KOC: Nikmatnya Kebersamaan

Freekick edisi 45, September 2009

Freekick edisi 45, September 2009

Bermula dari keinginan saling membantu dan menjalin persahabatan terbentuklah Katana Owner Club (KOC). Ruh kebersamaan itu melahirkan komunitas yang memiliki loyalitas tinggi, fleksibel dan hubungan akrab antarmember. Mereka juga peduli dengan sesama.

Wujud kepedulian dengan kaum papa dilakukan KOC melalui berbagai kegiatan seperti donor darah, bakti sosial, serta ikut dalam SAR banjir. Di bulan puasa ini, bersama klub otomotif lainnya, KOC menggelar buka bersama dan saur on the road. “Kita melibatkan klub lain untuk membina hubungan baik dengan mereka,” ujar Desianto FW, sesepuh KOC. Menurutnya, kegiatan KOC umumnya tidak dilakukan sendiri.

Untuk kegiatan rutin yang berhubungan dengan dunia otomotif KOC memang menjalankan sendiri. Mereka rutin mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai persoalan dalam merawat atau memodifikasi Suzuki Jimny/Katana. ”Partisipannya sekitar 10-15 mobil,” tambah Dadang Rustandi, Ketua KOC. Kadang mereka juga mengunjungi industri yang berhubungan dengan otomotif. Misalnya mendatangi pabrik ban Bridgestone atau Dunlop.

Pembahasan mengenai Katana juga dilakukan melalui sarana lain seperti Facebook, Messanger dan milis. ”Milis merupakan sarana utama. Website untuk sementara belum ada,” lanjut Desianto. Milis berperan penting karena member KOC tersebar di berbagai wilayah mulai dari Aceh hingga Ternate. “Ada juga member kita yang di Guang Zhou karena bekerja di sana,” tambahnya. Walau anggota berada di berbagai daerah, cabang KOC baru berdiri di tiga kota yaitu Semarang, Surabaya dan Bandung.

Menurut Desianto semua orang yang berminat pada Suzuki Jimny/Katana boleh menjadi member. ”Bahkan mereka yang tidak atau belum memiliki boleh bergabung,” katanya. Ada dua kenggotan KOC. Pertama adalah anggota milis. Mereka langsung menjadi anggota setelah mendaftar di milis dan bisa segera mengikuti aktifitas. Kedua adalah keanggotan klub permanen. Untuk menjadi anggota klub, mereka harus mengisi form regristasi dan membayar iuran.

Keuntungan menjadi anggota permanen adalah memperoleh potongan harga saat berbelanja suku cadang di tempat yang menjalin kerja sama dengan KOC. “Anggota permanen juga berhak mengenakan atribut resmi KOC,” lanjut Desianto. Kewajiban utama anggota permanen adalah menjaga nama baik KOC dalam setiap kegiatan dan tindakan, terutama dalam kaitan dengan tertib lalu-lintas. KOC yang resmi didirikan pada 3 Desember 2005 ini memiliki 1100 anggota milis. Sedangkan, member yang aktif mengadakan pertemuan langsung sekitar 80 orang.

Jika Anda pemilik atau pecinta Katana, bergabunglah bersama mereka. Bahas dan diskusikan semua hal yang berhubungan dengan jip mungil ini. Mobil terawat, teman pun bertambah banyak. Lokasi tempat tinggal tak menjadi masalah karena komunkasi sesama member bisa dilakukan melalui berbagai sarana. (Freekick edisi 45,  September 2009)

PIONER RUGBY DI JAKARTA

Pelopor rugby di Jakarta

Pelopor rugby di Jakarta

Semula Jakarta Banteng Rugby Club (JBRC) didirkan hanya untuk mengobati kerinduan para mantan mahasiswa yang pernah kuliah di luar negeri terhadap olahraga rugby. Namun dalam perkembangannyam klub ini justru menjadi pioner dalam mengembangkan rugby, khususnya di Jakarta.

Bukan hanya mahasiswa yang kangen dengan olahraga rebut bola ini. Expatriat, termasuk warga Malaysia dan Singapura, yang tinggal di Jakarta juga rindu rugby. Wajar jika mereka menyambut hangat berdirinya JBRC pada tahun 2004 lalu. Tiap Rabu sore, dari pukul 18.30 hingga 20.30, mereka menggelar latihan rutin di lapangan ABC Senayan. Dari hari ke hari, mereka yang berlatih terus bertambah.

”Rugby adalah olahraga ksatria yang mengombonasikan kecepatan, visi, skill individu dengan power, kekuatan dan team work,” kata Tito Fau, Sekretaris JBRC . Walau terkesan olahraga keras, tetapi usai pertandingan mereka turun ke lapangan sebagai brotherhood. ”Saling bersalaman dan memberi pujian dalam bentuk tepuk tangan. Sungguh-sungguh ujian fisik, mental dan karakter seseorang,” lanjut Tito.

