The Superman, pendukung Persiter


Geliat prestasi Persiter berhasil menarik minat para pendukung sepakbola di Ternate. Salah satunya adalah Anwar Marasabessy. Kala itu Anwar sedang dipusingkan oleh ulah tiga kelompok pemuda di Kelurahan Kota Baru, Ternate Selatan yang sering bertengkar. Kelompok Dakomib, Monte Carlo dan Toloa saling mengganggu satu sama lain. Lalu, Anwar memiliki ide untuk menyatukan mereka dalam satu wadah yang sama yang memiliki kepentingan sama pula, yaitu mendukung Persiter.

Keberhasilan merebut trofi Suratin Cup 1978 menjadi memori terindah bagi pendukung Persiter (Persatuan Sepakbola Ternate). Namun, selepas menorehkan prestasi emas tersebut, bintang Persiter malah meredup. Nama Persiter pun lenyap bagai ditelan bumi. Prestasinya mulai menggeliat lagi pada tahun 2004. Saat itu mereka berkiprah di Divisi Satu PSSI.

Geliat prestasi Persiter berhasil menarik minat para pendukung sepakbola di Ternate. Salah satunya adalah Anwar Marasabessy. Kala itu Anwar sedang dipusingkan oleh ulah tiga kelompok pemuda di Kelurahan Kota Baru, Ternate Selatan yang sering bertengkar. Kelompok Dakomib, Monte Carlo dan Toloa saling mengganggu satu sama lain. Lalu, Anwar memiliki ide untuk menyatukan mereka dalam satu wadah yang sama yang memiliki kepentingan sama pula, yaitu mendukung Persiter.

Ajakan Anwar mendapat sambutan hangat. Secara bertahap mereka melebur menjadi satu kesatuan. Januari 2004 berdirilah Persiter Mania. Jangan bayangkan fans klub ini seperti fans klub yang ada di Jakarta yang memiliki atribut lengkap dan dukungan dana kuat. “Kostum yang kami gunakan masih menggunakan sistem wantex, yakni warna kaosnya putih lalu di wantex menjadi 2 warna yaitu kuning di bagian atasnya dan hijau di bagian bawahnya lalu disablon PERSITER MANIA,“ kenang Anwar.

Sebelas bulan lamanya mereka melakoni kondisi memprihatinkan ini. Pada bulan November, Anwar dan beberapa pecinta sepakbola sepakat untuk membentuk organisasi yang lebih solid sehingga dukungan mereka terhadap Persiter pun lebih mantap. Maka pada 21 November 2004 berdirilah Persiter Mania. Fans klub tersebut diresmikan oleh Ketua Persiter yang juga walikota Ternate, Syamsir Andili.

Dukungan penuh dari Persiter Mania ternyata membawa dampak positif bagi klub berjuluk Laskar Kie Raha ini. Pada musim 2005, mereka berhasil menempati peringkat tiga klasemen akhir Divisi Satu sehingga memastikan diri berlaga di ajang paling bergengsi, Divisi Utama. Setelah berlaga di Divisi Utama ini, beberapa pendukung Persiter ingin mengubah nama mereka agar terlihat lebih mentereng. Dari beberapa ide, muncul dua wacana: PREMAN dan SUPERMAN (Suporter Persiter Mania). Karena nama Preman berkonotasi negatif, maka dipilihlah nama Superman. “Pada bulan Februari 2006 resmilah nama Persiter Mania diganti menjadi Superman,” lanjut Anwar.

Hingga saat ini anggota Superman berkisar 700 orang. Mereka bukan hanya warga Ternate, tetapi juga warga dari pulau pulau lain di Maluku. “Persiter bukan lagi milik orang Ternate saja, tetapi juga menjadi milik provinsi Maluku Utara,” jelas Anwar. Menurut Anwar, semua anggota memiliki atribut Persiter dan siap memberikan dukungan, baik saat main di kandang maupun tandang. Satu hal yang menarik dari Superman adalah mereka tidak boleh mencela pemain Persiter yang melakukan kesalahan.

Selain memberikan dukungan moril kepada pemain saat bertanding, Superman bersama dengan manajemen Persiter juga melakukan lobi ke legislatif dan eksekutif agar Persiter mendapatkan dana yang cukup dari APBD. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan Superman sendiri, misalnya pembelian tiket masuk serta biaya akomodasi dan transportasi untuk pertandingan, Superman menggalang kerjasama dengan pengusaha kontraktor. Dari pengecoran bangunan dan sumber dana lain, menurut Anwar, Superman bisa memberikan bantuan bagi tempat ibadah yang membutuhkan. “Dan itu juga sebagai persiapan jika ada anggota Superman yang terkena musibah,” tambah Anwar.

Anwar berharap dukungan penuh yang diberikan Superman kepada Persiter dapat menuai hasil yang maksimal. Superman menginginkan tim kesayangannya bisa masuk babak Super Liga sehingga nama Persiter kembali dikenang oleh pecinta sepakbola Indonesia. Mereka rindu suasana haru dan bahagia tiga puluh tahun silam saat Periter berhasil menjadi juara Suratin Cup. Memori indah itu diharapkan datang lagi dalam waktu dekat ini. Semoga! (DH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s