Dema: Kami Yakin!!!


Dukungan yang diberikan Dema terhadap Persikad bukan hanya saat tim berjuluk Srigala Margonda ini bermain di kandang. Saat tandang pun mereka memberi dukungan penuh. “Di Boyolali saya ikut. Besok saya akan ke Bandung, “ ujar Kusni, koordinator Dema untuk kelurahan Kalimulya, Sukmajaya. Kusni bukan satu-satunya pendukung fanatik Persikad. Masih banyak Kusni Kusni lain yang bertebaran di wilayah Depok.

Ratusan remaja berseragam biru kuning berjingkrak-jingkrak dari balik pagar besi di Stadion Merpati, Depok. Dari pinggir lapangan, di luar pagar pembatas, Atem –sang komandan— terus mengangkat kedua tangannnya, memberi aba-aba agar bedug dan drum terus ditabuh sekencang-kencangnya. Di belakang penabuh bedug, peniup terompet terus beraksi mengiringi ‘lagu perjuangan’ mereka:
Ayolah Persikad kita ke divisi utama,
Divisi satu tak pantas lagi untukmu.

Lagu itu menambah semangat juang pemain Persikad (Persatuan Sepakbola Kota Depok) saat menjamu Persiku (Kudus) beberapa waktu yang . Tak sia-sia apa yang diperjuangkan oleh Depok Mania (Dema), kelompok pendukung Persikad, karena pada laga itu tuan rumah berhasil melumat tamunya, Persiku dengan skor meyakinkan 5-2.

Dukungan yang diberikan Dema terhadap Persikad bukan hanya saat tim berjuluk Srigala Margonda ini bermain di kandang. Saat tandang pun mereka memberi dukungan penuh. “Di Boyolali saya ikut. Besok saya akan ke Bandung, “ ujar Kusni, koordinator Dema untuk kelurahan Kalimulya, Sukmajaya. Kusni bukan satu-satunya pendukung fanatik Persikad. Masih banyak Kusni Kusni lain yang bertebaran di wilayah Depok.

Musim ini pendukung Persikad terlihat sangat antusias. Apalagi, grafik permainan Persikad terus menanjak. Menurut Atem, Ketua Dema, dua tahun terakhir aktifitas Dema meningkat tajam. Tiap kali mereka bermain di kandang, Stadion Merpati akan dipenuhi anggota Dema. “Di setiap kecamatan ada koordinatornya,” ujar Atem. Meski tak ada data akurat mengenai jumlah anggota Dema, tapi Atem yakin anggotanya cukup banyak. “Lihat saja sendiri. Banyak jumlahnya karena tiap daerah ada koordinatornya,” katanya bersemangat.

Memang, tiap kali Persikad bermain di kandang, Stadion Merpati yang hanya berkapasitas kurang dari 10.000 penonton itu selalu dipenuhi penonton berseragam biru kuning dengan berbagai macam aksesorinya. Bahkan anak-anak pun turut memberi dukungan kepada tim kesayangannya itu. Seusai pertandingan, pendukung Dema setia menunggu para pemain keluar dari kamar ganti untuk sekedar berfoto atau bersalaman. Beberapa pemain asing seperti Nnana Onana dan Yasuke Sasa menjadi primadona pendukung Persikad. Dan rupanya pemain asing itu menyadari kondisi tersebut. Saat bermain melawan Persiku tadi, begitu wasit meniup peluit panjang, Onana segera berlari di hadapan Dema. Dia pun memeluk Atem sebagai tanda terima kasih atas dukungan yang diberikan pada pasukan Persikad.

Mandiri dan optimis
Meski organisasi Dema belum serapi The Jak atau fans klub manca negara, misalnya United Indonesia atau Milanisti Indonesia, tetapi Dema memiliki militansi yang tinggi terhadap tim kebanggaan warga Depok itu. Tanpa dukungan dana yang memadai, baik dari para anggota atau klub, Dema tetap bersemangat. “Kita punya donator, Bang Freddy,” kata Atem. Donatur itulah yang memberikan kaos atau spanduk saat Persikad berlaga.

Hingga kini Dema memang belum memiliki sumber dana karena Atem tidak memungut iuran kepada anggotanya. Sementara itu Persikad, seperti dikatakan oleh manajer tim Hasbullah Rahmad, tak memiliki dana yang cukup untuk menyokong kegiatan para pendukungnya. “Nggak ada dananya. Paling kita memberi diskon tiket,” jelas Hasbullah. Bantuan lain yang diberikan Persikad adalah menyediakan transportasi saat Srigala Margonda tandang ke markas tim lain. “Kalau disediakan bis kita berangkat,” tambah Atem.

Minimnya dana tak menghalangi aktifitas Dema dalam memberikan dukungan pada Persikad. Atem dan kawan-kawan pun yakin kalau lagu yang mereka dengungkan setiap kali Persikad berlaga bukan sebatas lagu tanpa makna. Di akhir musim lagu itu akan menjadi kenyataan. “Saya yakin Persikad akan lolos ke divisi utama,” ujar Atem sambil mengepalkan tangan ke atas. Optimisme yang sama juga ditunjukkan oleh Hasbullah. “Kita sudah lima tahun di Divisi Satu. Terlalu lama,” lanjutnya. (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s