Dia tak menampik, peminat rugby pada mulanya adalah expatriat. Sehingga pada awal latihan mayoritas pemain adalah orang asing. Kini, keadaan berbalik. Rugby tak lagi didominasi bule. Sebagian besar malah orang Indonesia. “Kami 95% Indonesia dengan anggota lain dari Malaysia, Zimbabwe, Australia, Eropa dan New Zealand,” kata pria kelahiran 24 November itu. Dan hebatnya, 70% anggota JBRC adalah anak-anak muda, baik pelajar maupun mahasiswa.

JBRC berhasil menggaet kawula muda karena mereka rajin mengenalkan rugby ke sekolah dan kampus. Mereka bekerja sama dengan SMU Notre Dame, SMU Negeri 3 Jakarta, Pondok Pesantren Darunnajah, Pondok Pesantren Assidiqiyah, Universitas Al Azhar, Universitas Budi Luhur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pelita Harapan, Universitas Tarumanegara dan Universitas Trisakti.

Bukan hanya kuantitas yang bertambah, kualitas permainan anggota JBRC juga meningkat. Mereka berhasil merebut peringkat 2, Sengatta 10′s (2008), Jakarta 10′s Bowl Winners (2008), dan Bali 10′s Indonesian Cup Winners (2008). “Lima anggota kami masuk timnas Indonesian Rhinos yang berpartisipasi di Asian 5 Nations Tournament 2008. Ini proporsi pemain terbanyak dari tim-tim yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Tito bangga. Prestasi yang diraih JBRC memang melampaui tujuan awal pendirian klub tersebut. Namun, Tito tak akan menghentikan langkah. Dia mengharapkan JBRC bisa menjadi klub rugby yang disegani di Indonesia dan Asia Tenggara.

Jika Anda gemar atau penasaran dengan rugby, datang saja saat mereka berlatih. Semua orang boleh menjajal olahraga ini dengan bimbingan pelatih dari Indonesian Rugby Football Union (IRFU). “Kita bermain keras, tapi safety nomor satu,” tegas Tito. Walau demikian resiko cedera tetap ada. “Kalau mau aman, main karambol aja kali,” ujar Tito sambil tertawa. (freekick edisi 36, Desember 2008)

LAZIO INDONESIA: SAATNYA TELAH TIBA

Setelah hampir sepuluh tahun penggemar Lazio di Indonesia saling berinteraksi, kini sudah saatnya bagi mereka untuk membentuk fans klub. Desakan juga datang dari fans di daerah.

Bukan lantaran Lazio baru saja menggondol trofi Coppa Italia kalau pendukung klub ini, khususnya di Jakarta, terus bertambah. Bagi Laziale, penggemar Lazio, klub ini memiliki daya pikat dibanding klub elit Italia lainnya. Memang, ketertarikan tiap individu pada Lazio bisa berlainan. Namun, alasan Rommy Rahmat Hidayat, pembimbing Lazio Indonesia, bisa menjadi gambaran. “Lazio beda. Mereka klub yang bermain menyerang,” jelas Rommy. Selama ini sepkabola Italia selalu diidentikkan dengan negative football yang mengandalkan strategi bertahan ala catenaccio. Tetapi Lazio lain. Mereka konsisten memeragakan sepakbola menyerang. Keluar dari pakem inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Laziale.

Menurut Rommy, ada sekitar delapan ratus Laziale di Indonesia yang tersebar di berbagai kota, di luar Jabodetabek. “Kita ada region Bandung, Banten, Yogyakarta dan Semarang,” tambahnya. Penggemar berat Lazio ini mendesak agar segera dibentuk wadah formal bagi kegiatannya. “Kita membuat tim pembentukan fans klub yang diwakili oleh Bung Johan dan Bung Ali sebagai caretaker sampai organisasi terbentuk,” jelas Rommy. Jika tak ada halangan, Juni ini mereka akan mengadakan pertemuan yang melibatkan seluruh region.

Saat ini Rommy dan kawan-kawan sedang mendata ulang seluruh Laziale yang ada. Menurutnya, Johan Maputra dan Ali Nugroho selaku caretaker, mendapat dukungan dari Laziale-Lazieale muda yang enerjik dan kreatif. ”Mereka itulah yang akan mengembangkan Lazio Indonesia,” kata Rommy.

Walau status mereka hanya komunitas, tetapi keberadaan Lazio Indonesia tak ubahnya seperti sebuah fans klub. Mereka rutin menggelar berbagai kegiatan seperti nonton bareng, kumpul bersama serta mengikuti turnamen antarfans klub. ”Walau belum berbentuk organisasi, kita tetap mengirim tim futsal untuk ikut turnamen dan pertandingan persahabatan antarfans klub,” lanjut Rommy.

Acara nonton bareng yang digelar Lazio Indonesia juga tak pernah sepi. Baik yang diadakan di Jakarta, Bekasi, Bogor maupun di daerah lain seperti Yogyakarta, Semarang dan Banten. Pertandingan yang kadang diselenggarakan menjelang dinihari pun tak menghalangi niat Laziale untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Pendeknya, mereka tetap mendukung tim kebanggaannya, meski belum mendapat pengakuan dari klub yang bersangkutan. Mereka tetap memiliki hubungan psikologis dengan Lazio dan berharap dari hubungan itu bisa melahirkan fans klub yang diakui secara resmi oleh Lazio.

