
freekick edisi 44, Agustus 2009
Suka gaya lumba-lumba
Menjadi model dan pemain sintron, juga layar lebar, menyita waktu Anastasha Bharwani. Dengan waktu yang relatif sempit, alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu tetap dituntut tampil fresh, cantik dan seksi. Berbagai upaya pun dilakukan Assha, panggilan sehari-harinya, agar berat badannya tetap ideal dengan tinggi 160 cm dan berat 44 kg. Kelahiran Bandung, 30 Januari 1983 itu pun rajin berenang dan fitness.
”Saya suka gaya lumba-lumba. Gaya itu paling menghabiskan tenaga tapi bisa membentuk seluruh badan khususnya bokong, kaki, tangan dan punggung,” ujar gadis yang juga aktif mengikuti seminar tentang akting itu. Soal fitness, pemain film Hantu Perawan Jeruk Purut itu menyukai body pump, tari latin dan yoga. ”Kalau sudah selesai saya terusin angkat beban. Ga berat sih, yang penting bisa mengencangkan otot yang kendur,” lanjutnya.
Di samping olahraga teratur, Assha juga melakukan diet ketat. Selama fitness dia menghindari makan garam, gula, santan dan air es. “Empat poin itu yang bikin badan kita jadi seperti ‘badan air’,” ujar pemilik nama lengkap Assha Maulida Ajeng Syahlani itu. Assha memilih makan lima kali dengan porsi kecil. Caranya, di antara tiga jam makan berat, dia makan snack rendah kalori sehingga tak perlu porsi besar saat makan. ”Di atas jam enam sore, saya hanya makan buah,” tambahnya. Usaha keras Assha memang tak sia-sia. Wajahnya tetap segar dengan tubuh ideal. Photographer: Aditya S, Documentation by ME Magazine.