Karang Gayam melaju ke Perancis


Tim Karang Gayam I Surabaya melaju ke final sepakbola Danone Nations Cup di Lyon, Perancis, 29 Juni sampai 1 Juli 2007 setelah di partai final mengalahkan Emsyk Jayapura melalui drama adu penalti dengan skor 4-2.

Final sepakbola usia 10 sampai 12 tahun yang digelar di Stadion Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Minggu 13 Mei 2007 berlangsung seru dan menarik. Tim Emsyk, meski postur tubuh mereka lebih kecil ketimbang tim Karang Gayam I, namun mereka memiliki skill individu yang memukau penonton. Aksi kapten Selvin Nekweg beberapa kali sempat merepotkan barisan belakang Karang Gayam. Ribuan penonton yang memadati stadion memberikan aplaus kepada Selvin saat dia mengocek bola, melewati dua sampai tiga pemain belakang Karang Gayam.

Karena selama 2X10 menit tak membuahkan satu gol pun, pertandingan terpaksa diselesaikan melalui adu penlti. Empat algojo Karang Gayam I, yaitu Erik Dwi, Aris Setiawan, Syah Sofi dan Khairul M sukses menjalankan eksekusi, sementara dua pemain Emsyk gagal menjalankan tugasnya.

Walaupun kalah, tim Emsyk memperoleh penghargaan sebagai tim paling menghibur. Kiper mereka, Nahason Yoafifi, juga terpilih sebagai penjaga gawang terbaik. Untuk top skorer, disabet penyerang Karang Gayam, Erik Dwi Ermawansyah dan striker MSF (Makassar School Football) 2000, Firman Fitrawan.

Sementara itu, tempat ketiga diduduki oleh tim Tugu Muda (Semarang) setelah mengalahkan tim Rick’s Sayati (Bandung) melalui adu penalti 5-3. Penalti digelar setelah kedua tim bermain imbang 2-2.

Perhelatan akbar untuk anak-anak ini sempat diwarnai protes beberapa tim yang menduga tim Karang Gayam melakukan kecurangan soal umur. “Masak di rapornya tidak ada nomor induk siswanya,” ujar salah satu pengurus dari tim Rick’s Sayati.

Pelatih Karagang Gayam I, Agus Sarianto, menampik tuduhan tersebut. “Silahkan buktikan. Kami punya bukti kuat, baik administrasi maupun bukti medis,” tantangnya. Dia pun mempersilahkan panitia maupun pengurus PSSI untuk mendatangi sekolah para pemainnya.

Menanggapi isu tersebut, sekjen PSSI Nugraha Besoes menegaskan pihaknya akan memberikan sanski tegas kepada tim manapun bila terbukti melakukan kecurangan. “Saya yakin anak-anak ini jujur semua,” ujarnya saat menutup pertandingan. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s