Jika Anda salah satu pendukung Lazio, segera bergabung dengan mereka. Kunjungi websitenya di http://www.lazio-indonesia.com. Anda bisa berbagi informasi apapun mengenai Lazio, baik pemain legendaris, aksesori maupun jadwal pertandingan tim kesayangan Anda.

MENUNGGU NOMOR CANTIK

Demi nomor cantik, mereka rela menunggu beberapa bulan untuk menjadi anggota resmi Atoz Club Indonesia (ACI). Mereka menanti nomor keanggotaan 200 atau 212, nomor sakti pendekar silat Wiro Sableng.

Karena jumlah anggota ACI masih 188 orang, maka penunggu nomor sakti itupun  berstatus penggembira. Mereka hadir dalam berbagai event, namun bukan anggota. Padahal status anggota memberi beberapa kemudahan. “Kita bisa bertukar pikiran dan pengalaman soal Atoz. Kalau ada apa-apa cukup kirim ke milis, nanti Atozer (sebutan untuk pemakai Atoz) akan kasih info sejelas-jelasnya,” kata Subur Nandito, Ketua ACI. Anggota pun sudah pasti mendapat diskon khusus dari bengkel serta tempat penjualan spare part. “Tinggal tunjukkan kartu, dapat diskon,” lanjutnya. Anggota ACI, lanjut Didit –panggilan sehar-hari Subur, sudah tersebar di berbagai kota. Di luar Jabodetabek, ada Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang dan Solo.

Kegiatan ACI tak sebatas kumpul rutin, bakti sosial atau turing. “Tiap bulan ada saja kegiatan. Pertandingan persahabatan futsal, kunjungan ke pabrik ban atau nonton bareng,” tambah pria kelahiran Jakarta, 13 November 1964 itu. Padatnya kegiatan lantaran ACI bergabung dengan FK3O, yaitu gabungan klub otomotif yang ada di Jabodetabek. Pertemuan rutin anggota ACI diadakan setiap Jumat malam akhir bulan. ”Bisa di Hanggar Pancoran, Parkir Timur Senayan, atau Kedai Halaman (Jalan Pati Unus),” ujar Didit. Sebenarnya, ACI pernah mencoba untuk berkumpul di salah satu rumah anggota. Namun, karena rumah member berjauhan dan menyebar rencana itu tak bisa berjalan mulus.

Menurut Didit yang menjabat sebagai ketua sejak 2007, kegiatan ACI yang paling berkesan adalah bakti sosial di rumah yatim piatu di Serang, Bantenpada tahun 2008. ”Ternyata jiwa sosial Atozer cukup tinggi. Waktu itu kita membawa baju, buku tulis, tas, beras, mie, biskuit dan uang yang cukup banyak,” lanjut lelaki yang punya bisnis sampingan jual beli Mercy Mini dan Mercy Tiger ini. Dalam turing itu, ACI didampingi oleh Service Car dan teknisi dari Hyundai Motor Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan. Rasa was-was soal kendaraan pun sirna.

Apalagi, berdasar pengalaman Didit, Hyunadi Atoz bukanlah kendaraan rewel. Mesinnya andal, bensin irit, AC dingin, interior luas serta mudah perawatannya. “Karena itu kalau ada orang beli Atoz dan bergabung dengan ACI, saya bilang pilihan Anda sudah benar,” kata Didit berpromosi. ACI resmi berdiri pada 20 Desember 2007. Namun sejatinya pemilik Atoz sudah saling berinteraksi sejak tahun 2000. Mereka bergabung dengan pemilik mobil Hyundai di bawah naungan HYOCID. Sayangnya, klub ini tidak aktif sehingga Didit dkk membentuk wadah tersendiri.

Jika Anda pemilik Hyundai Atoz, bergabunglah bersama mereka melalui website di http://www.atozclubindonesia.com. Melalui klub ini Anda bukan sekedar bertukar informasi dan pengalaman soal mobil kesayangan, namun juga merasakan nuansa kekeluargaan yang amat kental. Ingat, hanya pemilik kendaraan yang boleh menjadi anggota ACI. Pemerhati dan pecinta Atoz tak boleh menjadi member. Cukup penggembira saja.

ISC JALAN TERUS

Sering adakan kegiatan bareng

Sering adakan kegiatan bareng

Walau dukungan dari ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) dihentikan sejak tahun 1997, namun aktifitas Indonesian Stralet Club (ISC) tetap berjalan. Malah, mereka ingin menyatukan pengguna Toyota Starlet di seluruh Indonesia.

Saat ini, selain di Jabodetabek, ISC juga memiliki cabang di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, Lampung, Palembang, Padang, Riau, Medan, Pontianak, Makassar, serta Manado. ”Member sekitar 500 orang,” kata Hendy Wirawan, Ketua ISC. Memang, mayoritas berasal dari Jabodetabek. ”Member Jakarta sekitar 200 orang,” tambah Dhanang Geviarto, Penasehat ISC.

