SSI-Arsenal, Kawah candradimuka pemain muda


Berdirinya Sekolah Sepakbola Indonesia (SSI) Arsenal memberi harapan baru bagi pecinta sepakbola. Kita berharap, bibit-bibit muda berbakat bisa digembleng di kawah Candradimuka ini sehingga nantinya Indonesia bisa berbicara banyak di kancah internasional.

Sebenarnya Indonesia memiliki banyak pemain muda berbakat. Kita ingat bagaimana pemain U-12 Makassar Football School (MFS) 2000 berhasil masuk empat besar di kejuaraan Danone Nations Cup 2006. Kita juga ingat bagaimana aksi memikat pemain muda asal Emsyk Jayapura Selvin Nekweg mengocek si kulit bundar. Mengapa prestasi mereka stagnant? Jawabannya adalah soal pembinaan. Kita tidak memiliki sekolah sepakbola yang mumpuni yang bisa menggembleng seorang anak menjadi pemain bertaraf internasional. Model pembinaan instant seperti primavera di era Kurniawan Dwi Yulianto terbukti kurang manjur.

Oleh karena itu kita menyambut baik hadirnya Sekolah Sepakbola Indonesia (SSI) Arsenal. Sekolah yang berdiri sejak September 2007 ini akan membuka wawasan kita bagaimana mendidik dan menghasilkan pemain muda berbakat seperti Cesc Fabregas atau Denilson. Nama Arsenal di belakang SSI bukan sekedar ‘pemanis’. Sekolah ini memang menjalin kerjasasama dengan Arsenal Soccer School (ASS) sehingga metode dan kurikulumnya sama dengan sekolah tersebut.

Alasan memilih Arsenal –bukan Real Madrid, AC Milan atau Manchester United- menurut presiden direktur SSI Arsenal Iman Arif karena Arsenal secara konsisten telah menunjukkan keberhasilan proses kaderisasi. “Usia rata-rata pemain di kesebelasan utama Arsenal adalah 23 tahun, termuda dibandingkan dengan kesebelasan papan atas Inggris lainnya,” katanya. Klub yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun ini juga memiliki tradisi yang unik. Kentalnya rasa kekeluargaan di antara pemilik, pengurus, dan penggemar menjadikan Arsenal sebagai klub yang dicintai penggemarnya.

Guna menerapkan metode pendidikan ASS di SSI Arsenal, Iman tak segan-segan mendatangkan langsung pelatih ASS ke Indonesia. Bulan lalu dua pelatih ASS, Paul Shipwright dan Kurt McGinlay, memberi diklat kepada sepuluh pelatih SSI-Arsenal, diantaranya Marvin Suwarso (pelatih kepala) dan Dale Mulholland. Padahal, sebenarnya, kedua pelatih SSI Arsenal itu sudah lama malang melintang di berbagai negara. ”Marvin pernah melatih di Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, dan Indonesia,” tambah Iman. Sedangkan Dale adalah mantan pemain klub Locomotive Russia. Ia pernah bermain di Jerman, Ceko, Israel, dan Amerika Serikat.

Guna mempraktikkan ilmunya, siswa SSI-Arsenal akan diikutsertakan dalam tour and competition di tingkat Asia dan Australia. Juga ambil bagian dalam Arsenal International Soccer Festival, yaitu pertandingan antar sekolah sepakbola Arsenal di seluruh dunia. Pantas kalau di SSI Arsenal setiap siswa juga diajari pelajaran bahasa Inggris untuk olahraga (English for sport) agar komunikasi mereka lancar. Belum lama berdiri, menurut Marvin Suwarso, jumlah muridnya sudah seratus orang. Berminat gabung? Siapkan uang satu setengah juta rupiah sebagai uang pangkal. “Untuk latihan seminggu sekali, biaya per kwartalnya Rp 2,2 juta. Untuk seminggu dua kali, biayanya Rp 3,3 juta,” kata Marvin. (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s