Cheerleading is a sport not a game


Saat Indonesian Basketball League (IBL) digelar di Bandung dan Jakarta, beberapa penonton tampak antusias. Mereka bukan hanya ingin melihat aksi slum dunk dari pemain idolanya, tetapi mereka juga terpukau melihat tarian para cheerleader. Anggota ICC All-Stars yang mengisi acara itu memang tampil luar biasa. Teknik dan geraknnya menakjubkan.

Tak sembarang orang bisa melakukan gerakan yang diperagakan oleh ICC All-Stars tadi. Butuh fisik prima serta teknik yang memadai. Karena itu Oki Trihartomo, presiden Indonesian Cheerleading Community (ICC), keukeuh kalau cheerleading adalah olahraga, sama dengan basket atau sepakbola. Sayang, pendapat Oki –dan juga International Federation of Cheerleading (IFC)- belum mendapat restu dari International Olympiad Committee (IOC).

Padahal, kata Oki, “Semua unsur yang ada pada olahraga dimiliki oleh cheerleading.” Karena itu Oki dan kawan-kawan terus berjuang agar cheerleading diakui sebagai olahraga dan dipertandingakan pada even-even resmi. Sebagai langkah awal, Oki membentuk ICC. Mereka yang peduli terhadap cheerleading dan berniat memajukan dunia ini berkumpul dalam komunitas tersebut. Meski keanggotaanya bersifat cair, siapa saja boleh masuk dan keluar, tetapi ICC tetap memiliki kepengurusan. “Sejak Agustus 2006, ICC resmi menjadi member International Federation of Cheerleading (IFC),” tambah Oki.

Berbagai cara ditempuh ICC untuk mengenalkan olahraga ini. Selain tampil sebagai pembuka dalam beberapa pertandingan olahraga, ICC juga berupaya meningkatkan kemampuan teknik anggotanya. “Kami pernah mengadakan Cheerleading Coaching Clinic di Jakarta dan Bandung dengan mendatangkan pelatih Extreme Malaysia All-Star, Jude Benjamin,” jelas Oki. ICC juga membentuk tim ICC All-Stars, yang dimaksudkan untuk menjadi prototype tim Cheerleader yang seharusnya. “Kami juga ingin mengadakan kompetisi cheerleading tahunan di beberapa kota besar di Indonesia,” kata Oki lagi.

Sebenarnya, Oki ingin tampil di kejuaraan dunia cheerleading yang digelar Desember 2007 di Finlandia, tapi mereka terganjal masalah dana. “Kami harus ikut pada kejuaraan berikutnya di Jerman tahun 2009,” tekadnya. Meski belum bisa berlaga di ajang internasional, Oki cukup puas karena penggemar cheerleading di Indonesia terus bertambah. “Tiap hari ada saja email dan SMS yang masuk,” lanjutnya. Mereka bukan hanya warga Jakarta, tapi banyak pula kawula muda dari kota-kota kecil di Indonesia. Kalau ingin bergabung, buka saja situs ICC di http://indonesiancheerleading.com atau datang langsung ke sekretariatnya di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang. (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s