Guna menjalin komunikasi dengan sesama member, ISC memiliki milis starlet-indonesia@yahoogroups.com. ”Agar temen-temen di daerah bisa mengikuti perkembangan dunia Starlet di Jakarta,” tambah Dhanang. Melalui milis itu pula mereka bisa berbagi tips perawatan dan perbaikan mobil kesayangannya. ”Kita sedang mengembangkan website starlet-indonesia.com agar bisa bermain di kancah internasional,” lanjut Dhanang.

Mereka tak gentar meski dukungan dari ATPM berhenti. Sebelumnya, saat Toyota Starlet masih diproduksi Toyota Astra Motor (TAM) mereka mendapatkan support di even-even internal. “Juga diberi diskon untuk spare part,” lanjut Hendy. “Tapi sejak 1997 kita tak di-support lagi,” tambah Hendy dengan nada kecewa. Tanpa dukungan ATPM, toh ISC bisa mengadakan even-even berskala nasional. Mereka pernah menggelar kejurnas drag race di Manado (1997). Inilah even terbesar yang pernah diselenggarakan ISC. “Tahun sebelumnya kita mengadakan sunatan massal di Anyer,” tambah Dhanang.

Klub yang didirikan pada 22 Februari 1995 ini bermula dari sering bertemunya para Starleters (pemilik Starlet) di arena balap liar di Jalan Sudirman dan Asia Afrika serta tempat nongkrong di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk meningkatkan persaudaraan dan kebersamaan, maka dibentuklah komunitas pecinta Toyota Starlet. Dengan adanya ISC, balap liar Starlet berangsur-angsur hilang dan berganti dengan balap resmi di sirkuit. Di ajang resmi, ISC sudah mengukir berbagai prestasi. “Banyak sekali, seperti juara sprint rally, drag, modifikasi, slalom atau lomba sound system,” kata Hendy.

Jika Anda pemilik Toyota Starlet, bergabunglah bersama ISC. Syaratnya gampang kok. “Penggemar dan pecinta yang tidak memiliki Starlet pun bisa bergabung di sini,” kata Dhanang. “Tapi pecinta hanya sebagai partisipan,” jelas Hendy. Dengan menjadi member, Anda akan memperoleh diskon khusus dari bengkel rekanan. Selain itu, Anda pun bisa lebih memahami seluk-beluk Toyota Starlet. DH

Nama                           : Indonesian Starlet Club (ISC)

Sekretariat                    : Komplek PELNI Bloka A5 No. 11 Depok 16418

Milis                             : starlet-indonesia@yahoogroups.com

Susunan Pengurus

Penasihat                      : Dhanang Geviarto, Bowo Purwoko, Aie Mangindaan

Ketua                           : Hendy Wirawan

Wakil Ketua                 : Ario Adikuntoro

Sekretaris                     : Martin

Bendahara                    : Dhani Wardani

Kegiatan                       : Bimo

Madridista Indonesia: MORE THAN CARNET

Madridista Indonesia terus berjuang untuk mendapatkan status official fans club dari Santiago Bernabeu. Mereka tak mau hanya memiliki carnet, kartu anggota fans Real Madrid.

Upaya Madridista Indonesia (MI) untuk mendapat status official fans club tak segampang membalik tangan. Apalagi, apa yang mereka tuntut adalah sesuatu yang baru. Selama ini Real hanya mengenal sistem keanggotaan (membership) untuk fans club di seluruh dunia dengan cara mendaftarkan diri di website. Lalu, mereka memperoleh kartu identitas anggota yang disebut carnet. ”Mereka belum memiliki kriteria tertentu untuk membuat suatu fans-club di suatu negara,” kata Muhammad Chandrataruna, Relation Affair Division MI.

MI tak menyerah. Mereka terus menjalin kontak dengan RMFC melalui PSSI. ”Mereka menjadi jembatan antara Real Madrid Football Academy (RMFA) di Indonesia dengan Real Madrid Club de Futbol (RMCF) di Spanyol,” tambah Chandra. Hanya sayangnya, hingga kini MI belum bertatap muka dengan PSSI karena jadwal organisasi pimpinan Nurdin Halid ini sangat sibuk.

Sambil menunggu pengakuan dari Real Madrid, MI terus berbenah. Menurut Chandra, mereka tengah membenahi sistem keanggotaan (membership) agar mendapatkan demografi anggota yang lebih. “Dari situ, kita coba mengajukan kembali status official dari Real Madrid sebagai dokumen bahan pertimbangan. Kita juga sedang menyiapkan AD/ART yang mungkin dapat dijadikan acuan serta azas bagi seluruh member MI,” lanjutnya.

Sejarah panjang

Harga Rp 80.000 diluar ongkir. Pin BB 276e6adf, SMS 08161609903

MI resmi berdiri 20 Januari 2007, sembilan tahun setelah mereka menjalin komunikasi melalui mailing list. Interaksi melalui milis sempat mengalami pasang surut, sampai-sampai penggagas milis Donnie Irawan kembali membuat milis tentang Real Madrid dengan nama yang berbeda. Di milis mereka hanya membahas tentang pertandingan dan bursa transfer. “Tak ada pembicaraan mengenai fans club,” kata Chandra. Komunikasi melalui milis sempat mengalami stagnasi. Mereka pun kesulitan menggelar nonton bareng, seperti halnya fans club lain, karena terbentur jam tayang. Umumnya, laga Real Madrid digelar tengah malam atau dinihari. ”Kita jadi kesulitan membentuk pengurus,” jelas Chandra.

