CISC, Kompak dan Mandiri


Chelsea Indonesia Supporter Club (CISC) terus berjuang untuk mendapatkan status Official Supporter Club dari London. Namun, mereka tidak mau mengesampingkan kepentingan mayoritas anggota CISC. Soal harga diri juga menjadi pertimbangan tersendiri.

Upaya pengurus CISC untuk memberi wadah bagi penggemar klub Chelsea di Indonesia tidak main-main. Sejak berdiri Oktober 2003 dan dikenalkan ke publik dua bulan kemudian, perkembang CISC luar biasa. Agung Santoso, Ferry Arafat, Mohan dan lain-lain bukan hanya mampu membuka perwakilan CISC di berbagai kota seperti Bogor, Bandung, Solo, Yogyakarta, Medan dan Balikpapan, tetapi mereka juga berhasil menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna mendukung atifitas CISC.

Kini aktifitas CISC bejibun mulai dari nonton bareng, olahraga maupun bhakti sosial. Nonton bareng, khusus di Jakarta, digelar di Ricks Café Sportaiment. “Sejak Desember 2005 kita kerjasama dengan Rick Café untuk nonton bareng dan sebagai home base,” kata Ferry Arafat, Off Air Division Manager CISC. Ferry menambahkan, untuk berbagi informasi kepada member, Chelsea memiliki wadah yang lengkap. Ada website (http://www.chelseafc.or.id) yang informasinya terus di up date, juga memiliki milis (chelsea-indonesia@yahoogroups.com) serta Chelsea on air, yaitu siaran seputar Chelsea dan CISC di radio. “Setiap Sabtu sore di Radio Pelita Kasih,” tambahnya. Di solo, Chelsea on air bertajuk Blue Sky yang mengudara setiap Senin malam.

Untuk kegiatan olahraga, Chelsea sering berpartisipasi pada beberapa pertandingan persahabatan maupun turnamen amatir. Saat majalah freekick! menggelar ajang Futsal Fiesta tahun silam, CISC berhasil menjadi juara pertama. “Kita baru saja menjadi juara Piala Menpora,” tambah Dedy Sastro, Store Division CISC. Selain futsal, mereka kadang bermain billiard, bola pantai atau basket.

Di samping aktifitas yang berkaitan dengan hobi, anggota CISC juga memperhatikan mereka yang kurang beruntung. Secara berkala CISC menggelar bhakti sosial seperti ke panti asuhan atau membantu mereka yang terkena bencana. Saat Aceh diterjang tsunami, anggota CISC mendirikan posko bantuan. Kepedulian terhadap kaum dhuafa diwujudkan dengan memajang kotak amal di sekretariat CISC yang merangkap sebagai toko yang menjual merchandise Chelsea.

Padat aktifitas
Meski tak mendapat bantuan finansial dari klub yang digandrungi, tetapi aktifitas CISC tetap padat. “Tiap minggu ada aktifitas. Kalau bisa tiap hari,” tambah Ninik, salah satu founder CISC, sambil terbahak. Guna menutup biaya operasional, CISC berupa memperoleh income melalui penjualan merchandise, layanan informasi melalui SMS dan juga bekerjasama dengan Rick Café. Tentunya, mereka juga memungut iuaran dari anggota. Namun, besarnya iuran tidak seberapa dibanding dengan fans klub lainnya. Untuk menjadi exclusive membership cukup membayar Rp100.00 untuk pendaftaran dan Rp 50.000 untuk perpanjangan. Malah, untuk standard membership tidak dipungut biaya.

Ferry berharap padatnya aktifitas CISC bisa mengusik manajemen Chelsea di London agar mengabulkan permohonan mereka untuk menjadi Official Supporter Club. “Kalau ditawari, kita juga tidak langsung menerima. Kita lihat dulu rule-nya, merugikan atau tidak,” lanjut Ferry yang diamini oleh rekan-rekannya. Menurutnya, jika menjadi Official Supporter Club mereka harus menjual merchandise resmi yang harganya belum tentu terjangkau oleh semua member. “Kita nggak bisa jual itu lagi,” tambah Dedy sambil menunjuk deretan mug yang bergambar bintang-bintang Chelsea. “Kita bukan bisnis. Lebih mirip koperasi,” timpal Ninik. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil harus mengacu kepada kepentingan anggota.

Walau belum ada pengakuan secara formal, tetapi keberadaan CIS sudah diakui oleh manajemen di London. “Waktu Carvalho kesini kita juga diundang kok,” tambah Ferry. Selain itu, mereka juga pernah diundang oleh televisi ESPN untuk mengikuti kuis sepakbola di Singapur. Sebenarnya, CISC pernah ditawari untuk bergabung dengan fans klub Chelsea di Singapur. “Kita nggak mau. Jumlah member kita kan lebih banyak dari sana. Harga diri dong,” ujar Ninik setengah sewot. Bagi mereka, soal status, tak lagi menjadi masalah. Yang penting penggemar Chelsea di Indonesia memiliki wadah untuk berinteraksi dan membicarakan perkembangan klub yang mereka kagumi baik melalui website, radio atau bertatap muka. (DH)

3 thoughts on “CISC, Kompak dan Mandiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s