancester United Yunior (1963).

Sejak bergabung ke Old Trafford inilah nama Best meroket. Keakuratan tendangan, kelincahan menggoreng si kulit bundar, kelihaian menipu bek lawan dan kepiawaian mencetak gol membuat dirinya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa 1968 serta mengantarkan Setan Merah merebut European Cup. Akhir abad ke-20, Best menduduki peringkat ke-11 Pemain Terbaik Eropa dan urutan 16 Pemain Terbaik Dunia abad itu. Tapi, baik publik Irlandia Utara Best adalah yang terbaik. Simak semboyan mereka: “Maradona good; Pele better; George Best.”

Menjadi selebriti
Sukses menjadi pesepakbola, Best melirik dunia lain. Akhir 1960-an dia mendirikan dua nightclub di Manchester, Oscar’s dan Slack Alice’s (kemudian berubah nama menjadi 42nd Street Nightclub). Dia juga mendirikan butik bareng Mike Summerbee. Best pun menjadi aktor dalam film Cup Fever, Percy dan Best. Rupanya, gaya hidup Best juga berubah. Dia senang berjudi, main perempuan dan kecanduan alkohol.

Gara-gara kecanduan alkohol, tahun 1984 Best pernah tiga bulan menginap di hotel prodeo karena mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk. Menjadi seorang alcoholic adalah masa suram kehidupan Best. Tahun 2002, dia harus menjalani transpalansi ginjal. Meski demikian, dia tetap berkunjung dari satu bar ke bar yang lain. Best belum bisa lepas dari alkohol. Malah, tanggal 2 Februari 2004, dia dilarang nyetir selama 20 bulan karena mabuk saat mengemudi.

Oktober 2005 Best sering terlihat minum di pub di kawasan Petersfield, Hampshire. Dia tak memedulikan kesehatannya yang terus memburuk. 20 November 2005, dia meminta pers Inggris memuat foto dirinya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Seakan-akan dia ingin memberi pesan: “Don’t die like me”. Lima hari setelah pemuatan foto menyedihkan itu, Best menghembuskan nafas terakhirnya.

Bagi keluarga besar Best, wafatnya sang legenda menyisakan kisah sedih. Berbagai penghargaan menjadi kurang bermakna manakala sang bintang meninggal dengan cara menyakitkan. Sebagai wujud keprihatinan, keluarga Best mendirikan George Best Foundation yang bertujuan memerangi penyakit liver dan kecanduan alkohol. Yayasan ini juga membina generasi muda untuk bergaya hidup sehat. Ingat pesan tersirat George Best: Don’t die like me! (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s