Namun, kecintaan mereka terhadap Real Madrid mampu mengatasi kendala itu sehingga lahirlah Madridista Indonesia. Bagi mereka, Real Madrid adalah klub dengan segala kelebihan. Tim yang lahir tahun 1902 ini belum pernah sekali pun mengalami degradasi. ”Real juga tim yang dizholimi. Mereka dituduh penipu oleh rivalnya karena menerima bantuan ini itu,” tambah Chandra. Tetapi, buktinya hingga kini Real Madrid tetap menjadi tim terbaik di dunia.

Jika Anda penggemar Real Madrid, segera bergabung dengan Madridista Indonesia. Atau ingin mendirikan MI di kota Anda? Buka website MI di http://www.madridista-indonesia.org dan diskusikan dengan pengurus. (freekick edisi 40, April 2009)

Nama : Madridista Indoensia

Sekretariat : Jl. Salatiga no 4, Menteng, Jakarta Pusat.

Website : http://www.madridista-indonesia.org

Milis : http://sports.groups.yahoo.com/group/realmadridfc_indonesia

Forum : http://forum.madridista-indonesia.org

Hotline : 08-979-ELREAL / 08-979-357325

Susunan Pengurus:

I. Pengurus Besar

Founder : Donie Irawan

Presidente : MB Wirawan Winarno

Vice President : Hany Ridha Suherman

Secretario : Ryna Permatasari

Tesorero : Puji Astuti

II. Pengurus Harian (Division)

Division of Research and Development

Koordinator : Fikri

Assistant : Wahyu Mulyono (Planner), Jarnawi AB (Analyst)

Division of Sport and Events

Koordinator : Fabian Nadif

Assistant : Whiznu (Organizer), Adi K Andika (Organizer)

Division of Information and Technology

Koordinator : Nheza Destra Nodista

Assistant : Yuda L (Web Contributor), Wempi N(Forum Admin)

Relation Affairs Division

Koordinator : Fenno Faryanto

Assistant : Adi DJ (Cons), Habibie (Cons), M.Chandra (Cons)

Fans Affairs Division

Koordinator : Meta Andri Setiawan

Assistant : Cindy C (CP), Darwin K (Cons), Mutiara A (Cons)

III. Kordinator Regional (Pengurus non Struktural):

Koordinator Pusat (Jakarta) : Novil Liano

Jersey Collector

Demi menjaga hubungan baik dengan istri atau pacar, kolektor kostum sepakbola rela menyembunyikan jersey kesayangannya di kantor.


Mereka –penggila kostum sepakbola– kadang memang tak rasional. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan kostum langka. Bahkan, Louis Utama, moderator di http://jersey.forumotion.com, rela begadang hingga subuh agar bisa memenangi lelang jersey di situs lelang ebay.

Menurut Louis, kolektor kostum sepakbola di Indonesia cukup banyak. Tercatat ada 435 member yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan ada beberapa WNI yang tinggal di Singapura, Malaysia, Belanda dan AS menjadi member komunitas ini. “Komunitas kami awalnya dari TKBB (thread kolektor baju bola) sekitar tahun 2003. Makin hari makin banyak sehingga akhirnya kami meluncurkan forum sendiri pada 1 Mei 2008,” jelas dosen Fakultas Ekonomi Univeritas Tarumanegara itu.

Louis dkk menganggap perlu forum tersendiri karena mereka butuh berbagai informasi tentang jersey kesayangannya, baik cara mendapatkannya, termasuk jersey langka, serta cara merawatnya. Melalui forum ini mereka bukan hanya belajar membedakan jersey original atau bukan. Lebih dari itu, mereka berbagai informasi mengenai segal hal tentang kostum.

Pria kelahiran 16 Juli 1978 itu mengatakan dengan menjadi member, orang bisa membedakan empat jenis kostum. Pertama, baju kw yaitu baju yang biasa dijual dengan harga murah dan menyerupai baju replika (biasanya dari Thailand atau Cina). Kedua, baju replika, yaitu baju yang dijual di counter resmi seperti Nike, Adidas dll yang ditujukan untuk fans. Ketiga, baju player spec yaitu baju yang tidak dijual secara bebas, namun dapat diperoleh di forum tertentu. Kostum ini khusus disiapkan bagi pemain untuk bertanding. Keempat, lanjutnya, “Baju match worn yaitu baju yang benar-benar dipakai pemain saat bertanding.”

Baju tipe ketiga dan keempat inilah yang menjadi buruan utama mereka. Dan dari waktu ke waktu, jersey langka yang menjadi incaran juga berubah, tergantung situasi dan nilai historisnya. “Dulu baju maroon Arsenal saat terakhir dipakai di Stadion Highbury sempat didiskon sampai Rp225 ribu. Kini harganya bisa empat kali lipat,” tambah pria yang punya hobi traveling itu. Untuk saat ini, jersey away Marseille menjadi buruan utama. Walau prestasi klub itu tak mencorong, tapi kostumnya sudah habis terjual. ”Desainnya indah dengan warna biru elegan dan motif diamond,” lanjut Louis. Kostum mana lagi yang akan menjadi buruan orang?

Sulit menjawabnya. Tergantung situasi, histori serta jumlah produksinya. Melalui forum inilah mereka berbagi informasi mengenai aneka macam jersey. Karena hanya sebuah forum, siapa saja bisa menjadi member. Cukup dengan regristasi melalui website. Syarat utamanya: dilarang mengejek klub lain. Boleh saja membanggakan jersey klub kesayangannya, asal tidak menghina tim lain. Dan satu lagi: tidak boleh membicaran hal-hal yang berbau SARA. Wah, jadi ingat jaman orde baru. (DH)

Website : http://jersey.forumotion.com

Admin : Andi, Oscar

Moderator : Louis Utama, Agung Sukmono, Ukki, Angga

Satpam Pasar : Willy, Agus Tjahyadi, Besar Hadibriono.

TeRuCi: Community Based Marketing

Khawatir akan bosan atau kehabisan bahan saat membicarakan Toyota Rush atau Daihatsu Terios, anggota TeRuCI mulai membangun jaringan bisnis. Melalui dunia usaha, komunitas ini menjadi lebih solid dan interaksi sesama member pun lebih bergairah.

Sama seperti komunitas lainnya, TeRuCI pun bermula dari interaksi melalui milis dari sesama pemakai mobil Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Dari dunia maya, hubungan berlanjut ke temu muka. Walau pada awal copy darat hanya enam member yang bertemu, namun semangat membentuk klub tetap berkobar. Saat menyaksikan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2007, sepuluh anggota milis menggagas dibentuknya klub untuk menampung dan mengoordinir kegiatan mereka. “Penandatanganan AD/ART TeRuCI dilakukan di Autoline, Kedoya, Jakarta Barat pada 8 September 2007,” kata Mochamad ‘Ciput’ Putawidjaja, Kumendan (sebutan klub untuk ketua umum) TeRuCI.

Berdirinya komunitas ini mendapat sambutan hangat pemilik Terios dan Rush di seluruh Indonesia. Hingga Januari 2009, tercatat 334 Premium Member (PM) yang tersebar di 38 kota di 16 propinsi. “Dari Lhokseumawe, Jabodetabek, Bandung, Cilegon, Temanggung, Kebumen, Bali, Pulau Laut (Kalsel), Batu Hijau (Sumbawa Barat, NTB), Sorowako (Sulsel), Bitung hingga Tembagapura (Papua),” tambah Ciput. Selain anggota PM, ada juga 1137 anggota forum dan 670 anggota milis. Selain di Jakarta, TeRuCI juga memiliki chapter di Bandung, Bekasi, Tangerang serta Bali.

Menurut Ciput, hanya anggota Premium Member yang memiliki hak ekslusif seperti mendapat diskon dari pihak ketiga yang sudah menjalin kerjasama dengan klub, mengikuti kegiatan-kegiatan klub, memakai atribut TeRuCI serta melakukan aktifitas bisnis dengan sesama anggota PM. Aktifitas bisnis di komunitas ini agak menonjol karena sebagian anggota memang pengusaha. Ada pengusaha komponen, asesoris, ban, bengkel, restoran, dan lain-lainnya. Dan dari historisnya, pendiri klub ini bukanlah mereka yang ahli otak-atik mesin mobil. “Waktu awal berdiri kita hanya memiliki pengurus delapan orang dan hampir semuanya tak paham tentang mesin,” ujar Ciput sambil tertawa.

Dia pun menambahkan, ”Bosan kalau hanya bicara soal mobil melulu, lama kelamaan topik akan habis. Selain untuk menggairahkan member dalam berinteraksi dengan sesama member, juga untuk membangun kebutuhan akan soliditas di dalam komunitas, community based marketing.” Dari transaksi sesama member, klub pun memperoleh keuntungan karena sebagian laba disisihkan untuk kas TeRuCI. ”Besarannya tidak diatur, hanya berdasarkan asas sukarela dari anggota. Yang diatur hanyalah produk-produknya,” jelas Ciput.

Kendati demikian bukan berarti mereka tak peduli dengan kendaraan kesayangannya. “Kita juga kerap mengadakan coaching clinic dengan mendatangkan nara sumber khusus,” tambahnya. Selain itu, mereka pun bersedia menjadi mediator antara member dan dealer jika mereka mendapatkan masalah dengan mobilnya. Nah, jika Anda pemilik Terios atau Rush segera bergabung dengan Premium Member. Syaratnya gampang kok. Yang pasti wajib memiliki kendaraan tersebut, lalu membayar iuran sebesar seratus lima puluh ribu rupiah, yang dibayar satu kali saat pendaftaran saja. DH

=================================================================


TeRuCI

Sekretariat:

1. Alamat Surat: Jl. Bongo Raya Blok F No. 7, Kelapa Gading BCS, Jakarta 14240 Telp. 9632 4800

2. Operasional: Jl. K No. 2A, RT 4/3, Cipinang Muara, Jakarta 13420 Telp. 9632 5000 Email:

teruci.club@gmail.com

Forum:

forum.teruci.org

Milis:

teruci@yahoogroups.com

Website:

http://www.teruci.org atau http://www.teriosrush.net

Susunan pengurus:

Kumendan: Mochamad Putawidjaja aka Ciput (TeRuCI-0003)

Wakil Kumendan 1: Cahyo Wiratmoko Wibowo aka Cahyo (TeRuCI-0004)

Wakil Kumendan 2: Herman aka Cesan (TeRuCI-0005)

Sekretaris Umum: Jaksa Utama (TeRuCI-0006)

Wakil Sekretaris I: Yeppy Sumarno (TeRuCI-0007)

Wakil Sekretaris II: David Suhandi aka kirigaze (TeRuCI-0015)

Bendahara: Oni Budipramono (TeRuCI-0020)

Wakil Bendahara: Setio Purwanto aka kalengkrupux (TeRuCI-0034)

Divisi Humas: Berlianto Airlangga (TeRuCI-0008)

Divisi Legal: Taufik S. Natasubrata (TeRuCI-0009), Dodi Sardiatmo aka Franky (TeRuCI-0119)

Divisi R&D: vacant (resigned krn mobil dijual)

Divisi Bisnis: Abadi Ahdiat aka abie (TeRuCI-0038)

TeRuCI Ladies: Samira (TeRuCI-0013)

Admin Milis: Agus Djaja (TeRuCI-0001)

Admin Forum: Ary Handoko (TeRuCI-0002), Ari Nuzul Fajri (TeRuCI-0184), Andie Ginanjar Kusuma (TeRuCI-0201)

TeRuCI Tennis Club: Ahmad Mikardo (TeRuCI-0059)

TeRuCI Photography: Ary Handoko (TeRuCI-0002)

TeRuCI Rakom: Sutjipto (TeRuCI-0210)

Nonton A1GP Bareng Timor-er

Di tengah-tengah kebingungan untuk mendapatkan empat tiket nonton A1GP di Sentul Februari lalu, saya mendapatkan email dari milis yang saya ikuti timor-er@yahoogroups.com yang menginformasikan bahawa pengurus mempunyai 100 tiket gratis yang akan dibagikan kepada anggota milis yang berminat menyaksikan Ananda Mikola berlaga.

Tentu, kabar tersebut sangat menggembirakan. Gratis pula. Padahal harga tiket paling murah adalah Rp 200.000. Saya buru-buru menghubungi pengurus untuk mendapatkan tiket tersebut. Beruntung saya masih kebagian tiga tiket sehingga saya bisa mengajak anak laki-laki saya untuk melihat secara langsung balapan itu.

Mendapatkan tiket gratis nonton A1GP seperti yang saya alami di atas hanyalah sebagian kecil dari keuntungan yang didapatkan anggota milis Timor-er. Dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA), para Timor-er –sebutan untuk pengguna mobil merek Timor, akan mendapatkan diskon di beberapa bengkel rekanan, termasuk bengkel resmi Timor, Timor Putra Nasional (TPN).

Milis timor-er yang didirikan pada 1 November 1999 saat ini memiliki 1079 member yang tersebar di seluruh Indonesia. Sifat keanggotaan milis sangat terbuka. Siapa pun bisa masuk menjadi member. Cukup dengan mengirimkan email kosong ke timor-er-subscribe@yahoogroups.com, seseorang otomatis menjadi anggota milis. Namun tidak semua anggota milis bisa memperoleh KTA. Guna mendapatkan KTA, seseorang harus mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan foto.

Sama dengan milis yang sifatnya sangat cair, untuk mendapatkan KTA Timor-er pun tidak mesti memiliki mobil Timor. Ada beberapa member yang sudah beralih ke mobil lain, seperti Avanza, Xenia, Innova, Taruna, Mercedez Bens, Panther dan lain lain tetapi tetap memegang KTA Timor-er. Bahkan, beberapa pengusus Timor-er sendiri ada yang mengendarai Suzuki Katana, Hyundai Atoz dan KIA Carnival.

Mereka yang sudah lama mengikuti milis timor-er akan betah berada di komunitas ini karena sifatnya yang terbuka. Semua member bebas membicarakan topik apa pun, mulai dari geger foto Mayangsari, ledakan bom, humor, lowongan pekerjaan dan tentunya tips-tips merawat dan meng-up grade mobil Timor. Boleh juga saling meledek antarmember untuk meramaikan milis. Bila milis otomotif umumnya didominasi kaum Adam, tidak demikian dengan Timor-er. Beberapa member perempuan bukan hanya aktif di milis, tetapi juga gemar mengikuti acara TFN dan kegiatan copy darat lainnya.

Anggota milis bukan hanya bertemu di dunia maya, tetapi juga mengadakan copy darat tiap Jumat malam. Acara yang bertajuk Timor Friday Night (TFN) itu biasanya diadakan di Kafe Flora, Hanggar Teras, Pancoran, Jakarta Selatan. Di samping acara kumpul-kumpul, para timor-er juga sering mengadakan work shop untuk mengotak-atik mesin mobil.

Acara TFN itu pun bukan wajib hukumnya. Member yang punya waktu boleh datang, sedang yang malas kena macet, boleh absen. Saya sendiri baru sekali mengikuti TFN saat mengambil stiker dan seragam Timor-er. Namun bukan berarti keakraban anggota tidak terjaga. Anggota Timor-er biasa saling menyapa di jalan raya dengan membunyikan klakson atau menyalakan lampu saat berpapasan atau menyalip. Sesama anggota bisa mengenali mobil member lain karena ada stiker besar yang ditempel pada kaca bagian belakang.

Bahkan, saat musim mudik tiba, anggota Timor-er yang kebetulan tinggal di kota yang menjadi jalur mudik menyediakan diri menjadi posko ngaso. Di Cirebon, misalnya, kalau mau saya bisa beristirahat di rumah salah satu anggota Timor-er. Bahkan, saat di kampung pun, saya bisa bertemu dengan member lain yang kebetulan juga pulang ke kota yang sama. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, kami tampak akrab seperti bertemu kawan lama. (DH, dimuat di majalah 3636 edisi Februari 2006)

Bayern Fan Indonesia: Bayi ajaib!

Tak butuh waktu lama bagi Bayern Fan Indonesia (BFI) untuk menjadi official fan club Bayern Munchen di Indonesia Hanya empat bulan setelah fan klub ini berdiri, pejabat dan pemain Bayern Munchen meresmikan fan klub tersebut. Sesuatu yang langka bagi sebuah fan klub asing.

Dibanding fan klub lain, pendirian Bayern Fan Indonesia (BFI) tergolong ‘telat’. Di saat fan klub lain sudah unjuk gigi, BFI baru berdiri 27 Januari 2008 di Taman Mini Indonesia Indah yang dipelopori oleh Agus, Kamil, Haikal, Hadi dan Gusman Ramdani. “Kita ingin mempersatukan penggemar Bayern Munchen di seluruh Indonesia,” kata Gusman, Humas FBI. “Lebih baik sedikit telat daripada tidak sama sekali,” ujarnya sambil tertawa.

Start belakangan tak berarti kiprahnya ketinggalan. Buktinya, saat usianya belum genap satu tahun, member sudah mencapai 500 orang yang tersebar di seluruh propinsi. Memang, jumlah cabangnya belum banyak, baru Bandung dan Bangka Belitung. Mereka pun sering menggelar berbagai acara seperti gathering, futsal, nonton bareng serta open house di Pusat Kebudayaan Jerman.

Selain itu, Bayern Fan Indonesia juga dilibatkan saat kedatangan Bayern Munchen ke Jakarta, 20 Mei 2008. Mereka bukan hanya menjadi penonton tim kesayangannya saat memberikan coaching clinic atau bertanding melawan timnas, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Malah, pejabat dan pemain Bayern Munchen, termasuk kapten tim saat itu Oliver Kahn, ikut meresmikan BFI di GOR Soemantri Brojonegro. ”Kita merupakan salah satu fan klub yang terdaftar di Allianz Arena,” ujar Gusman bangga.

Gusman optimis member fan klub ini akan terus bertambah. Pasalnya, penggemar Bayern Munchen di Indonesia cukup banyak. Mengingat, Bundesliga adalah liga Eropa yang pertama disiarkan di Indonesia (saat itu masih di TVRI). Jika dikoordinasi dengan baik, potensi BFI cukup besar. Terlebih, syarat menjadi anggota sangat gampang. “Cukup membayar uang administrasi seratus ribu rupiah,” lanjut Gusman. Setelah pembayaran, mereka akan mendapatkan member card, stiker dan dua kaos fan klub.

Member berhak mengikuti seluruh kegiatan fan klub, seperti main futsal bersama, nonton bareng maupun bhakti sosial. Bermain futsal, bukan hanya dengan sesama member BFI. Kadang juga mengadakan pertandingan persahabatan melawan fan klub lain. “Minggu ini (Desember lalu – Red) kami bermain bareng United Indonesia,” tambah Gusman. Menjalin persabatan dengan fan klub lain sudah menjadi tradisi lama Bayern Fan Indonesia.

Jika Anda penggemar FC Hollywood, segera bergabung dengan Bayern Fan Indonesia. Tak sempat kumpul rutin dengan sesama anggota, Anda bisa membahas tim kesayangan melalui mailing list atau forum di website fan klub. Meski berasal dari berbagai daerah di Indonesia, topik Bayern Munchen tetap menjadi menu hangat di forum itu. Buktikan sendiri! DH

FC Bayern Fan Indonesia

Ketua Umum : David

Wakil Ketua : Agus

Bendahara : Aghata

Protocol : Haikal

Sekertaris : Ayu

Humas by: Gusman, Hadi, Kamil

Koodinator Event : Hamboro

Koordinator Futsal : Andy Boy

Mailing list : bayern-munchen-Indonesia@yahoogroups.com

Forum : http://www.bayernmuenchen-indonesia.org/forum/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 717 other followers